Jan 9, 2017

Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT



Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah.


Silahkan Bapak Ibu semuanya jika masih ingin menangis dipersilahkan, karena tangisan kita senyatanya menunjukkan kelembutan hati. Sebetulnya akupun tidak kuasa untuk menahan tangisanku itu, tetapi dikarenakan saya harus berbicara maka akupun harus tabah mensyukuri rakhmat ini. Terlebih ketika tangisan itu dikarenakan rasa haru merasakan nikmatnya barokah yang melimpah-limpah yang dikaruniakan Allah SWT setelah kita melaksanakan berbagai rangkaian Ritual Ikhlas ini dengan berbagai macam rintangan dan kendalanya. Saya menyadari hanyalah tangisan-tangisan kegembiraan itulah yang mampu kita lakukan dalam menyambut kasih dan cinta Allah SWT kepada kita semua. Namun saya ingin mengingatkan, sehebat-hebat tangisan kita itu, maka jadikanlah bahwa tangisan kita itu juga merupakan dzikir kita kepada Allah SWT. Saya juga menyadari bahwa dalam suasana haru dan hening seperti ini tiadalah satu katapun yang dapat kita ucapkan apalagi kita tanyakan. Itulah sebenar-benar kuasa Allah SWT dan itulah sebenar-benar kelemahan pikiranmu.

Maka pada Ritual Ikhlas IV ini sampailah kita pada maqom di mana kita diijinkan untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Sudah bisa dirasakan sendiri oleh Bapak dan Ibu semua bahwa dalam suasana seperti ini, tidaklah mungkin kita mengucapkan kata-kata apalagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Komunikasi kita dengan Allah SWT adalah dengan doa-doa yang kita lafalkan dalam hati kita masing-masing. Pertama, kita bisa berdoa bersama-sama, kemudian dipersilahkan untuk berdoa sendiri-sendiri. Marilah saya akan memimpin doa bersama, Bapak Ibu mengamininya.

Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang mengusai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya keada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
Subhanallah walhamdulillah wa lailaha ilallahu wallahuakbar.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan dan bagi-Nya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

Laa ilaaha illallahu wallaahu akbaru, laa illaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya bagi-Mu puja dan puji, tiada Tuhan selain-Mu, wahai Yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, Yang Maha Luhur dan Maha Mulia.

Allahumma inni as’aluka bi’anna lakalhamda laa ilaaha illaa anta yaa hannaanu yaa mannanu yaa badii’assamaawaati wal’ardhi yaa dzaljalaali wal’ikraam
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami nabi Muhammad, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara (akhirat) dan afat, dapat memberikan hajat (kebaikan) kepada kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat kami ke derajat yang lebih tinggi di hadapan Engkau, dapat membawa kami menuju kebajikan yang paling baik semasa kami hidup maupun sesudah mati. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas makhluk-Nya yang paling baik yaitu junjungan kami Muhammad, semua keluarga dan para sahabat beliau.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii-‘il ahwaali wal aafaati wa taqdlii lanaa bihaa min jamii-‘il haajaati wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-‘is sayyi-aati wa tarfa-‘unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii-‘il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama.

Aku mohon ampun segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung (3–10X).

Astaghfirullaahal ‘azhiiim (3–10 X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku, dan aku hamba-Mu, dan aku memenuhi janji dan ikatan kepada-Mu, aku berusaha memenuhinya dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan-kejelekan yang aku perbuat. Aku sadar akan nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku sadar akan dosaku, karena itulah ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau.

Allahumma anta rabbi. Laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ududzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Ya Tuhan kami, (selama ini) kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, pastilah kami ini tergolong orang yang merugi.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain-Mu, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim.

Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya, baik yang halus dan yang kasar, yang terdahulu dan terkemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. (HR Muslim, Abu Daud dan Hakim)

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khasiriin. Rabbanaaghfir lanaa dzunuubana wa kaffir ‘annaa sayyi’aatina wataffanaa ma’al abraari. Laa illaaha illaa anta subhaanaka innii kunu minazhzhalimiin.

Allahummaghfir lii dzambii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Kita dapat memunajatkan doa meliputi:
Doa Dikuatkan Iman dan Taqwa (oleh Bp. Shaleh)
Doa Dimudahkan untuk Dapat Menunaikan Ibadah Haji (Bp. Shaleh)
Doa Untuk Kemajuan (guru dan siswa) UNY (Bp Marsigit)
Doa Dimudahkan Memperoleh Kesempatan Berjuang di Jalan Allah SWT (Bp Shaleh)
Doa Diberikan Keturunan Yang Shaleh dan Salekhah (Bp Musa Marengke)
Doa Diberikan Keberkahan Umur untuk Beribadah Kepada Allah SWT (Bp Musa marengke)
Doa Diberikan Kekuatan untuk Mengamalkan Ilmu untuk Kemaslahatan Umat.(Bp Mukhlis)
Doa Dimudahkan Segala Urusan Dunia dan Akhirat. (Bp Mukhlis)
Doa Diberi Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk: Diriku, Orang Tua, Isteri, Anak anak, Menantu, Cucu, Saudara dan keturunan.(Bp Khaerudin)
Doa Diberikan Umroh yang Mabrur (Bp Saufi Rakhman)
Doa Dilapangkan Sadaqah dan Silaturakhim. (Bp Memet Sudaryanto)

Secara lebih khusus:

Marilah kita berdoa untuk Mohon Ampun.

Ya Allah, sedemikian banyak dosa yang telah kami lakukan sejak kami akil- baligh hingga hari ini. Dosa kami ketika kami remaja yang sering menyusahkan orang tua kami dan guru-guru kami, membuat sedih mereka, membohongi mereka dan tidak menghormati mereka. Tidak pula kami mensyukuri kepada-Mu atas nikmat memiliki orang tua yang baik dan menyayangi kami. Ampunilah kami ya Allah, sungguh kami lebih beruntung dibanding anak-anak lain yang dibesarkan tanpa orang tua atau memiliki orang tua tapi tidak peduli dengan anaknya.

