Oct 24, 2015

Whatever your idea about Scientific Method will be useful.

Dear Pembaca yang budiman dan para Mahasiswa S1, S2, S3 dan juga para guru atau khalayak umum yang sempat membaca tulisan ini.


Aslm Wr Wb

Pada Forum ini saya ingin mengetahui : Apa pendapat anda atau apa yang anda ketahui atau bagaimana Pengalaman anda tentang (dalam konteks Kurikulum 2013 atau boleh dalam konteks umum):

1. Makna Metode Saintifik,
2. Manfaat Metode Saintifik,
3. Macam Metode Saintifik,
4. Landasan Metode Saintifik,
5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA),
6. Kedudukan Metode Saintifik,
7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain.
8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik,
9. Pelaksanaan Metode Saintifik,
10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
11. Atau yang lainnya tentang Metode Saintifik yang belum disebut diatas.

Pendapat anda akan bermanfaat bagi kita semua yang memerlukannya. Forum ini merupakan sharing ideas untuk kita semua. 
Pendapat boleh Spontan, berdasar Referensi, Hasil Penelitian, atau Pengalaman Mengajar.
Pendapat atau uraian anda cukup ditulis di kolom Comment posting ini.
Boleh dicantumkan Link atau Webblog atau yang lain yang disarankan diakses atau dibaca. 
Demikian saya ucapkan terimakasih atas partisipasi dan kontribusinya.

Wslm Wr Wb

Marsigit UNY, 24 Oktober 2015

109 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Metode scientific pertama kali diperkenalkan ke ilmu pendidikan Amerika pada akhir abad ke-19, sebagai penekanan pada metode laboratorium formalistik yang mengarah pada fakta-fakta ilmiah (Hudson, 1996; Rudolph, 2005). Metode scientific ini memiliki karakteristik “doing science”. Metode ini memudahkan guru atau pengembang kurikulum untuk memperbaiki proses pembelajaran, yaitu dengan memecah proses ke dalam langkah-langkah atau tahapan-tahapan secara terperinci yang memuat instruksi untuk siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran (Maria Varelas and Michael Ford, 2008: 31). Hal inilah yang menjadi dasar dari pengembangan kurikulum 2013 di Indonesia.

    Metode ilmiah merupakan teknik merumuskan pertanyaan dan menjawabnya melalui kegiatan observasi dan melaksanakan percobaan Dalam penerapan metode ilmiah teradpat aktivitas yang dapat diobservasi seperti mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. (Kemendikbud, 2013:208).

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pembahasan kali ini saya akan sharing ttng pengalaman saya menerapkan kurikulum 2013 di sekolah yang dulu saya mengajar disana waktu KKN. Sekolah saya itu terletak di sebuah kecamatan yang mana daerah itu sangat jauh dari kota dan akses jalan kesana masih sangat minim sinyal hp saja tidak ada. Jikalau mau mencari sinyal harus naik keatas gunung dulu, Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA). Saat saya menerapkan metode saintifik itu sangat kesulitan karena dari segi siswa dan dari segi guru juga masih belum tahu. Padahal sekolah itu negeri akan tetapi mungkin karena kurangnya informasi. Metode saintifik sangat tidak relevan di terapkan di sekolah itu dan saya dapy mengambil kesimpulan bahwa metode saintif itu relevan jika sekolah-sekolah pertaam yang ebrada di kota, dan yang memang sekolahnya sudah termasuk terfavorit.

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sama seperti semua hal yang kita lakukan pasti memiliki pro dan kontra setiap metode ataupun pendekan dalam dunia pendidikan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pendekatan saintifik merupakan pilihan karena diyakini membantu siswa dengan lebih dalam memahami tidak hanya pengetahuan tetapi juga melatih keterampilan dan menerapkan dalam kehidupan nyata dengan fasilitas yang memadai didukung dengan sumber belajar yang baik seperti buku, alat peraga, dan metode pembelajaran yang mendukung membuat pendekatan saintifik menjadi sangat efektif dalam meningkatkan semua aspek yang membentuk siswa menjadi baik.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Metode saintifik diyakini menjadi cara perkembangan, baik pengembangan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan peserta didik. Metode saintifik ini juga diharapkan menjadi metode yang ampuh dalam menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan jaman di masa ini. Metode yang diusung dalam kurikulum 2013 ini merupakan kerangka ilmiah pembelajaran. Saat ini masih banyak guru yang mencoba memahami metode saintifik ini, agar mereka bisa mendidik para muridnya sesuai dengan anjuran dari pemerintah. Bahkan banyak pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh sekolah-sekolah untuk menyiapkan para pendidiknya untuk menghadapi pembaharuan ini.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tantangan yang saya miliki jika mempraktikkan pendekatan saintifik ada pada pelaksanaannya. Ternyata tidak semua sekolah serta merta dapat menerapkan metode saintifik. Perlu penyesuaian dan kemauan seluruh civitas pendidikan di sekolah jika ingin menerapkan pendekatan saintifik. Karena beberapa hal srring menjadi kendala diantaranya, guru yang kurang minat dengan pendekatan ini karena persiapan yang membtuhkan tenaga dan waktu ekstra dan siswa yang pola berpikirnya terbiasa dengan pola pikir yang berkembang jika menggunakan pendekatan konvensional.

