Oct 24, 2015

Whatever your idea about Scientific Method will be useful.

Dear Pembaca yang budiman dan para Mahasiswa S1, S2, S3 dan juga para guru atau khalayak umum yang sempat membaca tulisan ini.


Aslm Wr Wb

Pada Forum ini saya ingin mengetahui : Apa pendapat anda atau apa yang anda ketahui atau bagaimana Pengalaman anda tentang (dalam konteks Kurikulum 2013 atau boleh dalam konteks umum):

1. Makna Metode Saintifik,
2. Manfaat Metode Saintifik,
3. Macam Metode Saintifik,
4. Landasan Metode Saintifik,
5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA),
6. Kedudukan Metode Saintifik,
7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain.
8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik,
9. Pelaksanaan Metode Saintifik,
10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
11. Atau yang lainnya tentang Metode Saintifik yang belum disebut diatas.

Pendapat anda akan bermanfaat bagi kita semua yang memerlukannya. Forum ini merupakan sharing ideas untuk kita semua. 
Pendapat boleh Spontan, berdasar Referensi, Hasil Penelitian, atau Pengalaman Mengajar.
Pendapat atau uraian anda cukup ditulis di kolom Comment posting ini.
Boleh dicantumkan Link atau Webblog atau yang lain yang disarankan diakses atau dibaca. 
Demikian saya ucapkan terimakasih atas partisipasi dan kontribusinya.

Wslm Wr Wb

Marsigit UNY, 24 Oktober 2015

30 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu manfaat bagi siswa yang paling menonjol dari pendekatan scientific adalah pada kegiatan mengamati. Dari kegiatan mengamati yang paling diharapkan adalah munculnya rasa ingin tahu siswa yang tinggi sebagai modal belajar siswa. Di matematika, modal tersebut digunakan anak untuk berpikir. Beberapa sumber belajar yang bisa memfasilitasi kegiatan mengamati yaitu seperti pola bilangan, alat peraga, video, gambar, LKS, model bangun ruang, lingkungan, dan sebagainya. Selain itu yang tak kalah pentingnya, untuk pemahaman konsep, siswa bisa mengamati contoh dan non contoh dari konsep yang dipelajari. Pada materi Aljabar misalnya, siswa bisa mengamati dan membedakan yang mana koefisien, variabel, konstanta, dan suku.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Selain itu yang harus diperhatikan pada tahap mengamati adalah yang diamati harus menimbulkan pertanyaan di benak siswa atau yang diamati harus mengandung sesuatu yang dapat dipertanyakan siswa. Salah satu kesulitan pada pendekatan scientific adalah pada kegiatan menanya. Guru harus menunda keinginannya untuk memberikan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan pada masalah matematika ditunda agar mendorong siswa bertanya. Jika siswa memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks atau siswa sekedar memberikan komentar, itu bukanlah masalah, yang penting guru harus mengiring anak ke pertanyaan yang diinginkan. Dan pertanyaan yang diharapkan ditulis di RPP.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pelaksanaan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik sudah banyak diterapkan dan hasil yang didapat dari beberapa sekolah yang saya tahu mendapat hasil yang bagus. Hal tersebut karena siswa dituntut lebih aktif selama pembelajaran, termasuk dituntut untuk “menemukan” konsep sendiri. Tetapi yang perlu diketahui pendekatan saintifik harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menfasilitasi pembelajaran serta kesediaan media pembelajaran yang dapat membantu siswa selama pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kemendikbud (2013:1) menyatakan bahwa metode ilmiah merupakan teknik merumuskan pertanyaan dan menjawabnya melalui kegiatan observasi dan melaksanakan percobaan. Dalam penerapan metode ilmiah terdapat aktivitas yang dapat diobservasi seperti mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Pendekatan saintifik merupakan kerangka pembelajaran dari kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini dapat disamakan dengan suatu proses ilmiah karena didalamnya terdapat tahapan-tahapan terutama dalam kegiatan inti. Dan pada pendekatan ini peserta didik menjadi subjek pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Berdasarkan pengalaman saya sewaktu observasi sebelum menghadapi program pengalaman lapangan terbimbing (PLT) yang terlihat yaitu masih terdapat kesulitan dalam menerapkan metode saintifik dikarenakan guru-guru yang masih belum paham betul bagaimana penerapan metode saintifik tersebut.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam artikel lain di weblog ada yang menegaskan bahwa saintifik yang dimaksud dalam pendekatan saintifik (versi Kurikulum-13) adalah saintifik empiris. Tentu dalam pembelajaran diperlukan keselarasan antara pikiran dan pengalaman empiris. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika memiliki keterkaitan dengan saintifik empiris adalah pendidikan matematika realistik atau Realistic mathematics education (RME). Selama ini saya telah salah memahami kata realistik . Ternyata realistik yang dimaksud bukan terbatas nyata di dunia nyata. Tapi nyata di benak siswa (imaginable) juga realistik yang dimaksud dalam RME
    Bacaan yang saya rekomendasikan untuk kawan-kawan buku-bukunya Hans Freudenthal, prosiding Marja Van den Heuvel panhuizen di bookfi.net (kalau saya terkendala bahasa) kalau mau yang bahasa Indonesia ada bukunya dosen jurdikmat Pak Ariyadi Wijaya judulnya pendekatan matematika realistik