Ampuni pula dosa-dosa kami ketika remaja yang hampir tak pernah kami mengingat-Mu setiap hari, padahal saat itu Engkau telah mulai mencatat dan mengumpulkan setiap dosa-dosa kami. Ampunilah kemalasan kami dalam melakukan sholat pada masa lalu kami, ampunilah kebodohan kami saat itu yang lebih takut pada kehilangan teman dan pergaulan daripada bergantung kepada Engkau. Ampuni pula pergaulan kami selama remaja yang jauh dari nilai-nilai agama dan sering menyakitkan hati orang lain sedangkan kami sering melakukannya tanpa rasa bersalah.

Ampuni pula dosa-dosa kami semasa kami bekerja dan berkeluarga. Sungguh kini kami menyadari bahwa tak ada ridho dan pahala dari-Mu untuk setiap kelelahan kami bekerja selama ini bila tidak didasari niat karena mencari keridhoan-Mu. Sedemikian banyak pekerjaan yang kami lakukan hanya dengan niat mencari uang atau karena takut miskin dan bukan karena mencari keridhoan-Mu, padahal Engkau hanya menyuruh kami bekerja sedangkan masalah rezeki dan kaya-miskin semuanya Engkaulah yang memutuskan. Sering kami lebih takut pada atasan kami dan pada keterburu-buruan kami dibanding rasa takut kami pada-Mu dalam menegakkan sholat, padahal Engkau telah mempersiapkan neraka yang sedemikian dahsyatnya untuk orang-orang yang meninggalkan atau menyia-nyiakan sholat.

Ya Allah seandainya Engkau telah mempersiapkan hukuman 1 tahun di neraka untuk setiap 1 kali sholat yang kami tinggalkan atau yang belum sempurna, maka harus berapa ribu tahun kami di neraka untuk mengganti ribuan sholat yang telah kami tinggalkan atau kami laksanakan dengan tidak sempurna selama hidup kami sejak kami akil-baligh. Karena itu, ampunilah dosa-dosa kami ya Allah. Siapa lagi yang dapat mengampuni kami kalau bukan Engkau ya Allah.

Ya Allah, apabila dihitung mungkin akan ada sedemikian banyak barang atau uang atau waktu terbuang yang kugunakan tidak dijalan yang Engkau ridhoi, atau kadang sering pula aku membenarkan suatu perbuatan dzalim dan bahkan menganggapnya sebagai hakku. Selama itu aku jarang mengingat-Mu dan malah berbuat banyak dosa. Ampunilah semua dosa-dosaku ya Allah, ampunilah ya Allah.

Ampuni pula kelalaian kami dalam mengurus rumah tangga kami, kebodohan kami dalam berperilaku dalam keluarga kami. Ampunilah sikap kami yang sering mengecewakan suami/istri kami, membuat sedih hatinya, tidak menghormatinya, tidak mengurusnya dengan baik, dan tidak membimbingnya dengan baik menuju jalan Islam yang telah engkau syariatkan.

Ya Allah, ampunilah mata kami yang lebih sering kami gunakan untuk melihat hal-hal yang tak berguna atau hal yang maksiat dan hal-hal yang Engkau murkai, padahal kalau Engkau takdirkan kami buta maka sungguh kami akan menjadi makhluk yang lemah tak berdaya. Ya Allah ampuni pula mulut kami yang sering menyakitkan perasaan orang lain, yang sering membohongi orang lain, yang sering mengajak orang lain berbuat dosa dengan kami sadari atau tidak kami sadari, dengan mulut ini pula kami sering membicarakan ghibah dan fitnah yang hukumannya sangat dahsyat, dengan mulut ini pula kami menyampaikan kesombongan, ketamakan, kekikiran dan ke-riya’an diri kami. Ampunilah seluruh kata dan perbuatan buruk yang pernah keluar dari mulut kami ini.

Ya Allah ampuni pula telinga kami yang selama ini tidak mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak para ulama, nasihat agama dalam ceramah agama dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Apajadinya diri kami ini bila Engkau tulikan pendengaran kami. Padahal itu begitu mudah bagi-Mu.

Ya Allah, ampunilah tangan kami yang sering menjadi kikir dalam memberikan sedekah kepada orang lain, yang jarang digunakan untuk menuliskan kebaikan-kebaikan untuk orang lain. Apa jadinya kalau Engkau ambil tangan kami ini dari tubuh kami. Ampuni kaki kami yang lebih banyak digunakan menuju tempat-tempat kemewahan dan kepentingan duniawi dan jarang digunakan untuk menuju ke mesjid dan pengajian. Apajadinya kalau Engkau ambil kaki ini dari tubuh kami. Ya Allah, jadikanlah kaki kami ini lebih rajin mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambung silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hati dan memperkuat iman kami.

Ampuni syahwat kami yang sering sulit kami kendalikan, sedemikian lemahnya kami menghindarkan pandangan dan syahwat dari lawan jenis kami yang semakin bebas berkeliaran di zaman ini. Ampunilah diri kami ya Allah, kuatkanlah iman kami dari maksiat syahwat.

Ya Allah, ampunilah kesombongan kami akan akal dan otak kami yang sering menjadikan kami merasa paling cerdas. Padahal sungguh begitu mudah bagi-Mu untuk menjadikan kami bodoh atau gila. Padahal Engkau sangat membenci kesombongan, apalagi kesombongan akal. Padahal orang yang paling cerdas menurut-Mu adalah orang yang paling banyak bertaqwa. Ampunilah kebodohan dan kesombongan kami ya Allah, beri kesempatan kami untuk bertobat, hapuskanlah seluruh dosa-dosa kami.

Alangkah bodohnya kami ya Allah, padahal ilmu kami sangat sedikit tapi sering kami merasa sudah berbuat yang terbaik. Tambahkanlah ilmu (agama) kami ya Allah supaya kami dapat membedakan mana perilaku kami yang sudah baik dan mana yang masih buruk. Janganlah Engkau golongkan kami kepada golongan orang-orang yang bodoh tapi merasa paling benar, atau orang yang sebenarnya malas tapi selalu merasa perlu banyak istirahat, jangan pula menjadi orang yang sebenarnya sombong karena merasa lebih mampu dibanding orang lain, jangan pula kami menjadi orang yang kikir hanya karena merasa ada keperluan lain yang lebih penting atau karena kami takut lapar dan takut miskin, jangan pula kami menjadi riya’ karena lebih membutuhkan pujian orang lain.

Ya Allah, sungguh kami lupa mengingat semua dosa-dosa kami yang sedemikian banyaknya selama hidup kami. Kami pun sering sedemikian bodohnya, sehingga banyak dosa-dosa yang kami anggap kecil atau tidak ada padahal Engkau telah mencatatnya sebagai dosa-dosa besar. Ya Allah sesungguhnya Engkau lebih mengetahui dosa-dosa yang telah kami lakukan, ampunilah semua dosa-dosa kami, baik yang kami ingat maupun yang telah kami lupa, yang sengaja ataupun yang tak sengaja, yang besar maupun yang kecil, yang dulu maupun yang akan datang, seluruhnya ya Allah. Jangan ada tersisa sedikit pun ya Allah.

Ya Allah, ampunilah dosa syirik besar maupun kecil yang pernah kulakukan. Aku tahu dosa syirik takkan terampuni karena itu hapuskanlah dosa-dosa syirik itu dari daftar dosa yang telah Engkau catat. Hapuskanlah ya Allah. Janganlah sampai aku terjebak lagi dalam syirik, bukakanlah mataku untuk membedakan mana yang syirik dan mana yang tidak, kuatkanlah imanku untuk menjauhkan syirik sejauh-jauhnya, kuatkan imanku ya Allah, dan kuatkanlah kesabaranku walau aku menghadapi ujian yang sangat berat sekalipun. Kuatkanlah aqidahku ya Allah, bersihkan qolbuku, tambahkan ilmu agamaku, ilmu yang bermanfaat, bersihkan niatku dari riya, amin ya rabbil alamin.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa yang pernah kami lakukan pada umat dan makhluk-Mu. Ampunilah perbuatan jahat, laknat, maksiat, zhalim dan hal-hal lain yang Engkau murkai yang pernah kulakukan kepada umat manusia lainnya, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

Ampunilah rasa malu dan kesulitanku untuk memohon maaf kepada mereka satu per satu, bukalah pintu maaf orang yang pernah kuzhalimi untuk diriku. Gugurkanlah setiap dosaku kepada mereka setiapkali mereka sedang mengingatku atau mengingat kesalahanku pada mereka.

Jadikanlah doa kami ini menjadi pertobatan kami yang taubatan nasuha. Bimbinglah dan tunjukilah kami jalan yang baik untuk hari-hari selanjutnya untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang Engkau golongkan dosa kecil apalagi dosa besar.

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua kami serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa (3-10X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberikan Kebaikan dalam Keluarga.

Ya Allah, rendahkanlah suaraku di mata mereka, indahkan bicaraku dimata mereka, lembutkan tingkah lakuku di mata mereka, rindukan mereka akan hatiku, jadikanlah aku orang yang mengasihi dan menyayangi mereka. Ya Allah, berikan pahala kepada mereka atas upaya mereka mendidikku, limpahkan karunia-Mu atas pemberian mereka padaku, dan jagalah mereka sebagaimana mereka menjagaku semasa aku kecil.

Allahumma khaffidh lahuma shawti, wa athib lahuma kalami, wa alin lahuma’arikati, wa’thif ‘alayhima qalbi, wa shayyirni bihima rafiqan wa ‘alayhima syafiqan. Allahummasykur lahuma tarbiyati, wa atsib huma ala takrimati, wahfazh lahuma ma hafizhahu minni fi shighari.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri dan keturunan yang dapat menjadi penyenang hati bagi kami dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS, al-Furqan, 25:74).

Rabbannaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Duhai Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi umat manusia. Karuniakanlah kami keluarga yang sakinah, keluarga yang soleh dan bertaqwa, keluarga yang sangat mencintai diri-Mu dengan penuh makna dan ikhlas, keluarga yang bahagia, damai, harmonis, tenteram, tawadhu, sabar dan santun. Karuniakanlah kepada keluarga kami kesehatan, keamanan, kemudahan, kemuliaan, kehormatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, keimanan serta dijauhkan dari tekanan utang, sifat kikir dan sifat boros. Jauhkanlah segala macam penyakit fisik dan psikis dari diri kami, kedua orang tua kami dan keluarga kami.

Jadikan hari tua dan akhir hidup kami dan orang tua kami penuh kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian, dan kuatkan iman kami semua disaat sakaratulmaut. Kuatkanlah keimanan dan perbanyaklah amal dan ibadah kami, kedua orang tua kami dan kami sekeluarga, baik saat kami lemah dan tua serta di detik-detik terakhir kehidupan kami.

Karuniakanlah kami sekeluarga dan orang tua kami akhir hidup yang indah, khusnul khatimah ya Allah. Kumpulkanlah kami sekeluarga dan kedua orang tua kami beserta seluruh sanak saudara kami di surga-Mu ya Allah. Kumpulkanlah kami bersama-sama Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia serta keluarganya yang sabar dan pandai mensyukuri. Haramkan neraka bagi kulit kami ya Allah.

Ya Allah, ampunilah kesalahan kami, kelalaian kami dan kekurangan kami dalam melayani kedua orang tua kami, ampuni perbuatan kami yang sengaja atau tak sengaja yang telah banyak menyusahkan dan membebani pikiran kedua orang tua kami sehingga mengurangi kebahagiaan mereka.

Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohan kami dalam memelihara keluarga kami. Berilah kami petunjuk dan kemudahan dalam membesarkan dan mendidik anak-keturunan kami. Sehatkanlah kami, sehatkanlah anak kami.

Ya Allah, karuniakanlah usia yang panjang, kesehatan dan kekuatan mental dan fisik, kehormatan, kemuliaan, kecerdasan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak-keturunan kami. Jadikanlah anak keturunan kami menjadi umat-Mu yang sholeh / sholihah dan bertaqwa, ikhlaskan hatinya untuk menjaga kami saat kami tua dan lemah, yang rajin mendoakan kebaikan kepada kami/orangtuanya saat kami hidup dan saat kami / orangtuanya telah meninggal dunia.

Ya Allah, perbanyaklah sebanyak-banyaknya jumlah umat muslim yang ikhlas menjaga dan memperhatikan kami saat kami lemah dan tua, serta mendoakan kami setelah kami meninggal dunia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezkiku itu paling luas pada saat tuaku dan saat lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii
wangqithaa’i umrii.


Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak. Allahumma inni as’aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allahumma innii as’alukan na’iimal muqiimalladzii laa yahuulu wa laa yazuul.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti. Jadikanlah hidup itu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku.

Allahumma ashlih lii fii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyi wa ashlih lii aakhiratillatii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli kharin waj’alil mauta raahatan lii mingkulli syarrin

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

Allaahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaal.

Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Allahumma innii as-‘aluka nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar kita diMurahkan Rezeki.

Ya Allah, Yang Menguasai setiap takdir dan rezeki manusia, kuatkanlah fisikku, kuatkan mentalku, kuatkanlah ikhtiarku, kuatkan kemauanku, lindungilah kesucian hatiku dan tingkahlaku pada setiap langkah hidupku, lindungilah diriku dari rasa malas dan putus asa serta dari sifat kikir dan boros, jauhkanlah syaitan dan jin dari setiap langkah hidupku.

Ya Allah, Yang Mengatur rezeki setiap manusia, Yang Maha Pemberi kemudahan, Yang Maha Mengetahui akan setiap jalan yang baik dan benar. Karuniakanlah aku kemudahan dan kebaikan dalam menggunakan lidahku, hatiku dan fisikku dalam berkomunikasi dan bersilaturahim dengan semua umat manusia, dan mudahkan langkahku untuk membuka jalan ke pintu rezeki-Mu.

Ya Allah, aku mohon petunjuk-Mu akan arah yang baik dan benar untuk setiap langkahku. Mudahkan jalanku, kuatkan imanku..ya Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Mu. Seandainya rezekiku berada di langit dan baik untuk diturunkan segera, aku mohon keridhoan-Mu untuk menurunkannya padaku, bila berada di bumi tampakkanlah, bila jauh dekatkanlah, bila sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.

Ya Allah, karuniakanlah aku mata pencaharian yang halal dan baik, yang dapat memenuhi tanggung jawab nafkah bagi keluargaku, mata pencaharian yang dapat mendekatkan diriku kepada orang-orang soleh dan perbuatan-perbuatan yang baik. Jadikanlah pekerjaanku itu sebagai sumber rezeki yang dapat membahagiakan keluargaku, tetanggaku, umat muslim serta semua umat manusia. Jagalah aku agar setiap rezeki yang Engkau berikan padaku memiliki berkah, jadikan rezekiku selalu halal dan berada di jalan yang Engkau ridhai. Jagalah diriku agar selalu dapat mensyukuri setiap rezeki dan nikmat-Mu.

Ya Allah, tunjukilah kami selalu jalan untuk selalu mensucikan harta kami, jangan lagi ada harta yang tidak suci di rumah kami ya Allah kecuali Engkau telah memaafkan kami atas keberadaannya. Janganlah biarkan ada ada harta yang mubazir di rumah /di diri kami kecuali Engkau punya rencana yang baik bagi kami ya Allah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang pernah kulakukan selama hidupku yang terjadi selama aku mencari nafkah. Ampunilah dosa yang kusadari atau tak kusadari, sengaja atau tak sengaja, baik dosa lisan, dosa fisik, dosa finansial, dosa kesombongan, dan dosa apapun ya Allah. Seandainya ada dosa yang harus kuganti di dunia ini maka berilah aku petunjuk dan mudahkanlah aku untuk melaksanakannya.

Ya Allah, maafkanlah dosa nenek-kakek kami, saudara-saudara dan teman kami yang muslim yang telah meninggal dunia. Jauhkanlah mereka dari siksa kubur, mudahkan peghisaban mereka, masukkanlah mereka ke dalam surga.

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberi Kesehatan

Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezki yang luas dan kesembuhan dari segala rupa penyakit.

Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau.

Allahumma inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqan waa si’a, wa syifaa’an min kulli daa’in. Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri, allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaha illaa anta.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Yang Menguasai segala rupa penyakit dan penyembuhannya. Karuniakanlah kesehatan pada diriku, jasmani dan rohani. Seandainya ada penyakit dan cacat badan yang bersarang dalam diriku, baik yang telah ada atau yang akan Engkau rencanakan, maka hapuskanlah penyakit itu ya Allah, hapuskanlah penyakit itu ya Allah dalam suratan takdir-mu ya Allah. Aku mohon ya Allah, sehatkanlah diriku selalu, hari ini, besok dan hingga akhir hayatku. Aku mohon ya Allah, janganlah hari tuaku dipenuhi dengan berbagai macam penyakit, jadikanlah hari tuaku paling indah dan dipenuhi dengan amal ibadah dan keimanan yang setinggi-tingginya kepada-Mu ya Allah.