    ReplyDelete
  6. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, makna dari metode saintifik adalah untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa agar mereka dapat mengonstruk pengetahuan mereka sendiri, sehingga metode ini sangat mendukung untuk pembelajaran yang menitikberatkan pada keaktifan siswa dalam belajar. Metode ini dapat dipadukan dengan pembelajaran matematika realistik, kontekstual, kooperatif atau lainnya. Sehingga, pembelajaran dengan metode ini tidak monoton dan mempunyai banyak variasinya.
    Menurut pengetahuan saya mengenai pelaksanaan metode saintifik, para guru masih kesusahan karena selain memerlukan persiapan yang lebih banyak (karena guru harus memfasilitasi kegiatan siswa), tidak semua materi dalam pelajaran matematika dapat dengan mudah dilakukan dengan metode saintifik. Alasan lainnya adalah, waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode saintifik lebih banyak apabila dibandingkan dengan metode konvensional.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Berdasarkan pengalamn saya walaupun makna dalam pembelajaran saintifik diharapkan tercipta kondisi pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mencari tahu informasi dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu. Kenyataan dilapangan saya alami, siswa masih bersifat pasif dalam memperoleh pengetahuan masih ingin pengetahuan itu ditransferkan oleh gurunya. Karna sudah terbiasa dimanja dengan kurikulum sebelumnya yaitu guru yang aktif mentransferkan ilmu. Berbeda jauh dengan apa yang diharapkan pada K13, yang mana guru hanya sebagai fasilisator.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    20. Berdasarkan pengalaman saya tentang pelaksanaan Metode Saintifik bahwa Kebanyakan guru masih menggunakan LKS yang dari penerbit, kemudian RPP yang digunakan dalam pembelajaran pun bukan hasil kerja sendiri. Kebanyakan copy paste dan hasil downloadan, sehingga apa yang diharapkan dalam pendekatan saintifik tidak terlaksana secara maksimal dikarenakan guru itu sendiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan di dalam kelas dengan perangkat pembelajaran yang dia punya.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang berlandaskan paham positivisme. Sehingga ketika pembelajaran matematika misalnya pada zaman sebelum matematika modern diajarkan dengan metode ceramah atau konvensional, pada pendekatan saintifik ini guru memberikan inovasi dalam mengembangkan model pembelajaran. Inovasi ini diperlukan dalam perannya guru sebagai fasilitator siswa agar mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Model pembelajaran yang dianjurkan diantaranya adalah Discovery Learning, Problem Based Learning, atau Project Based Learning, dan masih banyak inovasi pembelajaran lainnya. Namun, dalam prakteknya masih terdapat kekurangan disana sini. Ini pun saya alami ketika mengajar murid SMP di kecamatan saya yang level kemampuannya di bawah rata-rata. Untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam bertanya pun susah, sehingga guru perlu melakukan pembiasaan-pembiasaan dengan memancing pertanyaan terlebih dahulu sehingga menimbulkan rasa ingin tahu syaa. Penilaian dalam pembelajarans aintifik (asesmen autentik) pun termasuk portofolio, yaitu hasil pekerjaan harian siswa bahkan lembar kegiatan yang dilakukan siswa. Ini sangat dibutuhkan untuk membantu guru mengevaluasi kinerja siswa dan mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  11. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Pembelajaran dengan metode saintifik memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu :
    Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; Membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik; Memperoleh hasil belajar yang tinggi; Melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karya ilmiah; serta Mengembangkan karakter siswa.
    Kelebihan metode saintifik dengan metode ceramah adalah bahwa metode saintifik dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan inovatif, bekerjasama/kolaborasi, berkomunikasi, kreativitas.

    ReplyDelete
  12. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metode Saintifik yang terdiri dari lima kegiatan atau dikenal dengan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan) memberikan kesempatan siswa untuk secara aktif atau terlibat langsung dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Lima kegiatan tersebut secara tidak sadar akan memberikan dampak positif kepada siswa berupa: meningkatkan ketajaman intuisi, kemampuan berpikir kritis,inovatif, kreatif, kemampuan sosial yaitu bekerjasama atau kolaborasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, toleransi, juga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan gagasan-gagasan yang dia punya, dan sebagainya. Hal tersebut akan optimal jika guru mampu menerapkannya secara optimal pula. Namun kenyataannya, cukup sulit untuk mengimplemetasikan metode saintifik pada pembelajaran. Yaitu karena tidak semua materi dalam pembelajaran matematika dapat diterapkan menggunakan metode saintifik, juga dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam sekali proses kegiatan 5M, serta dibutuhkan kreativitas, inovasi, dan kesiapan yang matang dari guru.

    ReplyDelete
  13. Muahmmad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pemerintah Indoensia menetapkan sintaks saintifik sebagai 5M(Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar, Mengomunkasikan). Ini merupakan metode ilmiah yang berusaha untuk ditanamkan pada diri peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat mengkritisi, dan terlibat aktif memikirkan suatu materi pembelajaran. Peserta didik diwajibkan untuk ragu terhadap suatu rumus bila belum dibuktikan kebenarannya secara individu peserta didik.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Dalam konteks pembelajaran, metode saintifik sangat penting digunakan untuk mengembangkan cara-cara berpikir dan bekerja secara ilmiah. Prinsip-prinsip dalam pembelajaran dengan metode saintifik adalah :
    a) Berpusat pada siswa yaitu kegiatan aktif siswa secara fisik dan mental dalam membangun makna atau pemahaman suatu konsep;
    b) Membentuk student's self concept yaitu membangun konsep berdasarkan pemahamannya sendiri;
    c) Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep;
    d) Mendorong terjadinya peningkatan kecakapan berpikir siswa;
    e) Meningkatkan motivasi belajar siswa;
    f) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi;
    g) Melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep; dan
    h) Melibatkan proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    makna dari pendekatan saintifik yaitu: Menurut Hosnan (2014:31), Pendekatan Saintifik adalah proses
    pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

    ReplyDelete
  17. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pembelajaran scientific merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah yang menggunakan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pembelajaran scientific tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namun proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran scientific menekankan pada keterampilan proses. Tetapi tidak semua siswa bisa langsung menerapkan cara belajar yang ilmiah. Semua butuh proses dan bimbingan guru. Padahal kita tahu bahwa belajar matematika, fisika, dll tidak cukup hanya membaca saja.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Metode saintifik dalam pembelajaran matematika diawali dengan pemberian masalah yang diberikan oleh guru berdasarkan kehidupan sehari-hari siswa lalu siswa diminta untuk membayangkan pemecahan masalahnya seperti apa, jika sudah ada gambaran siswa menanyakan kepada guru mengenai hipotesis yang telah ia ambil, kemudian siswa mengumpulkan informasi yang ia ketahui dari berbagai sumber referensi seperti dari buku dan internet sebanyak mungkin, kemudian siswa mengasosiasi atau mengelompokkan permasalahan yang nantinya akan menjadi pemecahan masalah, yang terakhir siswa mengkomunikasikan pendapatnya di depan teman-teman dan guru, kemudian ia menerima tanggapan dari teman-temannya dan guru.

    ReplyDelete
  19. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Landasan Metode Saintifik,
    Landasan dari saintifik adalah ilmiah. Dengan pendekatan pembelajaran ini anak dituntut untuk menyelidiki sesuatu yang nantinya akan timbul kegiata mengamati. Dari mengamati anak diminta untuk bertanya tentang apa yang membuatnya penasaran. Setelah informasi yang diperlukan oleh siswa dirasa cukup, maka dilakukan kegiatan menalar. Jika diberikan perlakuan A maka akan berakibat apa. JIka diberikan perlakuan B maka akan berakibat apa. Apakah ada seharusnya ada perbedaan atau tidak. Dari hasil penalaran tersebut dilakukan percobaan. Kamudian hasil dari percobaan tersebut dikomunikasikan ke siswa lain dan ke guru.

    ReplyDelete
  20. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesulitan dalam penerapan saintifik.
    Kesulitan atau hambatan yang dirasakan oleh para guru dilapangan sungguh banyak. Diawali dari pembekalan informasi mengenai kurikulum 2013 yang kurang mendalam. Jadi guru hanya mengetahui secara sekilas saja. Selain itu strategi mengajar apa saja yang digunakan belum semua guru dapat menguasai dan menerapkannya. Selain itu sarana prasarana yang kurang memadai. Buku teks untuk guru dan siswa belum terdistribusi secara merata, alat peraga dan multimedia masih minim, jumlah siswa yang sangat banyak dalam satu kelas yaitu lebih dari 35 siswa. Siswa juga dirasa belum siap untuk menerima pembelajaran berpusat pada siswa. Karena siswa belum mempersiapkan bahan yang akan dipelajari di sekolah.

