Jul 16, 2015

NARASI BESAR IDEOLOGI DAN POLITIK PENDIDIKAN DUNIA

Dear all,



Saya berharap pemikiran saya berikut dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya para pemikir di Indonesia ataupun di dunia:

https://www.academia.edu/14097700/NARASI_BESAR_IDEOLOGI_DAN_POLITIK_PENDIDIKAN_DUNIA

Semoga bermanfaat.

Marsigit, Indonesia

35 comments:

  1. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terimakasih kepada Pak Marsigit yang telah membagikan tautan tentang Narasi Besar Ideologi dan politik pendidikan dunia. Semoga seperti postingan yang lain, saya mendapatilmu dari apa yang bapak bagikan.

    ReplyDelete
  2. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Assalamu'alaykum Wr.Wb.
    Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (UU No.20 Tahun 2003). Pada prakteknya hal ini belum terlaksana dengan baik terutama pendidikan yang berdasarkan pada Pancasila.

    ReplyDelete
  3. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sedikit saran pendidikan kita mengikuti ideologi pancasila, sehingga tidak terjadi dosa - dosa pendidikan. Seperti yang digambarkan evolusi manusia yang berujung menjadi "binatang babi" hal ini dikarenakan gaya hidup konsumtif, hedonis, materialis, dan sebagainya. Seharusnya hal yang demikian tidak akan terjadi jika pendidikan yang berlandaskan pada ideologi pancasila diterapkan dengan baik.
    Wassalamu'alaykum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Teriimakasih atas link yang Bapak berikan, sangat bermanfaat bagi semua orang yang membaca isi dari narasi tersebut.

    ReplyDelete
  5. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam link yang Bapak berikan, sebenarnya saya tidak banyak bisa memahami isi dari powerpoint Bapak. Hal ini karena ketidaktahuan saya mengenai materi yang sampaikan. Tapi ada satu slide yang saya bisa sedikit menangkapnya, yaitu Dosa-dosa Pendidikan yang disimpulkan oleh Bapak sendiri. Ada beberapa kategori pendidikan yang dianggap sebagai dosa-dosa pendidikan, yaitu: pendidikan esensialisme mutlak, esensialisme, lascar, berbasis pasar, spiritualisme mutlak, konservatif mutlak, liberalisme mutak, kapitalisme, humanisme mutlak, konstruksi sosial, sentralistik, positif, formalism, saintifik mutlak.

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Ideologi yang mengacu pada Pancasila sesungguhnya merupakan hal yang oaling tepat untuk warga Indonesia, salah satunya di bidang pendidikan. Namun saat ini santernya hoax membuat banyak pihak "memutarbalikkan" pancasila sehingga banyak terjadi perpecahan karena kurangnya keyakinan dalam diri. Hal ini juga tercermin dari banyaknya dosa-dosa dalam dunia pendidikan yang terjadi pada pendidikan di Indonesia, tentu menjadi bahan introspeksi bersama dari semua elemen yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017
    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Paparan dan penjelasan ini memberikan gambaran kondisi dunia secara umum dan kondisi Indonesia pada akhir-akhirnya. Setelah saya membaca dan merenung kembali dengan kondisi pendidikan dan politik di negara kita, sepertinya benar bahwa kita berada dalam krisis multidimensional, serta solusi yang ditawarkan sangat berpotensi untuk bisa menanggulangi kondisi tersebut. Semoga para pemimpin kita bisa memahami kondisi ini dan bisa mengambil solusi yang selaras dengan solusi yang ditawarkan jni.
    Terima kasih banyak Pak, atas paparan dan pencerahanya