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika

    Saintifik terkenal dengan lima sintaknya, salah duanya adalah mengamati dan menanya. Mengamati dan menanya menjadi poin penting dalam menerapkan pembelajaran saintifik. Dengan mengamati diharapkan siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang apa yang hendak ia pelajari. Setelah diamati, maka guru perlu menahan keinginannya untuk bertanya tentang apa yang siswa amati, melainkan guru membiarkan siswa dengan sendiri bertanya tentang apa yang ia amati. Dengan pembelajaran saintifik, guru perlu berinofasi dan kreatif selama proses pembelajaran didalam kelas.

    ReplyDelete
  8. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara pribadi saya belum paham betul mengenai pendekatan saintifik. Memang secara teori mungkin bagi sebagian orang cukup mudah, namun dalam prakteknya masih banyak guru yang mengalami kesulitan. Kondisi demikian saya ketahui saat observasi PPL di salah satu SMP di Wates. Kepala Sekolah mengatakan bahwa walaupun secara kurikulum SMP tersebut telah menerapkan kurikulum 2013, namun secara praktek masih banyak guru yang belum menerapkan secara optimal karena belum memahami pendekatan saintifik secara mendalam.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Assalamualaikum wr..wb...
    Kurikulum 2013 pada dasarnya bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegenai Sistem Pendidikan Nasional dikarenakan penekanan pengembangan kurikulum itu hanya berpatokan pada orientasi pragmatis. Selain itu juga, kurikulum 2013 tidak dilandaskan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga pada tataran pelaksanaannya dapat membingungkan guru itu sendiri beserta yang terlibat di dunia pendidikan. Di Indonesia kesannya pergantian kurikulum adalah sebuah proyek, sebagaimana kita ketahui di Indonesia ini Ganti menteri maka ganti kurikulum pula.
    Demikian sekiranya tanggapan kami, wassalam... terimakasih.

    ReplyDelete
  10. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kurikulum 2013 atau sering diistilahkan dengan kurikulum dengan pendekatan saintifik menurut saya bagus walaupun masih banyak yang harus direvisi. Karena dengan adanya pendekatan saintifik ini peserta didik akan ikut terlibat langsung dalam suatu permasalahan sehingga dia bisa mendalamai permasalahan itu, siswa lebih menjadi kreatif karena dia yang akan mencari tahu dan guru hanya sekedar fasilitator

    Pengalaman saya menerapkan kurikulum 2013 atau dengan pendekatan saintifik, menurut saya siswa lebih kreatif, mereka lebih terbuka dan berani menyampaikan pendapatnya karena mereka diberi waktu yang luas untuk memahami materi. Kemudian siswa bersemangat dan aktif dalam berdiskusi, tugas guru di dalam kelas tidak terlalu banyak karena guru hanya memonitor apa kegiatan siswa. Namun dengan adanya pendekatan saintifik ini tugas guru untuk mempersiapkan PBM lebih banyak karena guru harus mempersiapkan materi sebaik mungkin dan semenarik mungkin sehingga materi tersebut akan lebih membekas di pikiran siswa, dan tugas seperti inilah yang lumayan sulit untuk dikerjakan.