    ReplyDelete
  21. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Bagaimana saintifik dapat dikombinaskan dengan metode pbm yang lain; saintik sendiri merupakan pendekatan yang bisa saya kita kombinasikan. Efeknya adalah ada bagian sintak metode pembelajaran yang kita kembangkan dan direkonstruksikan kembali. Diharapkan dengan kombinasi tersebut menghasilkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif karena sifat siswa yang antusias dengan hal yang baru.

    ReplyDelete
  22. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator, dengan pendekatan saintifik dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya.

    ReplyDelete
  23. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi atau menguji jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan, hingga akhirnya siswa dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut saya, kesulitan pelaksanaan pendekatan saintifik adalah mulai dari tidak terencana dengan baik sosialisasi pendekatan saintifik, ketidakmampuan lembaga sekolah memfasilitasi terlaksananya pendekatan saintifik, pandangan guru yang telah terkekang oleh keyakinannya yang kaku terhadap cara mengajar matematika, serta perbedaan struktur lingkungan dan budaya yang berpengaruh di sekolah yang kurang kompatibel dengan pedekatan saintifik. Sehingga merupakan tugas kita bersama untuk menanggulangi masalah-masalah ini berdasarkan peran masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namun proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Pembelajaran ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan daripada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Saintifik juga berperan menyelaraskan antara obyek benda pikir yang ada dalam pikiran kita dan yang ada diluar pikiran kita. Hal ini diperlukan agar matematika yang abstrak dapat diterima siswa di kelas yang tingkat pendidikannya belum bisa mengkonstruk suatu hal yang abstrak. Oleh karenanya, keberadaan pendekatan saintifik sangat diperlukan untuk memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Sumber informasi yang digunakan dalam pendekatan ini dapat dari mana saja. Metodenya pun sudah ditentukan dimana metodenya terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan. Pendekatan ini cocok untuk semua pelajar di semua kalangan tingkat pendidikan. Pendekatan ini menuntut siswa untuk kreatif dan inovatif sehingga pengetahuan bisa dikonstruk oleh dirinya sendiri. Berbagai metode juga bisa dipadupadankan dengan pendekatan ini. Namun untuk menerapkan pendekatan ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya siswa susah dalam tahap menanya, oleh karenanya sebagai guru harus bisa memancing siswa melalui LKS atau media lainnya agar bisa bertanya.

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Metode saintifik ini berbasis student center. Sehingga siswa “dituntut” aktif dalam pembelajaran, termasuk aktif dalam mengkontruksi pemikirannya sendiri hingga aktif “menemukan” konsep-konsep tertentu. Karena berbasis student center, metode saintifik ini sangat cocok diterapkan bersama-sama dengan metode pembelajaran lain yang sifatnya student center juga, misalnya model pembelajaran kooperatif. Dengan model pembelajaran kooperatif ini, memungkinkan siswa berdiskusi dengan temannya. Sehingga dapat mempermudah siswa dalam mengkontruksi pemikirannya.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Elli Susilawati
    16709251073
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    metode saintifik akan membawa perubahan ke arah positif apabila sudah dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah sudah tidak dilakukan pada metode ini. Siswa menjadi lebih kreatif dan dituntut untuk mampu berpikir dan mengkonstruk pemikirannya sendiri. Dalam pendekatan ini guru hanya sebagai fasilitator, siswa bukan lagi sebagai obyek tetapi sebagai subyek.

    ReplyDelete
  29. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Beberapa macam metode pembelajar dengan pendekatan saintifik diantaranya adalah Inquiry Based Learning, Discovery Based Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning.

    ReplyDelete
  30. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat diartikan dengan menanamkan keraguan akan suatu teori atau rumus sehingga siswa harus membuktikan sendiri untuk menghilangkan keraguan itu. Hal ini sudah semestinya dimiliki siswa dengan meneladani sikap para ilmuwan terdahulu. Dengan membuktikan sendiri pada dasarnya siswa sedang melakukan hermenetika yaitu mempertemukan teori yang telah ada dikaitkan dengan pengalaman nya membuktikan teori tersebut. Ketika siswa berhasil menemukannya maka pengetahuan itu akan lebih melekat di benaknya dibandingkan hanya sekadar cerita pemberian guru.

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Makna Metode Saintifik menurut saya metode ini memfasilitasi siswa untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam memahami suatu permasalahan. Siwa akan lebih banyak hal yang ingin diketahui. Guru membimbing siswa untuk membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  32. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode Saintifik merupakan metode dimana siswa membangun pengetahuannya sendiri dengan guru sebagai fasilitator siswa. Dalam pelaksanaannya, terdapat 5 tahap yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Di Indonesia sendiri, penerapan metode Saintifik sudah dimulai sejak diberlakukannya kurikulum K13, dengan harapan siswa dapat menjadi lebih aktif, kreatif, mandiri, dan mampu menuangkan ide-idenya secara baik dan benar.

    ReplyDelete
  33. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan saintifik bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran.
    Dalam pendekatan saintifik ini peserta didik tidak lagi dijadikan sebagai objek pembelajaran, tetapi dijadikan subjek pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator saja. Guru tidak perlu menjelaskan semua tentang apa yang ada dalam materi.
    Langkah langkah pendekatan saintifik adalah :
    mengamati
    menanya
    mencoba
    mengasosiasi
    mengkomunikasi

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Keunggulan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik adalah :
    1. Pembelajaran lebih terstruktur dan efektif
    2. Pembelajaran lebih bermakna karena siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri

    Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut. Beberapa tujuan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah:
    1.untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    2.untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    3.terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    4.diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    5.untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
    6.untuk mengembangkan karakter siswa.