    ReplyDelete
  8. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kata pertama yang saya lontarkan untuk bacaan ini adalah “SUPER”. Kenapa demikian, ternyata pengetahuan tentang pendidikan di Dunia tidak semudah dan segampang yang kita fikirkan. Begitu banyak sekali pengetahuan-pengetahuan tentang pendidikan di Dunia yang tidak diketahui para pendidik.
    Dari bacaan yang diberikan oleh bapak, saya sangat tertarik karena penyampaian yang diberikan berupa penyampaian global mengenai dunia, mengerucut kependidikan dunia, mengerucut ke pendidikan Asia Tenggara lalu lebih kerucut lagi pada pendidikan Indonesia, negara kita tercinta. Penyampaian yang runtut sedikit memberikan pencerahan kepada saya karena pemahaman mengenai pembukaan materi yang diberikan butuh pemahaman ekstra, ataupun bisa di bilang sangat ekstra. Namun walaupun demikian, setelah membaca sampai finish, maksud dan tujuannya antara lain yaitu kita mnegetahui dunia pendidikan di Indonesia kita sekarang ini. Sangat memprihatinkan jika memang keadaan pendidikan di Indonesia seperti itu pada tahun 2015, bisa jadi tahun ini, 2017, juga dunia pendidikan Indonesia masih begitu adanya. Dari data yang diberikan bapak mengenai perkembangan pendidikan Indonesia, sangatlah miris karena ternyata kita kalah jauh dari Negara Singapura yang notabenya Negara kecil dibandingkan Indonesia. Perkembangan pendidikan di Singapura bisa dikatakan mengalami kenaikan menuju hal yang positif. Jadi tidak heran jika memang Singapura masuk pada ranking pertama yang termasuk pada –Very High Human Development- serta memperoleh Ranking 5 Dunia yang terpaut jauh dari Indonesia yang menduduki ranking 114.
    Perkembangan pendidikan di Indonesia yang memang bisa dikatakan menurun ini memang tidak lepas dari peranan pemerintah yang ada sekarang ini. Jika dilihat dosa-dosa pendidikan yang tertulis pada tulisan bapak, saya merasa saya tidak sanggup lagi untuk membaca karena terlalu banyak dosa yang ada pada dunia pendidikan ini. Namun, setelah bapak memberikan beberapa solusi yang diberikan, hati agak merasa tenang karena memang benar, inti dari pendidikan Indonesia agar maju adalah jiwa nasionalisme. Jadi landasan-landasan yang ada kita gunakan agar mengembangkan pendidikan Indonesia saat ini. Selain itu, kita memiliki tokoh besar yaitu Ki Hajar Dewantara yang memiliki teori belajar yang bapak sebutkan pada tulisan tersebut. Jadi kenapa tidak kita mulai mengkaji teori belajar tersebut agar dapat digunakan dalam dunia pendidikan Indonesia.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Idealnya pendidikan kita menganut idelogi public educator, sesuai dengan falsafah bangsa kita, Demokrasi Pancasila. Berbagai upaya telah dilakukan, baik dari sistem hingga praktik di lapangan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Perubahan paradigma pembelajaran menuju pembelajaran inovatif pun tengah diupayakan. Namun, terdapat banyak kesenjangan antara kondisi ideal dengan kenyataan yang terjadi. Hal ini diakibatkan oleh berbagai permasalahan yang kompleks sehingga membuat kita sulit untuk benar-benar menunjung tinggi falsafah bangsa. Hal ini membuat kita hampir kehilangan jati diri bangsa kita sendiri. Seperti yang diungkapkan dalam tabel politik dan ideologi pendidikan tersebut. Bangsa kita yang semestinya menjunjung tinggi demokrasi justru tergerus oleh kehidupan kontemporer sehingga menganut pendidikan kontemporer.

    ReplyDelete
  10. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum,Wr.Wb
    Terimakasih pak atas filenya akan saya download. Disini saya mendapatkan pengetahuan yang banyak, salah satunya mengetahui tentang pendidikan kapitalisme, saintisisme, sosialisme, spiritual, demokrasi, dan kontemporer indonesia dengan/secara filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya/karakter, ilmu, epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar.

    ReplyDelete
  11. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih Prof. Marsigit atas link nya. Postingan di atas menggambarkan bagaimana perkembangan idiologi dan politik pendidikan di dunia dari awal sampai solusi yang ditawarkan sekarang. Saya setuju dengan idiologi dan politik pendidikan yang ditawarkan Prof. Marsigit untuk Indonesia, yakni idiologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila. Idiologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila berlandaskan pada pancasila, berkarakter jati diri bangsa, dengan tujuan yang mulia yakni memperoleh hidup yang selamat, sejahtera lahir-batin serta dunia akhirat. Pendidikan yang berlandaskan jati diri bangsa sendiri akan mengantarkan kepada kita untuk mencintai dan menjaga bangsa ini. Tujuan pendidikan yang tidak hanya sebatas dunia, tetapi juga sampai akhirat akan mengantarkan kita kepada keberkahan hidup.