Santri Kepala
Marilah kita berdoa agar diberikan Kebersihan Hati.

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak (berpura-pura), amalanku dari riya (ingin dipuji manusia), lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata dan segala was was atau segala sesuatu yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.

Allahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa’I, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.

Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat munafik, sifat pemalas, sifat kikir, sifat boros, sifat sombong, sifat tergesa-gesa, sifat tidak sabaran. Ya Allah, jadikanlah aku umat-Mu yang berakhlak mulia seperti akhlak rasulullah, akhlak yang Engkau ridhoi. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS Ali Imran 3 : 8 – 9).

Rabana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rahmatan innaka antal-wahhab, rabbana innaka jami’un-nas liyaumin la raiba fihi innallaha la yukhliful-mi’ad.

Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki (kami jalan yang benar), dan berilah kami hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi. Ya Allah, kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rahmatan innaka antal wahhaab. Allahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta bainii wa baina qalbii, fahal bainii wa bainasy syaithaani wa ‘amalihi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberikan Husnul Khatimah.

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu.

Alaahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira ‘amalii khawaatiimahu wa khaira ayyaamii yauma liqaa’ika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) (QS Al-A’raf 7 : 126)

Rabbana afrigh’alaina shabran wa tawaffana muslimin
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.

Allahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat.

Duhai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui hal yang paling baik bagi umat-Mu. Ya Allah, karuniakanlah negeri kami pemimpin yang adil, yang beriman kepada-Mu, yang menyayangi rakyatnya, yang membenci kezhaliman, yang ingin menegakkan syariah Islam di negeri kami. Jauhkanlah dari negeri kami pemimpin-pemimpin yang zalim dan yang tidak beriman kepada-Mu. Ya Allah tegakkanlah syariah Islam di negeri kami, tegakkanlah kehormatan agamu-Mu di negeri kami, jadikan negeri kami percontohan yang baik sebagai negeri kaum muslim.

Santri Kepala:

Marilah kita memanjatkan Doa Penutup

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik bagi kami, tempat berserah diri yang baik bagi kami, dan penolong yang baik bagi kami.
Hasbunallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wani’mannashiir
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, izinkanlah aku untuk kembali ke tanah suci-Mu ini untuk kembali melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh dalam keadaan sehat wal afiat. Ya Allah izinkanlah aku kembali berhaji atau berumroh dalam keadaan lebih mabrur, lebih sehat dan lebih kuat.

Ya Allah, kabulkan doa, harapan dan permintaan teman-temanku yang menitipkan doa kepadaku untuk disampaikan di tanah suci-Mu ya Allah, baik yang telah terucap kepadaku maupun yang masih terbesit dalam hati mereka ketika mereka memandangku atau mendengar rencana keberangkatanku berhaji.

Ya Allah, tambahlah ilmuku, bimbinglah aku agar mendapat hanya ilmu yang lurus dan benar sesuai dengan syariat-Mu dan ajaran rasul-Mu. Bimbinglah aku agar imuku menjadi ilmu yang bermanfaat, jauh dari riya’, mudahkanlah mulutku untuk membaca dan memahami Al-Quran. Jadikanlah aku umat-Mu yang pandai menyampaikan ayat-ayat-Mu dengan ikhlas, tidak riya’, mudahkan mulutku untuk berkomunikasi dengan lancar dan tawadhu, jadikan aku orang yang tawadhu, mudahkan hati dan pikiranku untuk menganalisa ilmu agama secara benar dan lurus.

Karuniakanlah kepada aku dan seluruh anggota keluarga berupa teman-teman yang sholeh sebanyak-banyaknya, pergaulan yang baik. Jauhkanlah aku dan keluargaku serta kedua orang tua dari pergaulan dan teman-teman yang kurang baik dan dari teman-teman yang tidak sesuai dengan anjuran-Mu. Karuniakan pula kami kesempatan untuk beramal, beribadah, bersedekah, berdakwah sebanyak-banyaknya selama sisa akhir hidup kami.

Allahuma a’inni alla dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Kesejahteraan dan keselamatan semoga dilimpahkan kepada junjungan pemimpin para nabi dan rasul Muhammad s.a.w, atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang bersih dari sifat-sifat kekurangan. Dan semoga keselamatan dicurahkan kepada para Rasul dan segala puji bagi Allah seru sekalian alam. (HR. An-Nawawi).

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalaatu wassalaamu ‘alla sayyidil ambiyaa’i wal mursaliina muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shabihi ajma’iin. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati’ ammaa yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Da’waahum fiihaa subhaanakallaahumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaamun, wa aakhiru da’waahum anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.

Ya Allah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

Allahuma inna nas’aluka ridhoka waljannata wana’uudzubika min shakatika wannaar.

Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Alhamdulillahi rabbil alamin.


Catatan : Doa-doa di atas diambil dari Buku Doa & Dzikir, karangan Drs. Miftah Faridl, dan dari berbagai sumber yang tertayang di http://www.spirithaji.com/berbagi/1526-doa-panjang-ketika-di-tanah-suci-dan-wukuf-di-arafah.html

25 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bismillahirohmanirrohim.
    Terimakasih saya ucapkan kepada Prof. Marsigit yang sudah memberikan perkuliahan yang tak ada duanya selama saya kuliah selama ini.
    Tanpa disadari dengan membaca artikel- artikel Bapak, secara tidak langsung telah membantu saya untuk berdoa untuk segala kebaikan saya dan orang- orang di sekitar saya.
    Semoga segala doa yang sudah dimunajatkan dapat diijabani olehNya. Aamiin ya Rabbalallamin.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami nabi Muhammad, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara (akhirat) dan afat.