    ReplyDelete
  35. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang demokratis dimana siswa diberi kesempatan untuk mengkosntruk pengetahuan, guru berfungsi sebagai fasilitator, pembelajaran yang dilakukan bukan teacher-center namun student-center, prinsip-prinsip pendekatan saintifik antara lain :
    a. pembelajaran berpusat pada siswa
    b. pemeblajaran membentuk student self-concept
    c. pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

    ReplyDelete
  36. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    kesulitan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik menurut saya adalah membutuhkan waktu yang cukup lama, pada kenyataannya pembelajaran disekolah dibatasi alokasi waktunya, sehingga dengan waktu yang sedikit guru sebaiknya dapat menyiapkan alur pembelajaran dan alur waktu sehingga pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat terlaksanan dengan baik.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam penerapannya di sekolah-sekolah, masih ada guru yang kesulitan dalam mengajar dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013. Bantuan guru masih diperlukan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.
    Untuk mengatasi kesulitan itu, perlu dijalankan program pendampingan untuk guru-guru di sekolah sasaran. Selain itu, guru-guru di sekolah sasaran juga diberikan video pembelajaran untuk mengembangkan metode pembelajaran mereka. Dalam menjalankan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013, guru harus melakukan perubahan mindset dan persiapan, diantaranya persiapan pengetahuan, persiapan fisik dan mental, serta persiapan hati untuk dapat menjalankan tugas dengan keikhlasan. Tujuannya untuk mempersiapkan siswa yang berkualitas ke depannya.

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode Saintifik sangat bermanfaat untuk memenuhi rasa ingin tahu siswa. Dengan metode ini pembelajaran bisa lebih bermakna. Siswa lebih aktif dan memahami matematika secara mendalam dan mencari hubungan-hubungan antar materi dengan lebih tajam.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa tentang prinsip-prinsip pembelajaran dengan metode saintifik:
    1. pembelajaran berpusat pada siswa
    2. pembelajaran membentuk konsep sendiri siswa
    3. pembelajaran terhindar dari verbalisme
    4. pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep
    5. pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa tentang tujuan pembelajaran dengan metode saintifik:
    1. untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    2. untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    3. terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    4. diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    5. untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide

    ReplyDelete
  41. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Jika bicara tentang kurikulum 2013, maka tentu saja kita tak asing dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum dan prinsip melalui tahapan – tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisa data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”(Hosnan,2014: 34). Pendekatan Saintifik meliputi beberapa langkah-langkah yaitu, mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  42. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Mengamati
    Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi.

    Menanya
    Dalam kegiatan menanya, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang yang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.

    Mengumpulkan Informasi
    Dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, aktivitas mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/ kejadian/, aktivitas wawancara dengan nara sumber dan sebagainya.

    Mengasosiasi
    Dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, proses mengasosiasi adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

    Mengkomunikasikan
    Pada pendekatan scientific guru diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  43. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  44. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Adapun Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

    1. peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
    2. peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
    3. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
    4. pembelajaran berbasis kompetensi;
    5. pembelajaran terpadu;
    6. pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
    7. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
    8. peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
    9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
    10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (Ing Ngarso Sung Tulodo), membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Tut Wuri Handayani);
    11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
    12. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
    13. pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
    14. suasana belajar menyenangkan dan menantang.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  45. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintik identik dengan kegiatan 5M. Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Kegiatan – kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa agar mereka dapat aktif untuk memeroleh ilmu sehingga pembelajaran lebih bermakna. Metode ini sangat inovatif karena sangat berbeda degan metode konvensional yang cenderung teacher centered, sehingga siswa menjadi pasif.

    ReplyDelete
  46. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik diperkenalkan seiring dengan munculnya kurikulum baru yaitu K13. Semua pembelajaran diharapkan dapat menggunakan metode ini. Namun di Indonesia belum semuanya menggunakan metode ini, karena sosialisasi yang belum merata serta kesiapan dari setiap instansi atau guru sebagai pengajar. Kendala yang ada tidak hanya dalam persiapannya saja, tetapi juga dalam proses pembelajarannya terdapat kendala-kenda yang dialami oleh guru atau siswa untuk mengikuti kegiatan 5M yang ada.

    ReplyDelete
  47. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya pengimplementasian pembelajaran menggunakan metode saintifik dapat mencakup semua jenjang, tentunya ini bertujuan untuk menanamkan pola pikir scientis sejak dini. Akan tetapi pendekatan ini disesuaikan juga dengan konteks jenjangnya misal untuk jenjang SD bisa dikombinasikan dengan metode lainnya seperti metode kontekstual ataupun PMRI.

    ReplyDelete
  48. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Pendekatan saintifik ini memang ideal untuk proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Akan tetapi dalam praktiknya masih sering dijumpai kesulitan baik dari kalangan guru maupun siswa. Kebanyakan guru mengeluh kesulitan dalam mengembangkan perangkat ajar menggunakan metode saintifik, terlebih lagi pedekatan ini memiliki sintaks. Oleh karena itu menurut saya perlu diadakannya pelatihan dan pengembangan untuk menerapkan pendekatan scientifik.

    ReplyDelete
  49. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Pendekatan saintif menurut saya adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa diarahkan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri untuk mencapai meaningfull learning. pendekatan saintifik ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  50. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedudukan metode saintifik dalam pembelajaran
    1. metode saintifik sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
    2. metode saintifik sebagai alat untuk meningkatkan motivasi
    3. metode saintifk sebagai strategi pembelajaran

    ReplyDelete
  51. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hubungan metode saintifik dengan metode pbm lainnya adalah metode saintifik dapat dikolaborasikan dengan metode pbm lainnya sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. contohnya adalah metode problem based learning, dengan pendekatan saintifknya mengamati suatu permasalahan yangdiajukan oleh guru, kemudian diamati, dicoba, diasosiasi, dan dikomunikasikan; penemuan konsep dengan ilmiah

    ReplyDelete
  52. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendekatan ilmiah berarti konsep dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang melandasi penerapan metode ilmiah. penerapan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran tidak hanya fokus pada bagaimana mengembangkan kompetensi siswa dalam melakukan observasi atau eksperimen, namun bagaimana mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir sehingga dapat mendukung aktivitas kreatif dalam berinovasi atau berkarya.

    ReplyDelete
  53. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Penerapan metode ilmiah merupakan proses berpikir logis berdasarkan fakta dan teori. Pertanyaan muncul dari pengetahuan yang telah dikuasai. Karena itu kemampuan bertanya merupakan kemampuan dasar dalam mengembangkan berpikir ilmiah. Informasi baru digali untuk menjawab pertanyaan. Oleh karena itu, penguasaan teori dalam sebagai dasar untuk menerapkan metode ilmiah. Dengan menguasi teori maka siswa dapat menyederhanakan penjelasan tentang suatu gejala, memprediksi, memandu perumusan kerangka pemikiran untuk memahami masalah. Bersamaan dengan itu, teori menyediakan konsep yang relevan sehingga teori menjadi dasar dan mengarahkan perumusan pertanyaan penelitian.

    ReplyDelete
  54. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Makna Metode Saintifik

    Metode saintifik adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013 yang terdiri dari 5 kegiatan, yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Berdasarkan silabus matematika SMA yang dikeluarkan pemerintah, pendekatan saintifik disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan bisa dilakukan dengan mengamati pola, kejadian dan peristiwa yang terjadi, setelah itu siswa dapat muncul pertanyaan bagaimana hal tersebut terjadi, lalu siswa dapat mencari informasi melalui berdiskusi, mencoba, dan mendalami konsep. Setelah itu siswa mengasosiasi/mencari keterkaitan dari permasalahan yang diberikan dengan informasi yang telah didapat sekaligus ditarik kesimpulan, dan yang terakhir mengkomunikasikan apa yang sudah disimpulkan.