    Selanjutnya dengan K-13 ini, karena siswa mencari tahu sehingga membutuhkan waktu yang panjang, sehingga terkadang kurangnya waktu untuk menuntaskan sebuah materi yang sudah direncanakan tuntas pada hari itu. Dan yang penting dalam pendekatan saintifik ini harus tersedia sarana dan prasarana yang cukup, karena sarana dan prasrana yang cukup sangat berperan penting dalam pendekatan saintifik. Kalau sarana prasarana tidak memadai maka untuk menerapkan pendekatan saintifik sangat sulit.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pengalaman saya di salah satu SMA di Kota Jogja, penerapan pendekatan saintifik sudah lumayan baik. PAda mata pelajaran tertentu cukup baik, namun kelemahan lagi adalah tentang partisipasi siswa kurang. Contoh ketika saya meminta adanya siswa yang maju kedepan untuk mengkomunikasikan hasil diskusinya, memang ada siswa yang maju kedepan untuk mengomunikasikannya tetapi siswanya itu-itu terus. Hal tersebut menunjukkan beberapa siswa masih terbiasa dengan konvensional dan butuh adaptasi. Selain itu pengalaman saya di suatu SMP di Bantul saat observasi PPL, terlihat beberapa siswa kurang fokus ketika pendekatan saintifik diterapkan. Sehingga terkadang guru menunjuk seorang siswa untuk maju kedepan mengomunikasikan hasil diskusinya. Semoga dapat bermanfaat.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  12. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa secara aktif dapat mengonstruk konsep melalui tahapan-tahapan mengamati (mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep yang telah ditemukan.

    ReplyDelete
  13. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat menjadikan siswa aktif dalam mengkonstuksikan pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menentukan kebenaran ilmiah. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis dengan menggunakan kapasitas berfikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  14. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah yang telah diperbaharui menjadi Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan mengenai perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi ciri khas dan kekuatan tersendiri dari adanya kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pendekatan saintifik relevan untuk diterapkan terhadap berbagai jenjang pendidikan, baik itu SD, SMP, maupun SMA. Hanya saja, ketika menerapkannya dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat berpikir peserta didiknya. Penerapannya dilakukan secara bertahap, yaitu mulai dari penggunaan hipotesis dan berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis dan berfikir abstrak yang lebih kompleks. Ha ini diperkuat oleh Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget yang mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa, seseorang telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan dengan baik dua ragam kemampuan kognitif, yaitu kapasitas menggunakan hipotesis dan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran pada semua mata pelajaran yang dianjurkan dalam kurikulum 2013. Hasil penelitian dari Dwi Astuti (2015) menunjukkan bahwa pendekatan saintifik efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD, yaitu meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa pendekatan ini juga efektif bagi pembelajaran matematika. Hasil penelitian dari Dinsi Marlenawati (2014) menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan metode saintifik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa.

    ReplyDelete
  17. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelaksanaan metode saintifik dalam pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan bertujuan untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang telah dikuasai siswa sebelumnya, yang berkaitan dengan materi pelajaran baru yang akan dipelajari oleh siswa. Guru harus mengupayakan agar siswa yang belum paham suatu konsep dapat memahami konsep tersebut, dan siswa yang mengalami kesalahan konsep dapat mendapatkan konsep yang benar. Pada kegiatan pendahuluan, guru menyajikan suatu permasalahan yang dapat memunculkan pertanyaan pada diri siswa. Kegiatan inti pada pembelajaran dengan metode saintifik bertujuan untuk mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip oleh siswa dengan bantuan dari guru melalaui langkah-langkah kegiatan yang diberikan di muka. Kegiatan penutup ditujukan untuk validasi terhadap konsep yang telah dikonstruk oleh siswa serta pengayaan materi pelajaran yang dikuasai siswa.