    ReplyDelete
  12. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Terima kasih atas referensi yang bapak sajikan. Pertama-tama, dengan jujur, saya ingin mengatakan bahwa, analisis-analisis, baik itu sejarah mauun hakikat-hakikat ideologi besar yang bapak tuliskan di beberapa slide PP tersebut, masih sangat asing bagi saya yang sangat jarang bersentuhan dengan pembahasan-pembahasan filsafat. Kedua, mungkin nanti di satu pertemuan di dalam kelas, bapak berkenan untuk menjelaskan point-point penting yang ingin disampaikan oleh tulisan bapak, sehingga dengan itu kami dapat lebih mudah dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  13. Junianto
    17709251065
    PMC

    Dari postingan Prof. Marsigit tersebut, saya menjadi tahu tentang berbagai macam dosa pendidikan Indonesia ataupun kesalahan-kesalahan dalam penerapan pendidikan di Indonesia. Dari berbagai dosa pendidikan tersebut, saya sepakat bahwa Pendidikan dengan demokrasi Pancasila adalah yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila memang diambil dari budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia. Ketika kita menrapkan pendidikan kapitalis ataupun liberala tentu tidak cocok karena itu tidak berasal dari bangsa kita sendiri. Untuk itu sudah saatnya para pemegang kebijakan pendidikan dan sel;uruh elemen pendidikan bangsa Indonesia mengembalikan sistem pendidikan kepada Pancasila.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih bapak atas ilmunya. Hal yang saya ketahui menjadi bertambah. Secara khusus, saya akan mengomentari tentang kalimat ini: "StrukturI lmu yang dikembangkan Dunia Kontemporer tidak mampu menjangkau Spiritualitas". Sedikit banyak saya setuju dengan statement tersebut. Terbukti dengan beberapa kali perubahan kurikulum belum pernah ada kurikulum yang diterima secara umum sebagai kurikulum yang memerdekakan pikir dan spiritualitas. Yang kedua, saya akan berkomentar tentang dosa-dosa pendidikan di Indonesia: "monokultur". Monokultur berarti tidak multikultural. Penelitian skripsi saya tentang pendidikan multikultural. Berawal dari kekhawatiran saya dengan beberapa lembaga pendidikan yang tak terkendali. Yang lupa dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Lah bangsa kan berbhineka tunggal ika, tapi saya melihat lembaga pendidikan di Indonesia berdiri tegak pada golongan masing-masing. Agak lucu dan menyimpang menurut saya. Karena pendidikan yang seperti ini masuk pada pendidikan yang membelenggu.

    ReplyDelete
  15. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas sumber belajar yang diberikan. Melalui link tersebut, saya sedikit banyak tahu tentang kondisi ideologi dan politik pendidikan.
    Berdasarkan slide PPT yang Pak Prof. sajikan, saya melihat terdapat ketidakseimbangan di dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Misalnya, antara peran guru dan peran siswa. Disini siswa dipandang seperti “empty vessel” atau wadah kosong sedangkan guru dipandang sebagai think tank yaitu sebagai pelaksana terkendali. Disini terlihat proses belajar mengajar itu adalah sebagai proses pemindahan pengetahuan dari guru kepada siswa.
    Namun, menurut saya sebaiknya dalam proses pembelajaran siswa hendaklah sebagai aktornya, dan guru sebagai fasilitatornya. Guru memberi ruang gerak kepada siswanya untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya sehingga mereka benar-benar memahami materi pelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    melalui link di atas ternyata banyak sekali hal-hal baru yang tidak saya ketahui selama ini. Dan semakin membuat saya tertarik ketika membaca bagian dosa-dosa pendidikan. Wacana yang nenarik bagi saya. Ini berarti banyak sekali PR bagi kita semua terutama para pendidik untuk memperbaiki hal tersebut.

    ReplyDelete
  17. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat sajian dari Pak Prof tersebut, membuka mata saya bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan terhadap pembelajaran yang pernah saya lakukan. Dengan adanya refleksi dari bacaan yang telah disajikan tersebut kedepan saya akan perlahan-lahan memperbaiki sisi-sisi kekurangan terhadap pembelajaran yang saya lakukan agar terbentuknya iklim belajar yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  18. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Bidang pendidikan adalah salah satu bidang yang utama dan disoroti dalam suatu negara. Tentunya pendidikan di suatu negara tidak terlepas dari tindakan politik. Sayangnya, yang terjadi di Indonesia, politikus-politikus banyak yang hanya mementingkan jabatan dan keuntungan pribadi atau kelompok. Maka sebenarnya semua kurikulum dan kebijakan pendidikan adalah permainan yang mengatasnamakan pendidikan. Pendidikan perlu kesetaraan-kesamaan-equity. Tapi yang terjadi di Indonesia adalah kesenjangan dan ketimpangan. Itu adalah suatu bukti bahwa pendidikan di Indonesia telah dijadikan ranah untuk “berkorupsi”. Padahal orang-orang yang merancang sistem pendidikan, konten-konten, kurikulum, dan sebagainya adalah para cendekiawan, bukanlah para pelaku politik. Pelaku politik hanya mengatakan apa yang diinginkannya, kemudian para cendekiawanlah yang bekerja. Boleh dibilang sangat tidak pantas, memang, tapi setidaknya peluh para cendekiawan yang telah bekerja keras boleh diapresiasi, karena kini pendidikan di Indonesia sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  19. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Dari slide presentasi yang disajikan, beberap hal dapat saya temukan tentang ideologi pendidikan. Pendidikan dan sistemnya sangat dipengaruhi oleh ideologi yang dianut. Baik itu kapitalisme, sosialisme, ataupun liberalisme. Secara umum dari paham tersebut selalu mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains. Pendidikan di indonesia harus lah memiliki paham sendiri berdasarkan karakteristik masyarakat.Pembelajaran harus selalu berdasarkan ideologi pancasila yang tidak mendiversikan antara agama dan ilmu pengetahuan sains.

    ReplyDelete
  20. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berdasarkan PPt yang sudah saya baca, pendidikan kontemporer Indonesia masih menganggap siswa sebagai wadah kosong dan guru sebagai wadah lain. Tidak lain tujuannya hanya memindahkan ilmu dari wadah 1 ke wadah yang lainnya. Pendidikan demokrasi Indonesia merupakan solusi dimana di dalam pendidikan tersebut tidak menghilangkan jati diri Indonesia dan hakikat Ilmu tetap bersumber pada spiritual. Teori mengajar dan teori belajar yang diusungpun merupakan semboyan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia). Dari teori-teori itu memiliki makna yang bagus untuk diterapkan pada masa yang sekarang. Guru memberi contoh yang baik sehingga siswa dapat meniru, guru sebagai fasilitator memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan soal, dan guru juga dibelakang siswa untuk memberi motivasi lebih.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terdapat bagian yang mengulas RME dalam postingan Bapak, berbekal sedikit pengetahuan yang saya miliki mengenai pelaksanaan RME di Kelas, banyak guru yang kesulitan mengaplikasikan konsep ini, bahkan segelintir dari mahasiswa yang notabene dibekali lebih mengenai RME juga masih kesulitan mengaplikasikannya dalam pembelajaran di kelas.
    Terlebih dalam RME terdapat "starting point" yang harus ditentukan oleh guru secara presisi sehingga dapat mengekspos karakter siswa di kelas tersebut. RME dirasa dapat menjawab kegundahan dan gap siswa mengenai matematika dan kehidupan, namun perlu diingat bahwa siswa yang telah masuk pemahaman matematis secara abstrak tidak seharusnya diberi RME yang dapat dilihat sebagai usaha guru untuk memperkenalkan konsep matematika secara konkret kepada siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  22. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berkaitan dengan paradigma baru yang tangah diusahakan dalam pendidikan di Indonesia, sumber dan media pembelajaran yang senantiasa mengalami kemajuan tentu sangat membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas, walaupun tetap saja ada guru yang masih kekeh ingin mempertahankan sistem pembelajaran yang telah mendarah daging. Orientasi guru yang tengah diusahakan menjadi student oriented dijembatani dengan diberlakukannya kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifiknya. Pendekatan ini mengharuskan guru mengelola kelas dengan tanpa memberikan materi secara langsungf, melainkan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan penemuan ulang konsep yang tengah dipelajari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  23. Terimakasih atas ilmu baru yang Prof Marsigit berikan. Banyak yang belum saya ketahui tentang dosa-dosa pendidikan yang telah Prof simpulkan dalam bentuk PPt serta dituliskan juga solusinya. Khususnya epistemologi pendidikan yang berlandaskan Pancasila yang disitu terdapat karakter Indonesia yang bernurani,adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri, dan kerjasama yang dimana semuanya itu telah mencakup isi dari Pancasila. Tujuan pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan agama, kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran diarahkan pada perilaku yang mendukung upaya terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan berlandaskan pancasila maka tingkah laku kita akan terlindungi dari hal-hal yang tidak sesuai dengan pancasila.