    ReplyDelete
  55. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Manfaat Metode Saintifik

    Metode saintifik memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan dapat mengontruksi pengetahuannya sendiri, atau bisa dikatakan mandiri. Kegiatan mengamati melatih siswa untuk berpikir kritis dan berpikir luas, kegiatan menanya dapat melatih siswa meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan mengumpulkan informasi melatih siswa untuk mandiri, kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan melatih siswa berpikir kritis dan melatih kemampuan problem solving, dan kegiatan mengkomunikasikan melatih siswa dalam mengemukakan pendapat serta tanggungjawab.

    ReplyDelete
  56. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Hubungan Metode Saintifik dengan Metode PBM yang lain

    Saintifik sebagai sintaks pembelajaran dapat diterapkan pada metode pembelajaran matematika yang lain. Seperti contoh, dengan metode pembelajaran kooperatif tipe think pair share, guru dapat mengajukan lembar kegiatan siswa yang berlandaskan saintifik, dimana siswa diberikan petunjuk untuk melaksanakan kegiatan 5 M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan hasil diskusi mereka.

    ReplyDelete
  57. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014 UNY

    Menurut saya, metode saintifik sudah bagus. Memiliki runtutan yang sangat terstruktur dan sangat ilmiah. Pada pandangan saya kesulitan sekarang adalah penerapannya pada pendidikan di Indonesia ini. Kebanyakan guru masih 'nyaman' dengan metode ceramah. HAl tersebut membuat penerapannya belum maksimal. Selain dariguru, penerapannya juga terkadang tersendat saat siswa kurang fokus. Semoga penerapan metode saintifik bisa semakin baik dari waktu ke waktu.

    terimakasih

    ReplyDelete
  58. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode ini dapat dipadupadankan dengan metode yang lain. Kegiatan – kegiatan yang adaa di pendekatan saintifik bisa disisipkan banyak hal. Pada bagian mengmati, guru dapat membuat LKS yang berbasi masalah atau konstekstual atau budaya (etnomatematika). Selain itu dalam kegiatan mengerjakan LKS kelas dapat di-setting dengan siswa bekerja secara berpasangan, atau yang lainnya.

    ReplyDelete
  59. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah ilmuwan
    dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbu-dayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (De Vito, 1989). Pembelajaran saintifik dilakukan dengan tahap mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa dari segi isi maupun pengalaman (Edelson, Gordin & Pea, 1999). Selain pembelajaran saintifik, kurikulum merekomendasikan pula penggunaan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning, PBL) dan pembelajaran berbasis projek (project based learning, PjBL). PBL dapat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (Weissinger, 2004; Arends, 2012). Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang mengorganisasikan kurikulum dan pembelajaran dalam situasi yang tidak terstruktur dan memberikan masalah dunia nyata (Mergendoller, Maxwell & Belissimo, 2006; Massa, 2008; Arends & Kilcher, 2010). Masalah dalam PBL berupa masalah autentik untuk dijadikan tonggak untuk melakukan investigasi dan penemuan (Arends, 2012), berkolaborasi dan mengatur pembagian tugas antarsiswa (Arends & Kilcher, 2010). Demikian pula halnya dengan PjBL yang merupakan metode yang mendukung, memfasilitasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran (Tamin & Grant, 2013).

    ReplyDelete
  60. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metode saintifik adalah metode pembelajaran yang memiliki sintaks 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar, dan Mengkomunikasikan. Metode ini sangat bermanfaat dalam pembelajaran matematika karena dengan metode saintifik siswa difasilitasi untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga siswa dapat bertanggungjawab bahwa mereka belajar matematika karena mereka butuh matematika, matematika bermanfaat untuk diri mereka terutama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah dijelaskan Prof.Marsigit yang kurang lebih seperti ini, “matematika bukan rumus yang tiba-tiba ada dan kemudian dihafal. Matematika ditemukan, matematika merupakan hasil dari ikhtiar.”. Beberapa macam metode saintifik antara lain: Problem Based Learning, Project Based Learning, Trajectory Based Learning, Discovery Learning, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  61. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pengalaman saya di salah satu SMA di Kota Jogja, penerapan pendekatan saintifik sudah lumayan baik. PAda mata pelajaran tertentu cukup baik, namun kelemahan lagi adalah tentang partisipasi siswa kurang. Contoh ketika saya meminta adanya siswa yang maju kedepan untuk mengkomunikasikan hasil diskusinya, memang ada siswa yang maju kedepan untuk mengomunikasikannya tetapi siswanya itu-itu terus. Hal tersebut menunjukkan beberapa siswa masih terbiasa dengan konvensional dan butuh adaptasi. Selain itu pengalaman saya di suatu SMP di Bantul saat observasi PPL, terlihat beberapa siswa kurang fokus ketika pendekatan saintifik diterapkan. Sehingga terkadang guru menunjuk seorang siswa untuk maju kedepan mengomunikasikan hasil diskusinya. Semoga dapat bermanfaat

    Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Metode saintifik yang dikenalkan di Indonesia terdiri dari 5 tahap yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Metode Saintifik mengasumsikan bahwa Pengetahuan diperoleh dari fenomena yang terjadi disekitar lingkungan alam. Dari fenomena tersebut kemudian kejadian manakah yang dapat menimbulkan suatu pertanyaan. Pertanyaan tersebut berusaha dijawab dengan mengumpulkan bukti-bukti atau informasi. Bukti –bukti tersebut kemudian diuji menjadi pengetahaun yang benar. Kemudian dikomunikasikan untuk mendapat balikan atau saran. Pada dasarnya manusia secara tidak langsung melakukan kegiatan saintifik karena manusia selalu mengamati dan memunculkan pertanyaan. Tetapi tidak sampai pada mengumpulkan informasi kemudian mengomunikasikan secara tulisan.

    ReplyDelete
  63. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 memiliki beberapa prinsip, salah satunya adalah peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu. Peserta didik diharapkan jangan terlalu tergantung oleh guru, karena pembelajaran sekarang perlu peran aktif siswa. Jadi peserta didik tidak difasilitasi untuk tahu, melainkan untuk mencari tahu. Prinsip berikutnya adalah peserta didik belajar dari berbagai sumber, hal tersebut dapat membuat siswa tidak hanya memiliki satu pandangan saja, melainkan pandangan akan wawasan menjadi luas. Jika siswa memiliki banyak pandangan, maka kejadian intoleransi diharapkan tidak terjadi atau akan menimbulkan sikap saling menghargai antar peserta didik. Semoga bermanfaat.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  64. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Metode saintifik terdiri dari beberapa tahapan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.siswa terlebih dahulu mengamati permasalahan di LKS misalnya yang diberikan oleh guru, kemudian dari mengamati tersebut siswa menemukan pertanyaan yang kemudian secara bersama sama siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut memlui buku teks yang ada kemudian siswa mengasosiasi dan mengomunikasikan apa yang ia peroleh.