    Aku mohon ampun segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung.
    Astaghfirullaahal ‘azhiiim.

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    ReplyDelete
  2. Bermunajat kepada Allah, menjadi indikator tentang betapa insan sebagai makhluk Allah Ta'ala yang adalah sebagai hamba yang Fakir, yang tidak mempunyai/ tidak memiliki apa-apa, tidak bisa apa-apa, berkedhip pun bahkan tidak bisa melainkan semua digerakkan oleh Al Ghaib, Allah Aja wa Jalla.
    Dengan bermunajat menempatkan manusia sebagai Hamba sesungguhnya, menyadari bahwa tiada daya upaya melainkan dengan Kun Fayakun Nya, maka semua terjadi. Dengan bermunajat menempatkan manusia untuk semendhe marang Gusti Allah,,,karena tujuan, harapan, cita-cita, yang terucap lisan, bahkan ketika masih dalam pikiran semua Hak nya Allah untuk mengabulkan apa tidak, cepat atau tertunda.
    Dengan bermunajat, tercipta Interaksi langsung antara Hamba dengan Pencipta, berupa SIRR atau rasa, Rasa yang sangat Dekat, Dekat dengan yang Maha Dekat,
    Prof Marsigit? Terimakasih, telah memberikan ilmu, tidak hanya ilmu dunia, namun juga ilmu untuk menggapai tingkatan-tingkatan (maqom) hubungan dengan Tuhan, bagaimana dengan mempelajari ilmu maka makin membuka mata batin kita tentang siapa sesungguhnya yang kita Cari, yang ingin kita Temui, siapa pemilik Ilmu sebenarnya,...dan sebagainya, yang hanya bisa dipelajari melalui Kesadaran, keikhlasan,...

    ReplyDelete
  3. Berdo'a adalah bagian dari ibadah, Memanjatkan do'a kepada Allah SWT menunjukkan bahwa kita membutuhkanNya.Allah SWT mengabulkan semua do'a dari HambaNya, ada yang langsung dan ada juga yang tidak langsung, sehingga kita wajib yakin bahwa do'a kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT, dan Hanya Allah yang tahu kapan HambaNya butuh sesuatu, tugas kita sebagai hamba adalah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dalam segala aktivitas kita.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Prof. Marsigit..
    Terimaksih, Saya semakin yakin bahwa doa adalah salah satu kekuatan atau tandanya orang yang masih berpikir. karena Doa berari mengingat, bermunanjat kepada Allah SWT adalah kewajiban dan kebutuhan seorang Hamba. hanya kepadaNyalah kita Menyerahkan dan mengadukan segala isi hati. Dengan membaca elegi bermunanjat ini jadi mwnginagtkan kita pada pentingnya doa, percaya atau tidak hidup tidak akan sempurna tanpa dibarengi dengan berdoa dan bermunanjat kepadaNya, sekuat apapun usaha manusia, maka hasilnya tidak akan sempurna tanpa dilengkapi dan duibarengi oleh doa.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Supriadi kelas C 2016 Pmat Pascasarjana
    Assalamu alaikum wr.wb
    Alhamdulillah, sebagai rasa syukurku kepada Allah SWT atas petunjuk yg diberikan kepadaku melalui postingan di blog ini (Bermunajat kepada Allah SWT). Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Prof Marsigit atas postingan ini telah menyadarkanku betapa pentingnya do’a dalam mengawali setiap aktivitas sehari-hari.
    Ya, dengan bermunajat kepadaNya akan setiap urusan yang kita lakukan akan melahirkan kesyukuran, ketawadhuan dan rasa ketenangan dalam hati. Betapa sombongnya diri ini bila tak mau melibatkan Allah dalam keseharian kita melalui doa-doa yg kita munajatkan kepadaNya.
    Allah telah memerintahkan kepada hambahNya tuk berdoa:
    “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

    Berdoa bukanlah sesuatu yg berat untuk kita lakukan, namun berdoa merupakan waktu yang menyenangkan, yang bisa kita habiskan bersama Sang Pencipta. Dengan bermunajat kepadaNya, semua keinginan terdalam kita tersalurkan.
    In Syaa Allah, saya akan mengamalkannya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Prof Marsigit, suatu kehormatan bisa diajar oleh Bapak. Awalnya saya merasakan kebingungan dalam perkuliahannya Bapak, namun ketika saya mendengarkan ucapan sekaligus seruan bapak “ikhlaskan hati, ikhlaskan pikiran”. Saya mulai bercermin ke diri sendiri, bahwa apakah hari-hari yg saya lalui selama ini telah mencapai keikhlasan hati dan pikiran itu??! Intinya saya tersadar betapa pentingnya rasa syukur itu.
    Wassalamu ‘alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    Pend. Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Alloh yang disertai dengan kesucian hati dan pikiran (ikhlas). Belajar ilmu ikhlas memang tidak mudah, namun setidaknya kita bisa berusaha untuk tetap belajar dari hidup dan istiqomah di setiap waktu dan kesempatan. Terkadang banyak yang tidak kita sadari akan akan tindakan kita yang banyak ke arah dosa dan sombong, namun dengan mengingat-Nya selalu insya Alloh semoga kita diampuni dan dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran.
    Setiap doa pasti diijabah, namun diijabahnya doa bisa langsung namun juga bisa ditangguhkan. Waktu-waktu mustajabah untuk bermunajat kepada Alloh diantaranya 1/3 di akhir malam, ketika hujan, ketika malam jum’at, malam hari raya idul fitri dan malam hari raya idul adha, malam peringatan hari besar umat muslim, dan antara adzan dan iqomah. Semoga kita tergolong hamba-Nya yang beruntung. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tulisan ini telah menyadarkan saya betapa pentingnya doa dalam mengawali setiap aktivitas sehari-hari. Islam menganjurkan untuk berdoa dalam mengawali setiap aktivitas pastinya mempunyai tujuan yang jelas, yaitu untuk tetap ingat bahwa setiap perbuatan yang dilakukan tercatat dan akan kita pertanggung jawabkan kelak. Kegiatan berdoa hendaknya dilakukan dengan niat yang ikhlas dan bersungguh-sungguh. Disamping berdoa, manusia juga diwajibkan berusaha. Sekuat apapun usaha manusia, maka hasilnya tidak akan sempurna tanpa dilengkapi dengan doa. Berdoa dan bermunajat merupakan perwujudan kita sebagai manusia dalam menyerahkan dan mengadukan segala isi hati serta berkomunikasi dengan Allah SWT. Hidup tidak akan sempurna tanpa dibarengi dengan berdoa dan bermunajat kepada Nya serta dalam melakukan apapun di dunia ini, lakukanlah dengan ikhlas hati dan ikhlas pikiran.

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Bermunajat yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan cara berdo’a, berdzikir dan lain sebagainya. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jika kita mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah SWT. juga akan mendekat kepada kita. Pernahkah kalian mendengar bahwa selangkah saja kita mendekat kepada Allah SWT. maka DIA akan mendekati kita seribu langkah?? Dalam kehidupan di dunia yang fana, tentunya kita tak luput dari dosa-dosa baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Dengan bermunajat kepada Allah SWT. tentunya dapat mengurangi dosa-dosa yang telah kita lakukan walau hanya sedikit. Bermunajat juga dapat kita gunakan untuk menginstropeksi diri dan sangat baik jika dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Bermunajat juga merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Allah SWT. jika kita cinta kepada-Nya, maka kita haruslah meluangkan waktu barang sedikit untuk bermunajat atau mendekat kepada-Nya. Tentunya ketika kita bermunajat juga harus disertai dengan niat yang ikhlas dan bersungguh-sungguh sehingga kita dapat benar-benar dekat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah. Dengan membaca tulisan bapak di atas, secara langsung membimbing sy utk bermunajat kepada Allah. Mengingatkan sy utk selalu dekat kepada Nya.
    Islam mengajarkan kita untuk senantiasa ikhlas dan bertawakal dalam menjalani setiap detik dalam kehidupan, bersabar dalam menjalani segala cobaan, dan selalu berdoa dalam setiap kegiatan.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sebaik-baik doa adalah doa yang ikhlas. Doa yang benar-benar tulus dari hati.
    Tulisan ini didukung dengan pengalaman saat kuliah bersama Bapak Marsigit selalu mengingatkanku untuk mengawali berdoa dengan memohon ampun kepada Alloh SWT dengan beristighfar. Kemudian baru dilanjutkan dengan permintaan kita kepada Alloh.
    Semoga Alloh selalu memberi petunjuk dan bimbingan-Nya untuk selalu ikhlas dalam berdoa, Aamiin

    ReplyDelete
  14. irma ayuwanti
    ip kons P. Mat

    Assalamualaikum, wr., wb.
    Terimakasih bapak telah memfsilitasi kami untuk berdoa melalui artikel ini. sungguh doa adalah cara yang terbaik untuk bermunajat kepada ALLAH, untuk mensyukuri nikmat-Nya, untuk senantiasa mengingat-Nya karena tiada tempat kembali selain kepada ALLAH. Artikel Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada ALLAH kembali meyadarkan hati bahwa hanya kepada Allah kita bisa memohon segalany, dan hanya ALLAH yang akan mengabulkan semua doa dan hanya ALLAH yang tau yang tebaik bagi kita.

    wassalamualaikum, wr., wb

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas_D 2016

    Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Marsigit yang telah memberikan pencerahan kepada saya dan teman-teman, mudah-mudahan Prof selalu dilindungi Allah dan selalu berada di JalanNya. Karena dizaman sekarang ini jarang sekali seorang dosen apalagi dosen yang mempunyai basic matematika yang mau memberikan pencerahan agama kepada mahasiswanya, semoga pencerahan tentang agama Islam terus Prof sampaikan disela-sela perkuliahan dimasa-masa yang akan datang karena setiap muslim wajib memberikan dakwah kepada muslim yang lainnya, sesuai dengan Al-Qur'an surat Al-Ashr (Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal soleh. Saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran).

    Dizaman yang super sibuk seperti sekarang ini memang banyak manusia hilang kendali sehingga dia tidak menyadari apa sebenarnya hakikat (tujuan) dia diciptakan. Sehingga tak jarang mudahnyanya dia meninggalkan kewajibannya kepada sang Khalik, dia lupa bermunajat kepada Allah, dia sudah diperbudak oleh dunia yang fana ini. Dia tidak paham bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara untuk menempuh/melalui persinggahan yang abadi.

    Kalau kita kembali kepada Alqur'an dan Sunnah, pada hakikatnya manusia diciptakan tak lain dan tak bukan untuk menyembah kepada Allah (Wamakholaknal jinna wal ins illa liya'budun/ Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya). Namun dengan godaan dunia yang begitu besar sampai-sampai kita lalai untuk bermunajat kepada Allah.

    Saya teringat sebuah pepatah (Jika pikiran ini lelah memikirkan dunia maka berwuduklah, Jika pundak ini lelah memikul dunia maka bersujudlah). Karena dengan berwuduk kepala kita yang panas karena beripikir berjam-jam maka akan adem dan dengan bersujud maka aliran darah akan kembali ke kepala dan membuat kita akan fress kembali.