    ReplyDelete
  18. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya belum memiliki pengalaman dalam menerapkan metode saintifik di sekolah. Namun, berdasarkan referensi yang saya baca, kebanyakan guru berpendapat bahwa mereka mengalami kesulitan menerapkan metode saintifik karena beberapa hal, di antaranya: (1) tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan saintifik, (2) kesulitan dalam melakukan apersepsi, (3) kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, (4) kesulitan pada langkah/proses menanya, serta (5) tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  19. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    SMP 2 Pleret. Sekolah yang beberapa minggu lalu saya observasi sebelum nantinya akan menjadi sekolah PLT-saya. Disana, kelas VII dan kelas VIII telah menggunakan kurikulum 2013, namun pada pelaksanaannya pendekatan saintifik belum dapat diterapkan dengan baik. Guru matematika yang kami temui mengaku (pada saat mengajar di kelas tertentu) bahwasanya siswa sangat sulit dikondisikan dan sulit diajak berpartisipasi. Tentu hal, hal semacam itu menjadi salah satu kendala pelaksanaan pendekatan saintifik. Ada sekolah yang gurunya siap, siswa nya tidak siap. Namun ada juga yang gurunya tidak siap namun siswanya siap. Bermacam-macam. karenanya untuk menerapkan pendekatan ini, baik siswa maupun guru, keduanya haruslah siap.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    PPs. P.Mat C 2016

    Pada umumnya kurikulum 2013 memiliki kekurangan dan kelebihan diantaranya:
    Kekurangan K-13:
    1. Kurikulum 2013 penuh kontradiksi, karena penambahan jam pelajaran.
    2. Guru dan siswa dianggap memiliki kapasitas yang sama karena guru tidak dilibatkan langsung dalam proses pengembangan K-13.
    3. Kurang matang karena pemerintah terlalu cepat meluncurkan K-13 sehingga masih perlu dikaji ulang, dievaluasi dan diperbaiki
    4. Pemerintah mengintegrasikan subjek mata pelajaran IPA terhadap IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk level jenjang pendidikan Dasar.
    5. Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam k-13. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan UN masih diberlakukan. UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran.
    6. Perlunya pembelajaran pada guru karena masih banyak guru yang tidak mengerti bagaimana pembelajaran pada K-13.
    7. Terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi dapat tersampaikan dengan baik.
    8. Penguasaan teknologi dan informasi untuk pembelajaran masih terbatas.
    9. Pada umumnya KBM masih Konvensional.
    10. Pramuka menjadi beban bagi siswa yang tidak menyukai pramuka, sehingga ada unsur keterpaksaan.

    Kelebihan K-13
    1. Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. Hal ini mulai dari perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
    2. Siswa dituntut aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah.
    3. Penilaian dilakukan tidak hanya 1 aspek, namun semua aspek.
    4. Munculnya pendidikan karakter dan budi pekerti pada semua program studi.
    5. Standar penilaian mengarah pada penilaian sikap, ketrampilan, dan pengetahuan secara proporsional.
    6. Sifat pembelajaran kontekstual.
    7. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan metode pembelajaran yang bervariasi.
    8. Guru berperan sebagai fasilitator.
    9. Mengharuskan adanya remediasi secara berkala.
    10. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib yang bertujuan untuk meningkatkan karakter siswa.

    Sumber:
    http://kisahindonesianegaraku.blogspot.co.id/2015/05/kekurangan-dan-kelebihan-kurikulum-2013.html
    http://mukhwanhariri9.blogspot.co.id/2016/01/kelebihan-dan-kekurangan-k13.html