    ReplyDelete
  65. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang berlandaskan pada prosedur dan tata cara ilmiah untuk mencari tahu sesuatu. Sehingga dalam pelaksanaannya pendekatan saintifik menggunakan pendekatan deduktif dan eksploratif.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  66. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    tujuan dari pendekatan saintifik adalah:
    untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
    untuk mengembangkan karakter siswa.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  67. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kesulitan saya dalam pelaksanaan metode saintifik adalah saat pemilihan kegiatan yang harus dilakukan siswa untuk mengeksplor ilmu pengetahuan, untuk materi yang abstrak akan sangat susah menemukan kegiatan yang dapat dieksplor langsung.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  68. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Hubungan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran yang lain adalah pendekatan saintifik merupakan dasar dalam melakukan metode pembelajaran yang lain. Metode pembelajaran yang lain secara tidak langsung menggunakan pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan membiarkan siswa mencari informasi secara langsung.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  69. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Metode saintifk merupakan suatu proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, yaitu dalam pembelajarannya berbasis penemuan, penelitian, maupun proyek. Pendekatan saintifik ini lebih kepada bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang aktif. Disini siswa lebih aktif mengkonstruk atau memahami suatu materi dibandingkan dengan pendekatan konvensional dimana guru yang biasanya aktif memberikan materi secara ceramah. Syntaks dari pendekatan saintifik ini meliputi Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi dan Mengomunikasikan. Dalam pelaksanaannya sebagaian besar siswa mengalami kesulitan dalam tahap Menanya.

    ReplyDelete
  70. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya tertarik pada nomor 10 mengenai kesulitan metode saintifik yaitu: Jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran, Kemampuan awal menjadi tolak ukur peserta didik untuk bertanya sehingga intensitas bertanya dalam kelas sangat bergantung pada kemampuan awal yang didapat dari jenjang atau materi sebelumnya., Peserta didik terkadang malas untuk menalar sesuatu karena sudah terbiasa mendapatkan informasi langsung oleh guru.Memerlukan waktu yang lebih dalam menemukan jawaban atas percobaan,Tidak semua peserta didik pandai dalam menyampaikan informasi

    ReplyDelete
  71. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    sejak diterbitkannya kurikulum 2013, pembelajaran saintifik mulai ramai dibicarakan. pembelajaran saintifik terkenal dengan 5 tahpannya, yaitu : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, mengkomunikasikan kesimpulan. saya pribadi sebagai mahasiswa calon guru belum pernah mengaplikasaikan pembelajaran saintifik secara langsung di dalam kelas, karena keterbatasan momen dan tempat. yang menjadi pertanyaan besar saya selam ini adalah, apakah kelima tahapan tadi dapat diterapkan pada satu kali pembelajaran (durasi kurang lebih 90 menit), terlebih pada materi matematika? semoga suatu hari nanti saya berkesempatan untuk membuktikannya sendiri.

    ReplyDelete
  72. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan kesulitan menerapkan metode saintifik, seperti yang telah kita ketahui sintak dalam pendekatan saintifik adalah 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Menurut saya kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik adalah memunculkan pertanyaan dari siswa, karena selama ini seringnya siswa diberikan pertanyaan bukan membuat pertanyaan atau bisa jadi penyebab lainnya adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang masih rendah.

    ReplyDelete
  73. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductiv reasoning).

    ReplyDelete
  74. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan sumber yang pernah saya baca, yaitu pada postingan Bapak yang berjudul Ontologi Saintifik, menurut saya landasan metode saintifik adalah ilmu Saintifisme Realis dimana objeknya berada di luar pikir atau dapat diamati. Pelaksanaan metode saintifik ini terdiri atas kegiatan 5M yaitu mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), menanya, mencoba/mengumpulkan data (informasi), mengasosiasi/mengolah data (informasi), dan mengkomunikasikan (untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap). Kemudian dapat dilanjutkan dengan mencipta. Saya pernah mengobrol dengan salah satu guru yang mengajar di SMA. Menurut beliau, masih banyak guru yang menemukan kesulitan dalam menerapkan meotde saintifik, mengingat bahwa selama ini mereka selalu menggunakan metode ceramah saat melakukan pembelajaran di kelas. Sedangkan kita ketahui, bahwa metode saintifik banyak menuntut siswa untuk berperan aktif, padahal sebelum adanya Kurikulum 2013 guru yang lebih banyak berperan aktif.

    ReplyDelete
  75. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan saintifik adalah salah satu langkah-langkah ilmiah yang digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013. Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan ini, siswa bukan lagi dijadikan sebagai obyek namun sebagai subyek. Sementara itu, peran guru hanya sebagai fasilitator dan juga motivator. Pendekatan saintifik sangat bermanfaat dalam mengolah sikap sosial, pengetahuan, kemampuan berfikir, dan ketrampilan siswa dalam mengaplikasikan materi pelajaran. Pada umumnya kegiatan belajar mengajar yang menggunakan pendekatan saintifik diterapkan dalam bentuk kerja kelompok. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik menurut Permendikbud nomer 81 A tahun 2013 dalam lampiran IV yaitu : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasikan/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan.

    ReplyDelete
  76. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendekatan saintifik tidak semua orang bisa mempraktekkannya dalam proses pembelajaran. Sebab perlu penyesuaian dan kemauan dari seluruh pelaku pendidikan di sekolah jika ingin menerapkannya. Karena kendala itu pasti ada seperti mengubah cara pandang guru yang terbiasa menggunakan pendekatan konvensional.

    ReplyDelete
  77. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sebenanya saya masih bingung apakah saintifik itu disebut sebagai metode ataukah pendekatan. Namun, saya akan mencoba membagi sedikit pengalaman saya tentangnya. Kesulitan dalam menerapkan metode saintifik bisa dikarenakan berbagai sumber. Dari siswa, guru, atau sarana dan prasarana pembelajaran. Dari guru biasanya kesulitan ketika membuat rancangan pembelajaran. Guru banyak yang belum memahami apa itu saintifik. Sehingga, dalam praktiknya pun masih banyak yang memilih menggunakan metode konvensional. Kemudian dari siswa biasanya kesulitannya adalah membuat siswa aktif menanya, serta mengomunikasikan. Guru harus memancing atau memberi umpan terlebih dahulu agar siswa mau bertanya. Dan dain sebagainya.