    ReplyDelete
  24. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Aminnn,,,Anakndapun berdo’a semoga apa yang bapak cita-citakan atau yang bapak inginkan cepat disegerakan oleh Allah.Sayapun banyak belajar dari berbagai tulisan bapak,ada banyak pelajaran yang dapat saya petik.Salah satunya bagaimana cara berfilsafat.Anaknda berharap, semua hasil karya bapak dapat dibaca dan dinikmati oleh semua khalayak baik dalam negeri maupun luar negeri .Aminn.wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Munculnya dosa-dosa pendidikan di Indonesia dikarenakan pendidikan di Indonesia yang seharusnya berlandaskan pada UUD dan Pancasila pada prakteknya tidak semuanya sesuai dengan UUD dan Pancasila. Untuk terhindar dari dosa pendidikan seharusnya kesemua dalam pendidikan di Indonesia kembali pada UUD dan Pancasila. Dengan demikian, tujuan pendidikan untuk menciptakan insan yang bernurani, adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri, kerjasama dapat tercapai. Maka perkembangan gaya hidup manusia modern yang cenderung mengarah ke gaya hidup konsumerisme dan hedonisme serta acuh terhadap lingkungan sekitar dengan gaya hidup yang bisa dibilang mrip dengan "binatang" tidak perlu terjadi.

    ReplyDelete
  26. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berdasarkan paparan bapak, membuka mata saya bahwa sangat banyak kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa dalam pendidikan yang telah dilakukan. Sehingga sangat banyak "PR" yang harus kita selesaikan. Namun dari itu semua sistem pendidikan yang kita laksanakan harus berdasarkan ideologi tanah air tercinta yaitu berdasarkan ideologi Pancasila. Dan semoga pendidikan di Indonesia semakin membaik. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  27. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak hal menarik yang dapat diambil dan dipahami dari materi materi yang Prof. Marsigit sampaikan. Salah satunya mengenai solusi untuk masalah politik dan ideologi pendidikan yang terjadi di Indonesia saat ini. Saya sangat sependapat bahwa sistem pendidikan yang paling tepat untuk Indonesia adala pendidikan demokrasi Pancasila, yakni pendidikan yang berdasar filsafat dan ideologi Pancasila, berlandaskan politik demokrasi sebagaimana termuat dalam UUD '45, serta mengedepankan karakter atau jatidiri bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Untuk membangun generasi yang cinta pada negrinya, tentu harus dimulai dengan meletakkan dasar-dasar luruh yang dianut di negeri tersebut pada segala sendi dan salah satu langkah strategis tentu melalui jalur pendidikan.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Narasi yang telah Bapak tuliskan cukup kompleks bagi saya. Ulasan dosa-dosa pendidikan humanisme mutlak menjadi sorotan utama saya, yang meliputi anti spiritualisme, hedonisme, egosentris, dan dunia terbelah. Bagi saya, seseorang yang benar-benar terdidik mampu menjadi lebih humanis. Dapat pula dikatakan proses pendidikan menjadikan seseorang untuk memanusiakan manusia, bukan malah sebaliknya (seperti mengeksploitasi ataupun merugikan orang lain). Saya sangat setuju solusi atas dosa-dosa pendidikan yang ada melalui Pendidikan Demokrasi Pancasila. Esensi dari pendidikan itu sendiri bukanlah suatu paksaan bagi individu. Menurut saya nilai-nilai pendidikan dari semboyan Ki Hadjar Dewantara memiliki makna yang begitu mendalam. Karakter yang beliau bentuk dalam dunia pendidikan juga begitu kuat, seperti penciptaan jiwa yang merdeka, cakap dan berguna bagi masyarakat dan bangsa. Saya merasa di era saat ini sangat penting untuk merefleksikan kembali Pendidikan Demokrasi Pancasila tersebut. Bagi generasi saat ini juga diharapkan dapat mengenal sosok pahlawan dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  29. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Secara umum banyak ideologi yang berupaya menggerogoti bangsa Indonesia. Sejak peperangan antar blok barat dan blok timur, Indonesia terus berupaya untuk berdaulat dengan mengambil posisi non-blok. Pancasila yang merupakan pilar bangsa Indonesia merupakan ceriman utuh bangsa yang tidak dapat ditawar lagi. Salah satu instrument penting agar bangsa Indonesia tetap dapat berdiri kokoh adalah melalui sistem pendidikan. Pendidikan utama bangsa Indonesia adalah teladan, maka ideologi pendidikan patutnya didasari dengan fundamentalisme utama, yaitu teladan.

    ReplyDelete
  30. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Fakta yang disebutkan memang benar adanya. Salah satu nya yaitu terlalu sedikit pembelajaran agama yang diberlakukan di sekolah. Hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu. Andaikata ibaratkan matematika 4-6 jam/minggu, maka perbandingannya 1:3. Bahkan sempat ada isu pelajaran agama akan dihapuskan oleh pemerintah. Menurut saya itu tidaklah benar jika pelajaran agama dihapuskan, dan hanya akan membuat para siswa jauh dari nilai agama, apalagi pancasila.

    ReplyDelete
  31. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    sedikit tambahan.
    Solusi diakhir slide yang bapak bagikan sangat bijak dan baik. Saya sangat setuju dengan ideologi dan politik pendidikan untuk Indonesia, yakni ideologi dan politik pendidikan demokrasi pancasila. Dengan berlandaskan pada pancasila diharapkan pendidikan Indonesia akan menghasilkan berkarakter jati diri bangsa, dengan tujuan yang mulia yakni memperoleh hidup yang selamat, sejahtera lahir-batin serta dunia akhirat. Jika seandainya para menteri pendidikan itu mengerti filsafat pendidikan, maka akan lebih baik jika solusi yang telah bapak tuliskan itu diimplementasikan dan dikembangkan.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pancasila merupakan ideologi yang mendasari Negara Republik Indonesia. Pancasila telah mengimpun keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Pendidikan yang ada di Indonesia sudah sebaiknya berlandasakan pancasila. Karena pancasila sudah disusun berdasarkan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Sehingga dengan berlandaskan pancasila dapat menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam pendidikan Indonesia. Semoga solusi yang diberikan oleh bapak dapat diimplementasikan dan diterapkan dengan baik.

    ReplyDelete
  33. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Filsafat bermula dari yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian berkembang menjadi filsafat sesuai jamannya mulai dari sifat-sifat dunia. Mulai dari sifat dunia yang tetap dan berubah. Yang tetap berkembang menjadi Absolutism, konsisten atau koheren, Identitas, dalam pikiran, analitik dan a priori. Yang berubah berkembang menjadi berubah, korespondensi, plurarism, dalam pengalaman, rasio dan a Posteriori. Yang kemudian memunculkan Imanuel kant yang menyimpulkan menjadi ilmu adalah sintetik a priori.
    Kemudian yang menarik adalah fenomena Comte yang menarik tapi sangat berbahaya. Dimana ini bahayanya adalah saat mengabaikan akhirat dan lebih memilih duniannya. Ini yang melandasi kurikulum 2013. Sehingga kita perlu berhati-hati. Sejatinya diri ini memiliki filsafat Pancasila yang bersifat monodualisme ada hubungannya dengan dunia dan akhirat. Jadi sebenar-benar ilmu itu bagaimana menyeimbangkan antara yang ada didunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  34. Junianto
    17709251065
    PM C

    Sistem pendidikan di Indonesia saya kira sudah cukup baik, terbukti dengan tidak sedikitnya ilmuwanyang dilahirkan oleh pendidikan dalam negeri. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pembenahan dan perbaikan perlu terus dilakukan guna menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas. Dari postingan prof, saya juga menjadi lebih paham tentang kesalahan/ dosa pendidikan Indonesia. Demikian pula bahwa pendidikan dengan demokrasi Pancasila adalah yang paling tepat diterapkan di Indonesia. Karena Pancasila memang diambil dari budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dan Pancasila berasal dari bangsa Indonesia. Ketika kita menrapkan pendidikan kapitalis ataupun liberal tentu tidak cocok karena itu tidak berasal dari bangsa kita sendiri.

    ReplyDelete