    ReplyDelete
  21. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika

    Menurut pemahaman saya ketika berkuliah wawasan dan kajian mipa semester lalu metode saintifik merupakan metode yang biasanya digunakan oleh saintis(ilmuwan). Seperti yang kita ketahui para ilmuan dalam menemukan atau meneliti sesuatu menggunakan pendekatan tahapan 5M (Mengamati,Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengomunikasikan). Kemudian metode ini dalam kurikulum 2013 digunakan sebagai suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar dengan harapan siswa dapat mengkonstruk pengetahuan sendiri (teori kontruktivisme) karena siswa merupakan pusat belajar dan guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  22. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Makna Metode Saintifik
    Metode atau pendekatan saintifik berarti pedoman yang dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada saintifik, yaitu segala prosesnya haruslah logis, sistematis dan sebagainya yang sesuai dengan kaidah keilmuan. Metode saintifik yang dimaksud tersebut terdiri diri tahapan-tahapan yang biasa disebut 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan

    ReplyDelete
  23. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manfaat Metode Saintifik
    Menurut saya, manfaat metode saintifik adalah menjadikan siswa berpikir logis dan sistematis, karena prinsip metode saintifik adalah sesuai dengan kaidah keilmuan yang salah satunya adalah logis dan sistematis tersebut. Selain itu, dengan membelajarkan metode saintifik kepada siswa sesuai langkah-langkah 5M, diharapkan siswa menjadi mampu dalam pemecahan masalah dan akan melahirkan pribadi-pribadi yang siap bersaing secara global.

    ReplyDelete
  24. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siswa (SD, SMP dan SMA)
    Metode saintifik sangat relevan untuk diterapkan di semua jenjang, baik SD, SMP, maupun SMA, tentunya dengan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Selain relevan, metode saintifik adalah metode yang tepat digunakan jika sasarannya adalah menjadikan siswa kreatif dan mampu memecahkan masalah. Akan tetapi, kesiapan guru maupun siswa yang belum terbiasa dengan adanya metode saintifik dan masih menggunakan metode konvensional yang menjadikan metode saintifik terlihat tidak relevan untuk diterapkan di sekolah.

    ReplyDelete
  25. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hubungan Metode Saintifik dengan Metode Praktek Belajar Mengajar yang lain
    Metode saintifik dengan langkah-langkah 5M telah ditetapkan untuk menjadi landasan pembelajaran di kelas karena telah diatur dalam permendikbud, tetapi bukan berarti metode praktek belajar mengajar yang lain tidak diizinkan untuk dilakukan di kelas, metode saintifik digunakan sebagai landasan, langkah-langkahnya diadopsi untuk mempraktekkan di kelas walaupun di kelas menggunakan metode praktek belajar mengajar yang lain.

    ReplyDelete
  26. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah
    Saya belum memiliki pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan dan menerapkan metode saintifik di kelas. Akan tetapi, menurut pendapat saya dari mendengar dan membaca, kesulitan dalam menerapkan metode saintifik yang sering dikeluhkan adalah pada langkah menanya, pada langkah tersebut guru seharusnya dapat menstimulus siswa untuk dapat menanya dengan pertanyaan yang sesuai masalah yang sedang dibicarakan dan seharusnya siswa yang menemukan sendiri jawabannya, bukan sekadar pertanyaan yang kemudian dijawab dengan mudah oleh guru. Namun, untuk dapat menstimulus siswa agar dapat menanya dengan baik merupakan sesuatu yang sulit dilakukan.

    ReplyDelete
  27. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika

    Menurut saya metode saintifik ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan 4C (creative, critical thingking and problem solving,collaborative and comunication) siswa. Dari kegiatan mengamati dan menanya siswa dapat meningkatkan ketajaman berfikir kreatif dan kritis. Kemudian pada kegiatan mengumpulkan informasi siswa dapat bekerjasama dengan teman ataupun pihak terkait yang dapat membantu siswa dalam mengumpulkan informasi serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta komunikasi juga dibutuhkan pada kegiatan ini. Pada kegiatan mengasosiasi ini menekankan kesemua aspek keterampilan terutama keterampilan problem solving untuk mencapai suatu simpulan dari kegiatan sebelumnya yang telah mereka lakukan. Lalu pada kegiatan komunikasi keterampilan siswa sangat dituntut untuk mengomunikasin hasil dari kegiatan 5M yang telah mereka lakukan.

    ReplyDelete
  28. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Model pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 (menggunakan pendekatan saintifik) berarti memiliki sintaks yang sesuai dengan langkah-langkah pada pendekatan saintifik.