    ReplyDelete
  78. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Beberapa manfaat pendekatan saintifik diantaranya adalah:
    1. Lebih mudah diterima oleh anak
    2. Lebih bermakna bagi anak
    3. Lebih utuh diterima oleh anak
    4. Lebih melekat menjadi perilaku anak
    5. Mengurangi verbalisme (menghindari guru untuk banyak menjelaskan secara lisan)
    6. Lebih mudah diterapkan oleh anak
    7. Anak lebih menghargai kemampuan yang diperolehnya
    8. Anak lebih percaya diri
    9. Anak lebih bangga terhadap kemampuan yang diperolehnya
    10. Kemampuan yang diperoleh lebih permanen

    Terimakasih

    ReplyDelete
  79. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Metode saintifik sangat relevan dengan tiga teori belajar yaitu teori Bruner, teori Piaget, dan teori Vygotsky. Teori belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan. Ada empat hal pokok berkaitan dengan teori belajar Bruner. Pertama, individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. Kedua, dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan, siswa akan memperoleh sensasi dan kepuasan intelektual yang merupakan suatau penghargaan intrinsik. Ketiga, satu-satunya cara agar seseorang dapat mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan. Keempat, dengan melakukan penemuan maka akan memperkuat retensi ingatan. Empat hal di atas adalah bersesuaian dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode saintifik.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  80. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Teori Piaget, menyatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan skema (jamak skemata). Skema adalah suatu struktur mental atau struktur kognitif yang dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya. Skema tidak pernah berhenti berubah, skemata seorang anak akan berkembang menjadi skemata orang dewasa. Proses yang menyebabkan terjadinya perubahan skemata disebut dengan adaptasi. Proses terbentuknya adaptasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi merupakan proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan stimulus yang dapat berupa persepsi, konsep, hukum, prinsip ataupun pengalaman baru ke dalam skema yang sudah ada didalam pikirannya. Akomodasi dapat berupa pembentukan skema baru yang dapat cocok dengan ciri-ciri rangsangan yang ada atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan ciri-ciri stimulus yang ada. Dalam pembelajaran diperlukan adanya penyeimbangan atau ekuilibrasi antara asimilasi dan akomodasi.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  81. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Vygotsky, dalam teorinya menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of proximal development daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan pembelajaran saintifik dapat menggunakan beberapa model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  83. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut dengan dampak pembelajaran (instructional effect).

    Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan, menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengembangan nilai dan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku, dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler baik yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat (luar sekolah) dalam rangka mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan nilai dan sikap.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  84. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012

    Pembelajaran dengan metode saintifik dapat melatih siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
    Selain itu, pada metode saintifik pembelajaran berpusat pada siswa, guru bertugas sebagai fasilitator. Pembelajaran yang berpusat pada siswa ini dapat mengembangkan berbagai kemampuan siswa antara lain, kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, kerja sama dll.

    ReplyDelete
  85. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012

    Akan tetapi dalam pelaksanaan metode saintifik masih terdapat beberapa kendala. Antara lain, di salah satu sekolah yang sudah menerapkan K13 di mana pembelajarannya sudah menggunakan metode saintifik, belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Pembelajaran dengan metode saintifik yang semula bertujuan agar memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, ternyata tidak tercapai. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain fasilitas sekolah yang belum mendukung, alokasi waktu yang sedikit, minat siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  86. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012
    Berdasarkan penelitian-penelitian yang saya baca, pembelajaran dengan metode saintifik ini efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa, baik kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
    Aspek kognitif misalnya kemampuan pemahaman konsep matematis. Karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga konsep yang tertanam dalam diri siswa lebih matang. Selain itu, kemampuan komunikasi matematis, pada metode saintifik terdapat tahap menngkomunikasikan hasil pemikirannya. Hal ini efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
    Aspek afektif misalnya kepercayaan diri, bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi.
    Aspek psikomotorik misalnya bekerja sama

    ReplyDelete
  87. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya akan mencoba mengungkapkan pendapat saya mengenai pelaksanaan metode saintifk. Meode saintifik dalam pelaksanaannya mungkin ada belum bisa menerapkan secara keseluruhan karena hambatan dalam faktor – faktir tertentu. Tetapi pada intinya menurut saya pelaksanaan dari saintifik itu harus disesuaikan dengan karakteristik siswa, sehingga guru dalam menyusun RPP dan LKS berbasis saintifik juga disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga kendala yang ditemui tidak terlalu rumit dan guru bisa memanfaatkan lingkungan sekitar yang ada untuk dapat memaksimalkan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  88. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pelaksanaan metode saintifik ini aangat bermanfaat bagi siswa, karena pembelajaran dengan pendekatan saintifk siswa akan dilatih untuk mengonstruk pengetahuannya sendiri , pembelajran dilakukan dengan student center sehingga siswa akan menemukan pemahaman matematisnya, pemahaman ini penting karena jika siswa paham maka soal mau diganti atau dikembang kan siswa tidak masalah karena paham konsepnya selain itu siswa dapat mudah dalam menyelesaiakn masalahnya, karna keberhasilan siswa itu tidak hanya berorientasi pada hasil nilai, tetapi yang terpenting adalah pemahaman.

    ReplyDelete
  89. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pendekatan saintifik bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran. Biasanya pendekatan ini lebih cocok di terapkan dalam kerja kelompok, jadi sebelum sampai ke kegiatan proses pembelajaran peserta didik sudah di kelompokan terlebih dahulu

    ReplyDelete
  90. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Metode Saintifik merupakan salah metode pembelajaran yang lebih dikenal semenjak adanya kurikulum 2013. Metode ini terdiri dari 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar, Mengomunikasikan. Metode ini bertujuan untuk membuat pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Dan pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  91. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Metode ini dapat berdiri sendiri dapat pula dipadukan dengan beberapa model pembelajaran yang lainnya. Namun belum semua guru paham betul dengan model pembelajaran saintifik ini dan masih perlu sosialisasi.

    ReplyDelete
  92. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini dapat disamakan dengan suatu proses ilmiah karena didalamnya terdapat tahapan-tahapan terutama dalam kegiatan inti. Pendekatan saintifik dapat di sebut juga sebagai bentuk pengembangan sikap baik religi maupun sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan materi pelajaran.

    ReplyDelete
  93. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekarang ini, Indonesia menerapkan pendekatan saintifik dalam peraturannya dan mengharuskan guru menggunakan pendekatan saintifik ketika melakukan pembelajaran di kelas. Pendekatan ini bukanlah sesuatu yang baru pada pembelajaran di luar negeri tetapi masih terhitung baru di Indonesia, karena pendekatan ini mulai ramai diperbincangkan ketika Indonesia berganti kurikulum menjadi Kurikulum 2013. Karena masih terhitung baru, banyak yang tertarik melakukan penelitian tentang pendekatan saintifik dan dibandingkan keefektifannya dengan metode konvesional yaitu ekspositori. Berikut adalah salah satu contoh penelitian tentang pendekatan saintifik (http://eprints.uny.ac.id/10777/) yang berjudul Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII Materi Bilangan (Pecahan)

    ReplyDelete
  94. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna metode saintifik menurut saya sesuai dengan pendekatan ilmiah yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah akan tetapi dalam memperkuat landasan logika berpikir dapat juga dilakukan prinsip non ilmiah berupa prasangka atau coba-coba.

    ReplyDelete
  95. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya metode saintifik dapat memberikan manfaat kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, pemecahan masalah, kemampuan komunikasi matematis, dan dapat membantu dalam pemahaman konsep matematika.

    ReplyDelete
  96. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran dengan metode saintifik akan lebih bermakna karena siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran matematika. Hal ini sesuai dengan paham yang dianut oleh metode saintifik, yaitu paham konstruktivisme. Siswa sendiri yang berperan dalam membangun pengetahuannya di dalam sistem kognitif mereka sehingga pengetahuan itu akan bertahan lebih lama.

    ReplyDelete
  97. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran dengan metode saintifik lebih bersifat fleksibel, sehingga dapat dipadukan dengan metode atau model pembelajaran lain. Metode atau model pembelajaran yang dapat digabungkan dengan metode saintifik adalah kooperatif, pembelajran berbasis masalah, pembelajaran berbasis projek, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  98. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti yang diketahui bahwa pendekatan saintifik sekarang sedang dan terus dikembangkan di Indonesia melalui Kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran dengan saintifik menurut saya cukup sulit karena dibutuhkan kegiatan observasi yang sesuai dengan materi yang diajarkan agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Sehingga dibutuhkan waktu yang lama dalam penyusunan rencana kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  99. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Landasan Metode Saintifik
    Pada kurikulum 2013 ditekankan bahwa siswa perlu melaksanakan pembelajaran berbasis saintifik, dengan 5M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Maka dengan diterapkannya kurikulum 2013 berarti guru perlu menjalankan kurikulum tersebut dan merancang pembelajaran berdasarkan kurikulum

    ReplyDelete
  100. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siswa (SD, SMP dan SMA)
    Hakikat pembelajaran yang dilakukan siswa adalah kegiatan meneliti. Hal tersebut ditemukan pada kegiatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan . Saat pembelajaran telah menerapkan pendekatan tersebut, maka pembelajaran akan mencapai tujuan dengan tepat dan baik, tinggal bagaimana peran guru dan siswa itu sendiri dalam menyikapi pembelajaran dengan metode tersebut

    ReplyDelete
  101. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Kedudukan Metode Saintifik
    5 kegiatan saintifik dijabarkan sebagai kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Kegiatan-kegiatan tersebut diterapkan dalam pembelajaran sebagai dasar dilaksanakannya pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Guru dalam hal ini menggunakan metode saintifik sebagai dasar menyusun kegiatan siswa, dalam RPP maupun LKS. Sehingga siswa terfasilitasi akan kegiatan tersebut, dan mendukung perkembangan kognitif siswa

    ReplyDelete
  102. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik
    Dari beberapa penelitian, skripsi, tesis, maupun jurnal yang pernah saya baca mengenai pembelajaran saintifik, metode ini dikembangkan dengan berbagai model dan strategi yang berbeda-beda, dan secara umum metode ini mampu membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kemandirian belajarnya di kelas.

    ReplyDelete
  103. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
    Dari beberapa referensi yang pernah saya baca, kesulitan yang dihadapi dalam implementasi metode saintifik berada pada pengembangan LKS yang sesuai dengan sintaks saintifik. Juga dijumpai karakter siswa yang belum terbiasa dalam pelaksanaan metode saintifik itu sendiri

    ReplyDelete
  104. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Langkah-langkah pembelajaran dengan metode saintifik dimulai dengan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi yang diperoleh serta mengkomunikasikan. Hal yang paling sulit dilakukan dalam pembelajaran saintifik adalah pada proses menanya. Kesulitan ini tidak hanya dialami siswa tetapi juga dialami guru yang mengajarnya, Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman guru mengeni bagaimana aktivitas menanya dalam pembelajaran saintifik dilakukan. Selain itu proses pembelajaran saintifik ini cocok dilakukan oleh siswa yang aktif dan dilakukan secara berkelompok, sehingga dalam hal ini kerjasama tim sangat memiliki peran yang penting

    ReplyDelete
  105. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pembelajaran saintifik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelaajran dilakukan dengan 5M yaitu mengamati menanya mencoba mengasosiasi dan mengkomunikasi, pembelajran ini sanagt cocok untuk meningkatkan kemandirian dan daya pikir siswa. Siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, dan guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  106. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Saya memiliki siswa les kelas 8 SMP, disekolahnya sudah menerapkan kurikulum 2013, kurikulum ini bagus diterapkan karena soal soal yang diberikan siswa pun merupakan soal soal penalaran dan rumus tidak diberikan instan, namun hamabtannya adalah, siswa masih belum terbiasa dengan soal soal penalaran, dan ketika langsung diberikan soal seperti itu tanpa ada pendahuluan dan latihan yang diajarkan guru disekolah maka siswa merasa kesulitan, selain itu kelulusan siswa yang masih berdasar UN-oriented dan soal UN pun sebagian besar bukan penalaran sehingga siswa kurang motivasi dalam mengerjakan soal penalaran.

    ReplyDelete
  107. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Prinsip pembelajaran saintifik diterapkan mulai dari mengamati fenomena, pola, kejadian, dari suatu peristiwa atau masalah sehari-hari, siswa menanya atau mempertanyakan bagaimana, mengapa bagaimana itu terjadi serta apa yang terjadi jika peritiwa tidak seperti yang teramati/didengar/dibaca, melakukan eksplorasi dan penalaran dalam bentuk mencoba, bereskperimen, penyelidikan, mengumpulkan data, menyimpulkan dari berbagai fakta/data dan konsep, serta menyajikan hasil belajarnya kepada teman

    ReplyDelete
  108. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam memaknai memaknai metode saintifik maka harus mengerti hakikat dari saintitifik itu yaitu menerjemahkan objek dalam logika sehingg dapat menjadi pembelajaran bagi siswa. Oleh karena itu metode saintifik itu cara yang digunakan untuk menuju saintifik ini. Sehingga dalam pembelajarannya siswa melakukan serangkai langkah atau sintaks saintifik untuk mencapai tujuan dari pembelajaran.

    ReplyDelete
  109. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductive reasoning) (wikipedia). Namun dalam penerapannya masih ada beberapa guru yang tidak menerapkan metode pembelajaran saintifik, hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan tentang metode saintifik itu sendiri dan juga sudah nyamannya menggunakan metode ceramah.

    ReplyDelete