    Terakhir saya akan berbagi sepotong doa yang pendek namun mempunyai makna yang besar
    (ALLOHUMMA YASSIR, WALATUASIR) artinya ya Allah Permudahlah dan jangan persulit. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan selalu istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Imam Al-Gazali pernah memberikan nasehat bahwa kita sekarang ini diibaratkan sedang berada dalam sebuah pulau dimana kapal kita sedang menunggu di pelabuhan, akan tiba masanya kalau kapal kita sudah penuh, maka kita akan berangkat ketempat yang abadi. Hidup untuk mati dan mati untuk hidup. Semoga bermanfaat dan kita selalu berada di dalam Hidayah Allah, Aamiii, ya Robbal alamin...

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Nila Kurniasih. S3 IP Kons P. Mat 2016March 15, 2017 at 10:08 AM

    Assalamualaikum, wr., wb.
    Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dan mendapat banyak ilmu dari Prof. Marsigit lewat media ini. salah satu cara bermunajat kepada Allah SWT dengan berdoa. segala beban, masalah maupun permintaan kita bisa kita sampaikan dalam berdoa kemudian dibarengi dengan usaha semaksimal mungkin. Dengan bermunajat kepada Allah kita bisa merasa dekat dengan Allah. Dua kombinasi yang sangat menentramkan hati yang dilanjutkan dengan tawakkal.....apapun hasilnya kita serahkan pada Allah. Apapun hasil dari doa yang kita panjatkan dan usaha yang kita lakukan....harus diterima dengan ikhlas serta sabar. ilmu ikhlas merupakan ilmu tingkat tinggi yang memerlukan waktu seumur hidup untuk mempelajari dan berusaha menguasainya.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Terimakasih bapak Prof Marsigit, dengan membaca artikel2 yang ada di blog bapak, selain mendapatkan ilmu juga diingatkan pula tentang pentingnya bermunajat kepada Allah SWT dengan cara berdoa. dengan berdoa, semakin mendekatkan diri ini kepada Allah SWT. Dengan berdoa, membuat hati ini ini lebih tenang dalam melakukan segala aktivitas. Dengan berdoa pula banyak hal positif yang dirasakan di dalam hidup ini. dan dengan berdoa mengingatkan diri ini, bahwa doa tidak terlepas dari niat dan usaha untuk menjadikan segalanya lebih bermakna. dan dengn berdoa meningkatkan diri ini untuk lebih bertawakal.

    ReplyDelete
  19. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C
    Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. . . Bissmillahirahmanirrahim. Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan. Terimakasih pak, telah memberikan nasihat yang berguna. Mengingatkan bahwa saya untuk selalu berdoa dan memohon ampun atas dosa yang disengaja atupun tidak. Mengingatkan untuk berterimakasih kepada Allah karena masih diberi nikmat untuk bernafas sampai sampai sekarang, bersyukur atas kesehatan dan rezeki yang telah diterima. Mengngingatkan untuk berhati-hati dan selalu berdoa dalam setiap langkah. Saya ingat pertemuan pertama kuliah matematika model, bapak mengajak kami membaca istighfar dan al fatihah bersama, berdoa bersama memohon ampun dan petunjuk untuk jalan yang lurus. Simple tapi mengena.
    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  20. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Assalamualaikum
    Bismillahirrohmanirrohim
    Doa Mendapatkan Jodoh
    Izinkan saya membagikan doa yakni doa supaya mendapatkan jodoh dari apa yang saya ketahui, baca amalan nabi yusuf pada surat yusuf ayat 4, yang berbunyi :
    “Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw Wasy syamsa Wal Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”
    Yang artinya :
    “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."
    Semoga doa diatas bisa bermanfaat bagi pembaca yang belum menemukan jodohnya 

    ReplyDelete
  21. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D
    Assalamualaikum
    Do’a adalah suatu ibadah kita kepada allah swt, sebagaimana firman Allah yang artinya :
    “Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”
    Dengan demikian, kita sebagai hamba allah yang mana kita dituntut untuk selalu beribadah kepada-Nya agar kita dijauhkan dari sifat sombong atas karunia dan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

    ReplyDelete
  22. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hanya kepada Allah Swt lah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Tanpa kasih sayang-Nya kita bukan lah apa-apa. Betapa banyak dosa dan aib yang pernah kita lakukan, tapi Allah masih sangat sayang kepada kita dengan menutupinya, karena Allah Swt Maha Pengampun. Oleh karena itu, kita sebagai hamba-Nya harus senantiasa ikhlas dan bersyukur dengan nikmat yang berlimpah yang diberikan Allah kepada kita semua.

    ReplyDelete
  23. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Terimakasih Prof Marsigit, dalam blog ini selain kita mendapatkan ilmu pengetahuan, kita juga mendapatkan ilmu spiritual yang sangat bermanfaat. kita tahu bahwa Spiritual terletak paling atas setelah object hati, object pikir, object persepsi, dan material. Dalam spiritual kita kenal bahwa alira Monoisme yang berarti ESA. Tentu saja Dalam agama Islam Esa itu Menjurus pad Allah SWT. dan Kalau kita kembali kepada Alqur'an dan Sunnah, pada hakikatnya manusia diciptakan tak lain dan tak bukan untuk menyembah kepada Allah. Namun dengan godaan dunia yang begitu besar sampai-sampai kita lalai untuk bermunajat kepada Allah.

    ReplyDelete
  24. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Alhamdulillah rasa syukur semoga masih terus mengalir di setiap nafas yang saya hembuskan dan dalam setiap detak jantung kehidupan saya. Terimakasi prof. marsigit atas postingan Bapak, semoga saya tidak menjadi hamba yang takabur yang enggan berdoa dan bemunajat kepadaNya.

    ReplyDelete
  25. Nurul Faizah
    14301241022
    P. Mat A 2014 (S1)

    Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan dan bagi-Nya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

    "iyya kana'budu wa iyya kanasta'in"
    Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (QS.Al-fatihah:5)

    ReplyDelete