    Model yang memiliki sintaks mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi (menalar), dan mengomunikasikan, yaitu

    Inquiry Based Learning
    observasi/mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan dugaan atau melakukan penalaran, mengumpulkan data yang terkait, merumuskan kesimpulan-kesimpulan, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.

    Discovery Based Learning
    stimulation (memberi stimulus), problem statement (mengidentifikasi masalah), data collecting (mengumpulkan data), data processing (mengolah data), verification (memverifikasi), generalization (menyimpulkan)

    Problem Based Learning
    orientasi pada masalah (mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran), menyampaikan berbagai pertanyaan (menanya), melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menyelesaikan masalah, mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber, analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah

    Project Based Learning
    menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek, memonitor kegiatan dan perkembangan proyek, mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan, menguji hasil, mengevaluasi kegiatan/pengalaman.

    Lebih lengkap dapat dilihat di : http://www.matematrick.com/2014/11/pendekatan-saintifik-dan-model.html

    ReplyDelete
  29. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Terkait pelaksanaan metode saintifik dalam konteks kurikulum 2013 ini, Siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah, Ada rambu-rambu yang jelas bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran (buku induk) dimana guru berperan sebagai fasilitator yang akan meningkatkan kreatifitas guru dalam memberikan pelajaran. Namun pelaksanaan metode saintifik ini khusunya dalam konteks kurikulum K13 belum terlaksana dengan optimal dan masih banyak guru-guru yang belum memahami secara menyeluruh terkait metode ini, berdasarkan pengalaman saya masih banyak guru salah kaprah, karena beranggapan dengan kurikulum 2013 guru tidak perlu menjelaskan materi kepada siswa di kelas, padahal banyak mata pelajaran yang harus tetap ada penjelasan dari guru misalnya pada mata pelajaran matematika.
    Di samping itu, adanya tuntutan perangkat pembelajaran K13 yang harus dipenuhi oleh guru. Sehingga banyak sekali guru-guru yang belum siap secara mental dengan kurikulum 2013 ini, karena kurikulum ini menuntut guru lebih kreatif, pada kenyataannya sangat sedikit para guru yang seperti itu, sehingga membutuhkan waktu yang panjang agar bisa membuka cakrawala berfikir guru, dan salah satunya dengan pelatihan-pelatihan dan pendidikan agar merubah paradigm guru sebagai pemberi materi menjadi guru yang dapat memotivasi siswa agar kreatif.

    ReplyDelete
  30. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 P. Matematika A 2014

    Sejauh yang saya ketahui tentang metode saintifik adalah tentang komponen utama yang harus termuat selama pembelajaran berlangsung. Komponen tersebut adalah Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan. Metode saintifik sangat cocok diterapkan dalam kurikulum 2013 yang mengacu pada student centred learning atau pembelajaran yang berpusat pada siswa.
    Berdasarkan pengalaman yang pernah saya amati, tidak semua sekolah menerapkan metode ini untuk kegiatan pembelajarannya, karena alasan belum menerapkan kurikulum 2013 ataupun karena alasan yang sulit diterapkan dilingkungan sekolahnya. Pengamatan saya tersebut dilakukan saat proses observasi sekolah di SMAN 1 Srandakan Bantul. Menurut salah satu guru matematika kelas XI (Bu Maya) mengatakan bahwa, dengan kondisi kelas yang seperti ini sangat tidak memungkinkan untuk diterapkan proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi bahkan mengkomunikasikan. Siswa dapat fokus pada pelajaran alias mau mendengarkan guru saya sudah cukup. Bu Maya juga mengatakan bahwa beliau paham betul dengan kurikulum yang seharusnya beliau laksaakan dalam pembelajaran, akan tetapi hal tersebut tidak beliau lakukan lantaran siswa yang sulit untuk dikondisikan.
    Dengan kasus yang saya temui tersebut, hal utama agar kurikulum 2013 dan metode saintifik dapat berhasil dilaksanakan adalah adanya hubungan yang baik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete