Nov 1, 2015

Indikator Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik

Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):

1. RPP yang selaras dengan pendekatan Saintifik
2. LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik
3. Apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik
4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
6. Terdapat variasi interaksi berbasis saintifik (5 sintak langkah Saintifik)
7. Terdapat Diskusi Kelompok
8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
9. Terdapat skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik
10. Terdapat penilaian berbasis pendekatan saintifik
11. Terdapat kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut:

1. Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya.
2. Semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya
3. Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional
4. Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa
5. Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah
6. Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.
7. Semua LKS bersifat tunggal.

Yogyakarta, Nopember 2015

122 comments:

  1. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    PPs. P.Mat C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hal penting yang dapat saya ambil dari elegi ini bahwa Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):
     RPP, LKS, dan Apersepsi yang selaras dengan pendekatan Saintifik
     Terdapat variasi penggunaan metode mengajar, media belajar, dan interaksi (5 sintak langkah Saintifik) berbasis Saintifik
     Terdapat Diskusi Kelompok, presentasi/refleksi oleh siswa, skema pencapaian kompetensi, penilaian berbasis pendekatan saintifik, dan kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.
    Terimakasih prof. hal tersebut menambah pengetahuan saya terkait indikator pembelajaran berbasis saintifik.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan hasil pengalaman saya mengajar disekolah yang pada saat itu menerapkan kurikulum 2013 bahwa Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya. Akan tetapi dalam prakteknya guru menggunakan konvensional. Mengapa demiikian karena kurang nya informasi dan banyaknya belumpaham akan pendekatan saintifik itu. Sehingga saat permen dikeluarkan dan semua sekolah harus menerapkan itu semua maka guru-gur yanga ada sangat kesusahan. Itu semua dikarenakan pemerintah belum merata dalam menginformasikan itu dan pemerintah hanya melihat sekolahan yang dikota dan tidak melihat sekolahan di daerah terpencil itu apakah bisa diterapkan itu semua.

    ReplyDelete
  3. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini sangat bermanfaat bagi guru dan calon guru. Dengan mambaca postingan ini kita dapat lebih mawas diri dalam proses perancangan mengajar dengan pendakatan saintifik. Ketidak sesuaian guru dalam praktek mengajar disebabkan kurangnya pengetahuan guru tentang pendekatan saintik atau bisa saja disebabkan karena pendekatan konvensioal yang sudah sangat melekat pada guru.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya juga merasakan hal yang sama seperti yang menjadi temuan pada Prof kali ini. Mungkin teman-teman rekan kerja saya ketika mengajar dulu juga demikian. Mungkin teman-teman pascasarjana UNY 2016 juga merasakan hal ini. Guru termasuk saya masih sangat merasa kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik yang menjadi tuntutan atau pendekatan pembelajaran yang wajib digunakan pada kurikulum 2013. Jangankan menerapkan untuk memahaminya saja saya merasa kesulitan. Pemahaman yang keliru tentang langkah-langkah pembelajaran akan menyebabkan pembelajaran tidak berlangsung dengan baik dan tujuannya pun tidak dicapai dengan baik pula. Guru mengetahui bahwa ada 5 langkah dalam pembelajaran dengan pendekatan siantifik dan hal itu telah tercantum dalam rpp, namun dalam kegiatan yang dilakukan di kelas terkadang tidakah demikian. Maka perlunya kita memahami indikator pembelajaran dengan pendekatan saintifik seperti yang Bapak telah jelaskan pada elegi ini.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Melihat indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik yang dipaparkan di atas, dan jika melihat hasil observasi yang ada, ternyata terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan. Dan dalam lapangan pun jika mendengar cerita beberapa guru masih ada kebingungan mengenai pendekatan saintifik ini.

    ReplyDelete
  6. Yuni Astuti
    14301241035
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan di atas yang dapat saya peroleh mengenai Indikator pembelajaran dengan pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal yang di antaranya RPP, LKS, dan apersepsi yang selaras dengan pendekatan Saintifik. Selain itu terdapat beberapa variasi dalam menggunakan metode mengajar, media belajar, interaksi belajar, skema pencapaian kompetensi, dan penilaian yang berbasis pendekatan saintifik. Pada pembelajaran berbasis saintifik,siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga terdapat diskusi kelompok, presentasi/refleksi, dan kesimpulan yang dilakukan oleh para siswa.

    ReplyDelete
  7. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Praktik pembelajaran memang terkadang tidak sesuai dengan indikator keberhasilannya. Banyak guru sudah mengerti apa yang seharusnya akan tetapi dalam praktiknya tidak berjalan demikian.
    Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran. Kekonsistenan pula dalam setiap pendekatan perlu ditingkatkan. Jika yang digunakan adalah pendekatan saintifik, maka sampai dengan pembuatan RPP, LKS, cara mengajar, dan sintaks sampai dengan akhir pembelajaran juga harus konsisten menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  8. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pembelajaran saintifik dapat berjalan apabila komponen pembelajaran yang digunakan sudah mengacu pada pembelajaran saintifik. Beberapa perangkat pembelajaran yang telah disebutkan di atas memang sebaiknya disusun sedemikian rupa sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan sempurna. Sebagai seorang guru, perlu melakukan diskusi dengan guru sejawat lainnya dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran. Guru bisa saling memberikan masukan-masukan yang sifatnya membangun pembelajaran saintifik. Guru juga perlu melakukan diskusi dengan ahli, seperti dosen dan dinas pendidikan terkait dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran. Dengan adanya diskusi-diskusi tersebut, diharapkan mampu menciptakan pembelajaran saintifik yang bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini memberikan pencerahan bagi saya yang terkadang masih merasa bingung mengenai pembelajaran seperti apakah yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Melalui postingan ini saya jadi tahu bahwa pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik akan terwujud bila terdapat RPP, LKS, kegiatan apersepsi, metode mengajar, media belajar, interaksi, diskusi kelompok, refleksi oleh siswa, penarikan kesimpulan oleh siswa, skema pencapaian kompetensi, penilaian, yang segala komponen tersebut disusun selaras dengan pendekatan saintifik. Sepengetahuan saya, guru-guru di sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sudah menyusun berbagai komponen pembelajaran tersebut dengan mengacu pada pendekatan saintifik. Akan tetapi, pada pelaksanaannya, guru belum seratus persen menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran. Guru masih melakukan apersepsi serta pendahuluan dengan metode ekspositori yang sudah menjadi kebiasaan sebelum diterapkannya Kurikulum 2013. Menurut saya, guru tak bisa disalahkan sepenuhnya karena pembelajaran dengan pendekatan saintifik memerlukan kesiapan dari berbagai pihak, termasuk siswa. Semoga seiring dengan berjalannya waktu, baik guru maupun siswa semakin siap dan terbiasa belajar dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Berdasarkan pengalaman saya waktu PPL, sekolah tersebut sekolah percontohan K13. Memang dalam K13 menggunakan pendekatan saintifik, tetapi kenyataan dilapangan guru tidak menerapkan pendekatan saintifik ini. Alasannya terlalu rumit dan sudah terbiasa pada pendekatan yang ada pada kurikulum lama yaitu KTSP. Kalaupun ada yang menerapkannya, waktu dalam pelaksanaannya tidak cukup untuk 1 jam pelajaran. Begitu pendapat guru berdasarkan pengalamn yang saya dapat pada tahun 2014

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Praktik pembelajaran memang terkadang tidak sesuai dengan indikator keberhasilannya. Banyak guru sudah mengerti apa yang seharusnya akan tetapi dalam praktiknya tidak berjalan demikian.
    Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran. Kekonsistenan pula dalam setiap pendekatan perlu ditingkatkan. Jika yang digunakan adalah pendekatan saintifik, maka sampai dengan pembuatan RPP, LKS, cara mengajar, dan sintaks sampai dengan akhir pembelajaran juga harus konsisten menggugnakan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  12. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak, melalui postingan ini saya menjadi tahu apa saja yang perlu saya siapkan untuk menerapkan pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik. Postingan tersebut sangat bermanfaat bagi pendidik maupun calon pendidik. Dengan memperhatikan indikator pembelajaran tersebut inshaAllah kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan maksimal.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari tulisan di atas saya menyimpulkan bahwa ketika guru ingin menerapkan pembelajaran saintifik yang sebenarnya maka juga harus totalitas dengan memperhatikan kesebelas hal di atas. Dengan memperhatikannya dalam perencanaan (RPP) kemudian dilaksanakan di kelas maka akan turut serta menyukseskan reform pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  14. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dengan membandingkan kriteria ideal dan hasil observasi di lapangan terhadap guru, terdapat beberapa problem yang nampak. Diantaranya adalah kecenderungan guru yang masih menggunakan metode konvensional atau ceramah dalam mengajar. Padahal, inovasi pembelajaran sangatlah dibutuhkan dalam pembelajaran saintifik ini. Beberapa metode pembelajaran yang bisa diterapkan menurut Kemdikbud diantaranya yaitu Discovery Learning, Problem Based Learning atau Project Based Learning. Selain itu juga, salah satu ciri khas sintaks dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik (dalam 5m) adalah menyajikan, maka sudah seharusnya siswa dilatih untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas. Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua calon guru. Terimakasih Prof. atas sharingnya.

    ReplyDelete
  15. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Postingan ini sangat penting untuk dicermati oleh para guru dan calon guru bahwa ketika merencanakan suatu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik harus diperhatikan dengan saksama kesebelas indikator di atas. Sebagai calon guru, saya sudah mengalami sendiri sebagian besar temuan-temuan yang telah disebutkan di atas ketika saya membuat perencanaan pembelajaran mikro dengan pendekatan saintifik.
    Postingan ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai koreksi agar dapat merencanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang sesuai dengan indikatornya.

    ReplyDelete
  16. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    Pend. Matematika A 2014

    Postingan ini sangat bermanfaat dibaca oleh guru maupun calon guru. Sebagai calon guru, saya merasa lebih memiliki gambaran dalam menerapkan pendekatan Saintifik nantinya. Dengan merefleksi dan melihat evaluasi evaluasi yang ada, diharapkan calon guru tidak melukukan kesalahan yang sama ketika terjun ke dunia pendidikan. RPP dan LKS harus dirancang sedemikian rupa sehingga selaras dengan pendekatan Saintifik. Apersepsi yang dilakukan pun harus selaras dengan pendekatan Saintifik. Pembelajaran dengan pendekatan Saintifik juga harus lebih variatif dengan metode dan media yang berbasis Saintifik.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini sangat menambah wawasan bagi saya. Pendapat saya, sebagian guru masih menggunakan pendekatan konvensional atau ceramah karena pendekatan itu yang sudah melekat pada guru, sedangkan dalam menerapkan pendekatan saintifik belum dapat maksimal karena masih banyak guru yang belum memahami dengan benar dalam menerapkan pendekatan saintifik, mungkin perlu diperbanyak dan digencatkan lagi pelatihan bagi guru-guru terkait penerapan Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  18. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik ini sangat membantu kami sebagai calon guru dalam mengimplementasikan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik nantinya. Hal ini juga sangat bermanfaat bagi saya yang sedang melaksanakan microteaching karena menjadi paham bahwa semua komponen pembelajarannya harus yang selaras juga dengan pendekatan saintifik. Misalnya apersepsi, guru harus melakukan apersepsi yang benar-benar bisa membuat siswa berpikir mengenai hal atau materi apa yang harus dikuasai sebelum mempelajari materi yang akan dipelajari. Tidak hanya memberikan ceramah akan tetapi misal bisa dengan menggunakan sebuah kuis.

    ReplyDelete
  19. Muahmmad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kesebelas indikator tersebut adalah alah satu rujukan bagi kami dalam melaksanakan dan mempersiapkan pembelajaran dengan Kurikulum 2013. Walaupun dalam praktiknya masih terdapat kekurangan tapi bila dilaksanakan evaluasi secara berkelanjutan maka hasilnya Insyaallah tidak mengecewakan. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan penerapan saintifik di Indonesia dan perlu diadakan diklat dan monev agar dapat meningkat kualitasnya.

    ReplyDelete
  20. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran berbasis pendekatan scientific merupakan implementasi dari Kurikulum 2013.
    Penerapan pembelajaran berbasis Scientific bukanlah hal yang mudah, terdapat beberapa indikator-indikator yang harus dipenuhi. Hal tersebut dapat terlihat dari observasi, monitoring dan supervise yang Bapak lakukan. Berdasarkan postingan bapak tentang indikator pembelajaran berbasis scientific ini sangat bermanfaat bagi guru dan calon guru sebagai referensi dan acuan dalam penerapan pendekatan scientific dalam pembelajarn.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika, guru juga harus mengembangkan perangkat pembelajaran mulai dari RPP dan LKS yang berbasis saintifik. Komponen yang ada di RPP juga harus sesuai dengan lima langkah yang ada di saintifik, jika semua sesuai dengan pendekatan saintifik maka pembelajaran yang terjadi juga akan menjadi bermakna. Apa yang dicantumkan di RPP harus sesuai dengan langkah yang ada dalam LKSnya agar sinkron dan sesuai. LKS juga harus terdapat diskusi kelompoknya sesuai dengan langkah saintifik.

    ReplyDelete
  22. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendekatan saintifik tidak jauh dari istilah 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Dimana hanya aspek mencoba saja yang lebih dominan dibandingkan yang lain. Hal yang paling sulit dilakukan oleh guru adalah membuat siswa penasaran dari apa yang diamatinya hingga sampai tahap menanyakan apa yang ingin ia ketahui. Selain itu tahap menalar, dimana guru harus 'memaksa' siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya. Yang terakhir adalah mengkomunikasikan hasil kerja siswa, namun keterbatasan waktu yang membuat tahapan ini berlalu begitu saja.

    ReplyDelete
  23. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah, hal itu dikarenakan sedikitnya pelatihan yang menekankan untuk mengembangkan cara mengajar, terlebih lagi untuk guru yang memiliki usia lanjut yang tidak sanggup untuk berupaya lebih seperti membuat RPP, mempelajari model-model pembelajaran dan lain-lain. Secara tidak langsung hal itu berdampak kepada rendahnya kualitas mengajar guru karena hanya mengandalnya penyaluran informasi dua arah melalui cara konvensional atau tradisional (Teacher Centered).

    ReplyDelete
  24. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini memberikan saya wawasan baru tentang bagaimana seharusnya pendekatan saintifik ini diterapkan dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Terdapat 11 indikator yang harus dipenuhi agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini berhasil dilaksanakan. Namun sayangnya, dari hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi, dengan adanya postingan ini dapat dijadikan bahan evaluasi agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pembelajaran memiliki indikatornya sendiri, sedangkan pendekatan saintifik juga memiliki pendekatannya sendiri. Dari tulisan ini saya mengamati bahwa pak Marsigit menggabungkan indikator pembelajaran dan indikator pendekatan saintifik sehingga didapatkan 11 indikator yang menjadi indikator pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik. Hasil pengamatan pak Marsigit beberapa diantaranya masih terjadi sampai saat ini. Mungkin sangat cocok untuk dijadikan bahan penelitian.

    ReplyDelete
  26. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    postingan ini memberikan banyak manfaat bagi pembaca dan utamanya saya sangat merasa terbantu dengan adanya postingan ini. Bahwa dalam sebuah pembelajaran janganlah sekali kali guru mendominasi dalam pembelajaran karena sesungguhnya siswa juga memiliki hak untuk mengungkapkan pendapatnya dan mereka juga mempunyai hak untuk tidak dikekang oleh guru. Siswa juga dapat menemukan konsepnya sendiri dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  27. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak indikator yang bisa dipakai untuk mengukur sukses atau tidaknya penerapan pendekatan ini. Seperti, RPP, LKS, apersepsi, metode pembelajaran, media pembelajaran, diskusi, presentasi, penilaian, kesimpulan. Semua indikator ini harus berkoherensi satu sama lain agar menghasilkan penerapan saintifik yang sukses. Namun beberapa guru terkadang lupa tidak memasukkan pendekatan saintifik ke dalam perangkat pembejarannya ataupun ke dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

    ReplyDelete
  28. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari artikel di atas kita mengetahui tentang indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yang baik. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak hal yang belum sesuai dengan indicator yang telah disebutkan di awal. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum 2013 yang berbasis pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini masih kurang. Perlu adanya pelatihan-pelatiahan agar dapat meningkatkan kesiapan guru. Di samping itu, sebagai guru haruslah tetap bersifat terbuka dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  29. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indokator pembelajaran yang berorientasi pada pendekata saintifik belum sepenuhnya tercapai dilapangan. Berdasarkan pengakuan seorang guru matematika SMP bahwa beliau mengalami kesulitan ketika menerapkan pendekatan sainifik terutama ketika diskusi berlangsung karena diskusi yang berlangsung cenderung tidak kondusif dan memakan lebih banyak waktu. Sehingga beliau menggunakan pendekatan konvensional (ceramah).

    ReplyDelete
  30. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan hasil yang tercantum di atas pada no 7 yaitu LKS bersifat tunggal. Dalam pembelajaran tentunya akan lebih baik ketika aktivitas yang dipelajari beragam. Beragam di sini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi siswa yang beragam pula. Beragam tentunya juga mempertimbangkan kemampuaan siswa. Sehingga peran guru sebagai fasilitator akan tercapai.

    ReplyDelete
  31. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut artikel ini dapat disimpulkan bahwa indikator keberhasilan pendekatan saintifik ini dapat dilihat dari implementasi perangkat pembelajaran yang berbasis saintifik yakni memuat langkah/syntaks kegiatan saintifik serta dalam proses pembelajarannya terpusat pada siswa (kontruktivism). Artinya siswa sendiri yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  32. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut observasi diatas dapat dilihat bahwa guru sudah mampu mengimplementasikan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik akan tetapi dalam implementasi pada LKS guru masih mengalami kesulitan . Hal ini bisa saja disebabkan karena belum biasanya untuk itu menurut saya pemerintah juga diharapkan dapat memberikan contoh model LKS dengan pendekatan saintifik sehingga guru lebih mudah dalam belajar menerapkan pendekatan saintifik dalam LKSnya.

    ReplyDelete
  33. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Salah satu kendala guru dalam penyusunan RPP adalah menentukan apersepsi yang pas dan sesuai sebagai penghantar pembelajaran. Apersepsi merupakan suatu hal yang krusial karena apersepsi merupakan alat yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam menerima materi yang baru. Pemberian apersepsi yang pas dapat meminimalkan terjadinya beban kognitif yang berlebih (cognitive overload) .

    ReplyDelete
  34. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Memang tidak mudah menggantikan kebiasaan lama menjadi suatu yang baru. Hal ini juga berlaku dalam penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Hal ini dijelaskan juga dalam poin 5 artikel diatas bahwa masih banyak guru-guru yang menggunakan metode konvensional dimana pembelajaran masih berpusat pada guru padahal idealnya dalam K13 sebaiknya pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator siswa.

    ReplyDelete
  35. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut point 6 pada artikel diatas guru masih sulit untuk memberikan kesempatan siswa berbicara padahal dalam kurikulum 2013 salah satu aspek dari pendekatan saintifik adalah komunikasi.

    ReplyDelete
  36. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut saya guru sebaiknya memberi kesempatan siswa untuk berkomunikasi baik untuk menyampaikan pendapat, bertanya dan hal terkait yang berkaitan dengan komunikasi. Selain dapat membiasakan siswa hal ini menurut saya juga dapat meningkatkan daya pemahaman dan daya berfikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan point 8. tentang terdapat presentasi/refleksi oleh siswa. Sebaiknya guru mempersilahkan siwa untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka setelah mengerjakan LKS. Hal ini agar siswa paham tentang yang mereka pikirkan apakah sudah benar atau belum. Jika belum maka guru dapat mengarahkannya.

    ReplyDelete
  38. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. berpusat pada siswa, melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dapat mengembangkan karakter siswa.

    ReplyDelete
  39. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca postingan Bapak saya menjadi lebih mengetahui hal hal apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Postingan ini sangat bermanfaat bagi saya, dan calon calon guru lainnya untuk lebih memperhatikan kembali mengenai bagiamana melakukan pembelajaran yang baik menggunakan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  40. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk point ketiga yaitu mengenai apresepsi, apresepsi ini merupakan suatu hal yang tidak bisa dianggap mudah, karena apresepsi harus dapat mengingatkan kembali siswa mengenai materi yang telah diajarkan yang sesuai dengan materi yang akan dibahas, dengan kata lain membangkitkan kemabli piror knowledge siswa, dengan adanya apresepsi dapat mempermudah siswa untuk mengarahkan fokus nya ke materi yang akan dipelajari

    ReplyDelete
  41. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    LKS dengan menggunakan pendekatan saintifik terdapat 5 langkah utama , yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. siswa diberikan permasalahan kemudian guru memberikan waktu kepada siswa untuk berdikusi kelompok dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru, setela mengerjakan LKS siswa dapat mengkomunikasin hasil diskusi nya didepan kelas, ini merupakan saran refleksi diri untuk mengetahui pemahaman siswa. siswa dapat membangun kesimpulannya sendiri dan guru meluruskan dan mengarahkan kesimpulan umumnya.

    ReplyDelete
  42. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang Indikator untuk membuat pembelajaran yang berdasarkan Pendekatan Saintifik. Selain itu, beberapa teman saya pun juga mengalami bebarapa kesulitan yang sama ketika melaksanakan pembelajaran mikro di kelas, seperti yang telah Bapak jelaskan dalam posting ini.

    ReplyDelete
  43. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkait dengan kurikulum 2013, masih banyak guru yang belum memahami dengan baik. Menurut saya masih ada guru yang menggunakan pendekatan konventional dan ceramah karena dirasa pendekatan itu lebih efektif dan efisien dalam waktu, apalagi jika peserta didiknya masih belum bisa diajak kerja sama melakukan kegiatan 5 m dan hanya mau menerima. Hal ini membuat guru terpaksa kembali pada metode dan pendekatan yang lama.

    ReplyDelete
  44. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Menurut saya, alasan guru kesulitan melakukan apersepsi karena masih mengalami kebingungan tentang kegiatan pendahuluan dan kegiatan mengamati. Apakah apersepsi itu memberikan masalah dan mengamati ataukah apersepsi itu hanya mengingatkan materi yang sudah ada dengan cara ceramah masih banyak yang tidak paham. Jika apersepsi adalah kegiatan mengingatkan kembali materi yang sebelumnya dengan cara memberikan masalah yang harus diselesaikan siswa dengan menggunakan pemahaman sebelumnya dan materi tersebut dipakai sebagai jembatan untuk materi yang baru, guru pun harus pintar-pintar mencari masalah yang dapat mejadi jembatan materi sebelumnya dengan materi yang baru.

    ReplyDelete
  45. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Manfaat Metode Saintifik

    Metode saintifik memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan dapat mengontruksi pengetahuannya sendiri, atau bisa dikatakan mandiri. Kegiatan mengamati melatih siswa untuk berpikir kritis dan berpikir luas, kegiatan menanya dapat melatih siswa meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan mengumpulkan informasi melatih siswa untuk mandiri, kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan melatih siswa berpikir kritis dan melatih kemampuan problem solving, dan kegiatan mengkomunikasikan melatih siswa dalam mengemukakan pendapat serta tanggungjawab.

    ReplyDelete
  48. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada saat ini memang belum semua menggunakan pendekatan saintifik. Seperti yang saya alami ketika melihat beberapa RPP di sebuah sekolah. Pada RPP tertulis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Namun pada pelaksanaannya belum dapat dilakukan pendekatan saintifik tersebut. Hal-hal tersebut seperti kurang kodusifnya siswa, kurang fokusnya siswa dalam pelajaran, dsb. Begitulah suatu idealita dan realita kadang beradu seperti tak dapat menyatunya minyak dengan air.

    Namun, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan bagaimana guru membuat fokus siswa, selain itu MGMP ataupun pemerintah (entah pusat atau daerah) dapat mengadakan sosialisasi tentang bagaimana pendekatan saintifik itu dan bagaimana caranya jika diterapkan di siswa yang seperti A dan seperti B. Semoga pendekatan saintifik dapat diaplikasikan dengan baik di berbagai kondisi.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  49. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam penyusunan rencana proses pembelajaran guru relatif kesulitan dalam menyusun alur pembelajaran sehingga memuat 5M secara baik. Salah satu yang paling membuat guru kesulitan adalah fase “menanya”. Pada dasarnya fase menanya telah dianjurkan pada implementasi kurikulum sebelumnya secara implisit dan belum tegas. Fakta lapangan pada implementasi kurikulum sebelumnya kemampuan menanya siswa masih belum berkembang. Penekanan yang tidak tegas membuat muatan tersebut dipandang tidak wajib sehingga dalam proses pembelajaran kurang diperhatikan. Siswa masih belum terbiasa untuk mengkritisi materi pembelajaran dan melayangkan pertanyaan. Guru juga belum terbiasa
    dalam memberikan stimulus pada siswa agar bertanya. Fakta tersebut membuahkan permasalahan pokok karena dengan tegas Kurikulum 2013 meletakan aspek menanya pada pondasi proses pembelajaran.
    Mengenai ranah materi, guru dituntut harus membuat rencana proses pembelajaran yang dapat menyelesaikan seluruh materi sesuai dengan waktu yang relevan. Namun, terdapat berbagai perbedaan muatan materi yang diajarkan antara Kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya.
    Secara umum, dalam pembelajaran matematika muatan materi meningkat. Guru merasa muatan materi tidak seimbang dengan alokasi waktu yang disediakan. Guru berpendapat bahwa jika materi disampaikan dengan proses pembelajaran konvensional kemungkinan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Namun ketika disampaikan dengan alur 5M, maka guru kesulitan menemukan komposisi alur yang relevan.
    Masalah pertama adalah kesulitan dalam menentukan indikator sikap yang akan dikur. Guru harus memperhatikan indikator sikap dengan materi pembelajaran dan rancangan proses pembelajaran. Jika guru tidak jeli, maka dimungkinkan indikator yang dipilih sulit untuk diukur dalam proses pembelajaran. Masalah kedua adalah penjabaran tiap indikator sehingga menjadi butir instrumen yang dapat diamati dan diukur. Proses penjabaran dimulai dengan membuat defini operasional sikap yang akan diukur dari berbagai teori. Definisi operasional kemudian dikembangkan menjadi berbagai butir muatan. Sebagian besar guru masih belum terbiasa dalam melakukan penyusunan instrument penilaian sikap. Bahkan, beberapa info rman menyatakan masih ragu dengan validitas instrumenyang digunakan dalam proses penilaian sikap.

    ReplyDelete
  50. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel berjudul “Persepsi Guru tentang Pendekatan Saintifik” kemudian membaca artikel ini, semakin terlihat jelas gap antara indikator pembelajaran saintifik dan pelaksanaan untuk mencapai indikator tersebut. Terlihat bahwa pelaksanaan pendekatan pembelajaran saintifik masih belum optimal. Oleh karena itu artikel ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi untuk lebih memperhatikan hal-hal yang harus dipenuhi dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan dapat saya jadikan acuan ketika saya menggunakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  51. Diperlukan pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik. Perubahan-perubahan yang diharapkan guru akan melaksanakan pembelajaran ke arah yang lebih baik. Dengan pelatihan, secara perlahan menunjukkan kemauan guru untuk terus mau belajar dan berkembang. Kemauan untuk mau dibentuk meskipun membutuhkan proses yang lama merupakan awal yang baik untuk perubahan. Karena jika kesempatan ini disia-siakan, kita cenderung terlena akan kenyamanan menggunakan cara lama yang sudah diyakini.

    ReplyDelete
  52. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indikator-indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik tersebut sangat penting sebagai acuan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik berjalan dengan baik. Akan tetapi, dalam penerapannya saat ini, masih terdapat beberapa kekurangan yang seharusnya bisa diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Salah satunya yaitu point 5, sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah. Perlu diadakannya pelatihan agar guru dapat menyesuaikan dengan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Sehingga siswa dapat terfasilitasi dengan baik.

    ReplyDelete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam praktiknya ditemukan seperti yanga ada pada poin 1 dan 2 yaitu walaupun sudah mencantumkan saintifik dalam RPP tetapi belum ada di LKSnya. Hal ini perlu menjadi evaluasi bagi guru untuk menyelaraskan RPP dan LKSnya. Keselarasan tersebut menjadi penting dikarenakan keduanya menjadi suatu kesatuan untuk pelaksanaan pembelajaran. Dengan keselarasan antar keduanya diharapkan guru dapat optimal untuk menerapkan saintifik seperti yang mereka rencanakan sebelumnya.

    ReplyDelete
  55. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan temuan nomor tujuh yaitu sebagian beasar guru belum memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasilnya, mengindikasikan bahwa guru belum memfasilitasi salah satu sintaks saintifik yaitu mengomunikasikan. Sehingga guru harusnya memberikan waktu pada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Dengan demikian guru akan memerdayakan siswa-siswanya untuk lebih aktif sebagai subjek pembelajaran dan mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  56. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tahapan yang sesuai untuk siswa dalam pembelajaran matematika menurut saya setelah saya mengikuti pembelajaran bersama Prof. Marsigit adalah siswa SMP, ini khusus untuk siswa SMP. pertama kegiatan pembelajaran dibuka terlebih dahulu dengan berdoa, kemusian guru menanyakan siapa saja yang tidak hadir, setelah itu guru menyampaikan kepada siswa materi apa yang akan dipelajari hari ini kemudia guru melakukan kegiatan apresepsi yang dilakukan dengan memberikan kuis kepada siswa. setelah itu kuis dibahas dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian LKS kepada siswa yang dikerjakan secara berkelompok. kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. tak lupa kesimpulan berasal dari siswa.

    ReplyDelete
  57. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk membantu guru dalam menyiapkan dan juga melaksanakan pembelajaran, indikator yang sudah ada dapat digunakan sebagai acuan guru, memang bukan hal yang mudah untuk menyusun pembelajaran yang dapat mencakup semua idnikator tersebut. Hasil observasi yang dilakukan Pak Marsigit ditemui kekurangan-kekurangan guru dalam pelaksanaan perencanaan dan pelaksanaan pengajaran, sehingga hasil observasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru. Dalam menanggapi hal tersebut, perlu adanya solusi yang dapat membantu guru dalam perbaikan kinerjanya, solusi untuk hal itu dapat berasal dari guru itu sendiri dan juga berasal dari orang atau pihak lain. Seperti contoh, guru bisa diberikan bimbingan tentang bagaimana menyusun LKS yang sesuai dengan standar, dengan pendampingan pelaksanaan dan evaluasi dari pihak lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  58. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Indikator pencapaian pembelajaran berorientasi saintifik nyatanya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini terjadi mungkin karenanya sosialisasi pembelajaran saintifik secara merata. Masih banyak dipelosok negri yang mungkin belum mengenal saintifik dan dirasa belum mampu karena SDM yang ada.

    ReplyDelete
  59. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014


    Pendekatan saintifik itulah kata kunci yang sering dicari dalam kurikulum 2013, meski sekarang tidak semua satuan pendidikan menggunakan kurikulum 2013, namun momok pendekatan saintifik pada proses pembelajaran bagi sebagian guru masih membebani, hal ini dipengaruhi oleh kurang tahunya guru tentang pengertian pendekatan saintifik tersebut.

    ReplyDelete
  60. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui postingan ini saya menjadi tahu bahwa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifk selain memerlukan RPP dan LKS yang selaras dengan pendekatan saintifik diperlukan juga adanya variasi baik variasi metode, interaksi, maupun media yang tentunya berbasis saintifik sedemikian sehingga dalam pembelajaran siswa berdiskusi secara berkelompok dilanjutkan dengan refleksi kemudian siswa memperoleh kesimpulannya sendiri.

    ReplyDelete
  61. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya menjadi teringat kembali dengan RPP dan LKS yang sudah saya buat untuk keperluan microteaching yaitu saya mencantumkan sintak pendekatan saintifik di RPP tetapi tidak pada LKS dan dalam penyampaian apersepsinya saya masih menggunakan cara yang konvensional. Setelah membaca postingan ini saya melakukan evaluasi diri dan semoga dapat berubah menjadi lebih baik untuk kedepannya. Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca dan memahami tulisan tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa seorang guru harus betul-betul memperhatikan kesebelas indikator di atas agar pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik dapat berjalan dengan maksimal. Namun, memang tidak mudah, diperlukan latihan berulang-ulang dan belajar dari pembelajaran sebelumnya manakah indikator yang belum tercapai atau terlaksana dengan maksimal.

    ReplyDelete
  63. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selain kesebelas indikator yang dipaparkan di atas, terdapat beberapa poin yang menggambarkan bagiamana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang dilaksanakan oleh 9 guru. Dari hal itu yang cukup mengejutkan adalah semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan saintifik, padahal hal tersebut merupakan inti dari pendekatan saintifik. Hal tersebut terjadi mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang pendekatan saintifik, karena memang pendekatan saintifik belum lama diterapkan di Indonesia. Alhamdulillah, saat di pembelajaran micro sudah dilatih untuk membuat LKS dan RPP serta melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, walaupun masih banyak kekurangan dan masih perlu banyak berlatih.

    ReplyDelete
  64. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemahaman saya apersepsi adalah suatu kegiatan yang menuntun siswa untuk mengingat kembali pengetahuan yang sudah dimilikinya yang terkait atau relevan dengan materi pada pembelajaran yang akan diajarkan. Sehingga, nantinya siswa diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru dan dapat dengan mudah melaksanakan kegiatan selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  65. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana cara melakukan apersepsi? Selama kuliah dengan Prof. Marsigit, beliau menekankan bahwa apersepsi tidak hanya memberikan pertanyaan pada siswa, tetapi membuat siswa melakukan sesuatu seperti memberikan kuis singkat agar kognitif siswa benar-benar aktif dan mengingat materi sebelumnya, tidak hanya berpura-pura mengingat.

    ReplyDelete
  66. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  67. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari apa yang bapak sampaikan dalam postingan ini saya menjadi mengerti bahwa apa yang harus dipersiapkan oleh guru dalam proses pembelajaran saintifik tidaklah sedikit. Bukan hanya metode, namun juga berbagai indikator-indikator yang lain.

    ReplyDelete
  68. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hal pembelajaran berbasis saintifik, RPP menjadi fokus utama dalam penyusunannya. Mampu membuat rpp yang sesuai dengan pembelajaran saintifik maka kemungkinan dalam pembelajaran berjalan baik lebih tinggi.

    ReplyDelete
  69. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari temuan-temuan yang ada dalam PLPG Oktober 2015. Saya selaku calon guru harus lebih memperhatikan dalam pembuatan LKS. Karena masih belum terlalu mengerti tentang pembuatan LKS yang sesuai dengan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  70. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembuatan RPP salah satu indikator yang penting adalah bagian apersepsi. Karena dibagian ini adalah bagaimana guru mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan. Sehingga kesiapan siswa dalam proses pembelajaran yang ada dapat dilihat dari bagian ini.

    ReplyDelete
  71. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu kendala yang muncul dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik ada di bagian refleksi oleh siswa. Apa yang guru harapkan dalam bagian ini belum tentu dapat dimengerti oleh siswa. Hal ini bergantung pada LKS yang telah dipersiapkan guru. Apakah dari langkah yang ada dalam LKS dapat membantu siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  72. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya kendala lain dalam pembelajaran saintifik adalah pada bagian diskusi kelompok. Jika dalam suatu kelompok terlalu banyak anggotanya, menurut saya hal ini dapat menjadi penghambat. Karena belum tentu semuanya dapat bekerja dalam mengerjakan LKS. Selain itu distribusi kemampuan siswa dalam pembagian kelompok harus diperhatikan juga. Baiknya siswa dengan kemampuan rendah dan tinggi didistribusikan secara merata.

    ReplyDelete
  73. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Selama saya menerapkan pendekatan saintifik kesulitan yang saya dapatkan adalah susahnya dalam membuat siswa terlibat aktif, apalagi saat membuat kesimpulan dari siswa. siswa terlihat malu malu dan tidak berani mengungkapkan pendapatnya.

    ReplyDelete
  74. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Indikator-indikator di atas menegaskan lagi kepada kita sekaligus memberikan kita informasi. Praktek pembelajaran memang terkadang tidak sesuai dengan indikator keberhasilannya. Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran. Kekonsistenan pula dalam setiap pendekatan perlu ditingkatkan. Jika yang digunakan adalah pendekatan saintifik, maka sampai dengan pembuatan RPP, LKS, cara mengajar, dan sintaks sampai dengan akhir pembelajaran juga harus konsisten menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  75. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan bapak sangat membantu mahasiswa maupun guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Dengan adanya indikator-indikator di atas, guru dapat mengetahui apakah pembelajaran yang selama ini diajarkan sudah menggunakan pendekatan saintifik atau malah sebaliknya.

    ReplyDelete
  76. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan yang masih dialami mahasiswa ataupun guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah masih jarangnya menggunakan apersepsi dalam memulai pembelajaran. Padahal apersepsi di sini memiliki peranan untuk melihat kemempuan awal yang dimiliki siswa dan kemudian digunakan untuk menghubungkan materi sebbelumnya dengan materi yang akan dipelajari selanjtunya.

    ReplyDelete
  77. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan lain yang sering dialami guru dalam menerapkan pembelajaran saintifik adalah belum meratanya kesempatan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi mereka. Hal ini mungkin dikarenakan oleh alokasi waktu yang tersedia hanya sedikit, sehingga presentasi hasil diskusi siswa hanya diwakilkan oleh beberapa orang saja dan selebinya dijelaskan oleh guru dengan metode konvensional.

    ReplyDelete
  78. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan memfasilitasi siswa sesuai dengan indikator yang Bapak tuliskkan, fungsi guru sebagai fasilitator pun akan terlaksanakan dan siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  79. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Salah satu dari 11 indikator yang disebutkan diatas yaitu terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis saintifik. Nha, dalam hal ini saya masih mengalami kebingungan. Penggunaan metode yang bisa berbasis saintifik kemungkinan besar hanya metode-metode pembelajaran kooperatif, sehingga hanya melakukan variasi dalam pelaksanaan pembelajaran secara kelompok. namun, bagaimana dengan pendekatan-pendekatan lain yang kita tahu terdapat banyak sekali pendekatan, strategi, maupun model yang dilakukan. Jika guru hanya terbatas harus menggunakan pendekatan saintifik, bagaimana dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, problem posing, pendidikan matematika realistik, discovery atau inquiry, serta strategi metakognitif, dan lain sebagainya. Jika kita ingin memadukan antara saintifk dengan pendekatan-pendekatan tersebut bagaimana caranya, dan bagaimana sintaknya?

    ReplyDelete
  80. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini sangat bermanfaat bagi guru dan calon guru. Dengan mambaca postingan ini kita dapat lebih mawas diri dalam proses perancangan mengajar dengan pendakatan saintifik. Ketidak sesuaian guru dalam praktek mengajar disebabkan kurangnya pengetahuan guru tentang pendekatan saintik atau bisa saja disebabkan karena stategi konvensioal yang sudah sangat melekat pada guru.

    ReplyDelete
  81. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendekatan scientific merupakan pendekatan pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013. Namun pada praktinya pembellajaran yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. diperlukan persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran agar praktik dalam pembelajarannya dapat berjalan lancar . Salah satunya kesiapan RPP yang digunakan. Jika pendekata yang digunakan scientifikc maka RPP yang disusun juga harus selaras dengan pendekatan scientific.

    ReplyDelete
  82. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    RPP, LKS adalah pedoman dalam sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Akan tetapi, banyak guru yang masih kesulitan dalam mengembangkan RPP maupun LKS secara mandiri. Apalagi dengan menerapkan pendekatan saintifik, guru-guru hanya mendapatkan pengenalan pendekatan ini hanya melalui pelatihan-pelatihan, bimtek-bimtek dan membaca di internet. Hal ini masih merasa kurang sebagai bahan kepada guru untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  83. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam RPP kurikulum 2013, sintak pendekatan pembelajaran memang harus disampaikan beserta dengan konten atau isi dari materi yang akan disampaikan oleh guru. akan tetapi, praktik di kelas tidak seluruhnya sama dengan apa yang tertulis di RPP.

    ReplyDelete
  84. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam menerapkan endekatan saintifik di sekolah. Menggeser pendekatan pembelajaran dari ekspositori menjadi student center learning memang tidaklah mudah. Hal tersebut ditinjau dari guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  85. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam penyusunan indikator dalam pembelajaran saintifik menurut pemahamn saya memang harus menuliskan indikator yang nantinya memuat pendekatan saintifik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dalam paparan diatas dijelaskan temuan bahwa sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil. Padahal pada bagian itu siswa dapat berlatih untuk mengkomunikasikan hasil pekerjaannya dan berlatih untuk tampil di depan umum. Maka evaluasi dalam pembelajaran perlu dilakukan oleh guru dan refleksi juga agar dapat terus memperbaiki pembelajarannya.

    ReplyDelete
  86. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saat ini, pembelajaran di sekolah formal menggunakan kurikulum 2013 sebagai acuannya. Maka dari itu di dalam pembelajaran di kelas, guru perlu dan harus melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan yang disampaikan di dalam kurikulum 2013 tersebut.

    Di dalam pelaksanaannya, guru perlu untuk memperhatikan hal-hal penting dalam melakukan pembelajaran di kelas. Di dalam kurikulum ini, pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, maka guru perlu menciptakan RPP, apresepsi, skema pencapaian kompetensi, dan penilaian yang berbasis saintifik. Selain itu di dalam pelaksanaannya, guru perlu melakukan interaksi, metode dan media yang bervariasi dan berbasis saintifik, serta memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menyimpulkan sendiri atas kegiatan yang telah mereka lakukan.

    ReplyDelete
  87. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam penerapan kurikulum 2013 yang berbasis saintifik, tentu guru dan calon guru sering mengalami kesulitan dalam melaksanakannya di kelas. Ada beberapa kesulitan yang saya alami ketika menerapkan pembelajaran saintifik di kelas micro-teaching saya. Kesulitan pertama yang dialami ialah mengontrol diri agar membuat pembelajaran yang student center, bukan teacher center. Ini dipengaruhi karena di masyarakat sudah terbiasa bahwa belajar di kelas adalah guru yang menjelaskan. Kemudian kesulitan kedua yang saya alami adalah menciptakan suasana kelas yang mampu membuat siswa aktif serta banyak menyampaikan tanggapan-tanggapan mereka tentang kompetensi yang sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  88. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Diskusi kelompok sangat penting dalam pembelajaran matematika. Apalagi sekarang diterapkan kurikulum 2013. Dengan diskusi kelompok dapa membantu siswa agar bisa mengeluarkan ide-ide mereka dan juga membagikan cara pemikiran mereka dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  89. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran berorientasi pada Pendekatan Saintifik memerlukan apresepsi yang tepat sebelum mengawali pembelajaran inti. Apresepsi berkaitan dengan pengetahuan yang telah diperoleh di mata pelajaran sebelumnya. Apresepsi yang baik yaitu yang memancing siswa untuk ingin tahu lebih lanjut tentang materi yang akann dipelajari pada waktu tersebut.

    ReplyDelete
  90. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah maka pembelajaran matematika tidak bisa berkembang. Siswa tidak ada kesempatan untuk mengeluarkan ide dan gagasannya mengenai materi yang sedang dipelajari. Siswa terpaksa hanya mendengarkan dan tidak bisa lepas dari pemikiran yang diberikan oleh guru. Seharusnya siswa mempunyai berbagai cara dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

    ReplyDelete
  91. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Indikato yang telah disampaian pak marsigit tersebut sangat memabantu saya dalam mengkonsep atau memiliki pandangan dalam microteaching dan ppl dengan pendekatan saintifk, selain itu dapat menajdi ilmu buat saya dan bekal buat saya ketika saya diberikan kesemoatan untuk menajdi guru professional. Hal ini dapat menjadi acuan untuk yang lainnya dalam melakukan pembelajaran saintifik, karena beberapa masalah mengenai pelaksaan pendekatan saintifik ini salah satunya adalah karena kurangnya pemahaman dan ketidaktahuan guru mengenai konsep pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  92. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pendekatan saintifik merupakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik menekankan pembelajaran berbasis fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.

    ReplyDelete
  93. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pend. Matematika A 2014

    dari kesebelas indikator di atas, semuanya merupakan satu kesatuan yang dapat menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. namun, untuk mewujudkan 11 indikator tesebut dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan, tidaklah mudah. oleh karena itu, guru harus berlatih lebih giat lagi

    ReplyDelete
  94. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pend. Matematika A 2014

    menurut saya, variasi penggunaan media belajar dalam pembelajaran matematika sangat berpengaruh dalam meningkatkan antusias siswa untuk mempelaajari matematika. karena sifatnya yang abstrak, dengan menggunakan media belajar, matematika akan menjadi lebih menarik, tidak membosankan, dan akan lebih mudah dipahami. apalagi jika media tersebut berbasis saintifik dan seing dijumpai oleh siswa di kehidupan sehari-harinya

    ReplyDelete
  95. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pend. Matematika A 2014

    saya juga beranggapan bahwa melakukan aperpsepsi dan motivasi merupakan hal yang sulit. belum lagi jika kita mengajar matematika di kelas peminatan. apersepsi maupun motivasi yang kita sampaikan haruslah bisa berkaitan dengan mata pelajaran yang lain, agar siswa lebih cepat untuk mengingatnya dan merasakan kegunaan materi tersebut di kehidupan sehari-harinya. oleh karena itu, sebagai seorang guru, kita tidak hanya perlu mengeksplor diri kita di bidang kita sendiri, tetapi harus bisa sampai ke bidang pelajaran yang lain juga

    ReplyDelete
  96. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pend. Matematika A 2014

    mengenai hasil observasi Pak Marsigit, apakah penyebab guru-guru tersebut belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya? apakah karena waktu nya yang tidak cuukup?

    ReplyDelete
  97. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Dalam pembelaaran menggunakan pendekatan santifik, penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  98. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik yang dituliskan Bapak Marsigit di atas jika hanya dibaca akan terlihat mudah, guru-guru juga menganggap indikator yang harus dicapai cukup mudah. Akan tetapi, pada pelaksanaannya tidaklah mudah. Misalkan saja pada indikator terdapat variasi pada penggunaan metode pembelajaran yang berbasis saintifik, hal tersebut tidaklah mudah karena biasanya jika menggunakan pendekatan saintifik, akan terpaku pada sintak 5M dan menjadikan tidak adanya variasi pada metode pembelajaran, padahal banyak metode lain yang secara tersirat juga terdapat sintak 5M tetapi tidak dituliskan dengan jelas seperti metode saintifik biasa. Dan terbukti masih banyak ditemui guru yang belum tepat dalam menggunakan pendekatan saintifik seperti yang telah dituliskan juga.

    ReplyDelete
  99. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Aprsepsi masih menjadi momok persoalan yang masih belum dipecahkan seutuhnya. Menurut saya pada apersepsi setidaknya guru menarik perhatian siswa dengan membuatnya penasaran pada akhir apersepsi. Sebelumnya siswa diajak untuk menyamakan prior knowledge sebelum dibawa ke materi dalam pembelajaran. Jadi guru dituntut untuk kreatif.

    ReplyDelete
  100. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik hendaknya semua perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, baik dari segi model, metode, strategi serta persiapan lainnya dalam mengajar seperti LKS, RPP dan media/alat peraga pembelajaran. Selain itu pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus menggunakan langkah-langkah sebagai proses pembelajaran. Grup discussion dan pembelajaran yang bervariasi adalah salah satu cara menerapakan pembelajaran yang berbasis saitifik. Dalam pembelajaran yang berbasis saintifik siswa harus melakukan refleksi/ presentasi untuk kemudian disimpulkan. Hal ini melatih keberanian siswa dan juga menguji tingkat pemahaman siswa dalam menguasai suatu materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  101. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelaksanaan pendekatan scientifik memang masih belum maksimal. Ada beberapa kendala yang dialami guru diantaranya belum maksimal dalam menggunakan apersepsi, sintak yang belum sesuai dalam LKS, dan pelaksanaan yang belum mencakup 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar dan Mengkomunikasikan). Dalam hal ini memang perlu adanya proses yang berkelanjutan. Karena suatu perubahan memang tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan waktu tertentu.

    ReplyDelete
  102. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apersepsi merupakan hal yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan apersepsi ini merupakan kegiatan yang membantu siswa mengingat kembali konsep atau pengalaman yang telah mereka miliki yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari siswa. Namun masih banyak guru yang kesulitan melakukan apersepsi, padahal apabila kegiatan apersepsi ini tidak dilakukan, maka pembelajaran dapat terhambat. Apersepsi dapat dilakukan dengan memberikan kuis.

    ReplyDelete
  103. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Banyak hal yang harus dipersiapkan guru untuk sebelum dapat mengajar di kelas, seperti yang telah disampaikan Prof. Marsigit pada tulisan di atas. Pemberian apersepsi merupakan hal yang dirasa sulit dilakukan oleh guru. Di samping itu, terkadang siswa merasa bosan dan tidak nyaman dengan pembelajaran yang terkesan dibiarkan. Oleh karenanya, perlu pembiasaan baik dari guru maupun siswa. Dan perlu banyak inovasi pembelajaran agar siswa tidak merasa cepat bosan.

    ReplyDelete
  104. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah siswa yang masih perlu diberikan penjelasan oleh guru sehingga pembelajaran yang harusnya berpusat pada siswa jadi berubah. diskusi yang dilakukan di kelas pun kadang menjadi tidak hidup tanpa campur tangan lebih dari guru. serta penggunaan media yang belum optimal.

    ReplyDelete
  105. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari hasil observasi yang dilakukan, memang masih banyak kendala-kendala yang dihadapi oleh kebanyakan guru. Hal ini merupakan tantangan yang begitu besar bagi guru maupun calon guru. Menurut saya yang harus dilakukan adalah meningkatkan frekuensi untuk belajar, mencari tau segala hal yang berkaitan, dan juga melakukan penelitian-penelitian yang mendukung.

    ReplyDelete
  106. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat beberapa kriteria yang menjadi karakteristik pembelajaran menggunakan pendekatan scientific. Pertama, berkaitan dengan materi pembelajaran yang dipelajari adalah sebuah kasus yang berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, tidak hanya sebatas perkiraan, atau angan-angan serta khayalan saja. Dengan demikian, setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat mengaplikasikannya ke dalam pemecahan permasalahan sehari-hari.

    ReplyDelete
  107. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kedua, berkaitan dengan interaksi antara guru dengan siswa, diharapkan guru mampu memunculkan situasi pembelajaran yang menyenangkan, terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. Dengan demikian, pengetahuan yang sedang dibangun oleh siswa dapat tertata dengan rapi sehingga diperoleh hasil yang memuaskan. Hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  108. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketiga, diharapkan seorang guru mampu memberikan stimulus untuk mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Sehingga kemampuan siswa dapat berupa kemampuan dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan keterkaitan satu sama lain dari materi pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

    ReplyDelete
  109. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dilihat dari segi tujuan pembelajaran yang hendak dicapai pada pendekatan scientific, harus dirumuskan secara jelas, serta menarik sistem penyajiannya. Dengan penyajian yang dibuat semenarik mungkin, diharapkan menghasilkan kemauan, rasa ingin tahu, dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

    ReplyDelete
  110. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai guru yang menjadi agen dari pemerintah mungkin cukup sulit mengikuti saran yang telah diberikan oleh praktisi pendidikan yang menginginkan pembelajaran yang baik seprti yang dijelaskan bapak Marsigit dalam tulisan ini. Hal ini terjadi karena terbentur dengan kebijakan daris ekolahnya, munkin seperti rpp yang dibuat untuk pembelajaran hanya satu. Sedangkan para pemerhati pendidikan mengharapkan guru membuat rpp yang bervariasi adanya sehingga dapat menanggapi karakter siswa yang beraneka ragam.

    ReplyDelete
  111. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam menerapkan pendekatan scientific ini, kemampuan guru dalam memandu jalannya pembelajaran yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengekplorasi, mengasosiasi serta mengkomunikasikan sangatlah diuji. Adapun ranah yang akan dituju melalui pendekatan scientific meliputi ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), serta ranah psikomotorik (keterampilan).

    ReplyDelete
  112. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui ranah pengetahuan yang akan dicapai, diharapkan siswa memiliki pengetahuan mengenai apa yang sedang terjadi. Melalui ranah sikap, diharapkan siswa mampu mengetahui mengapa itu bisa terjadi. Sedangkan dari ranah keterampilan, diharapkan siswa memiliki kemampuan bagaimana sesuatu tersebut terjadi. Dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan hard skill saja yang berusaha ditingkatkan dalam pembelajaran, melainkan juga aspek soft skill yang akan semakin terasah pada diri peserta didik.

    ReplyDelete
  113. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari aspek tujuan dalam menerapkan pendekatan saintifik itu sendiri, kemmapuan guru dalam mengontrol atau mengandalikan kelas dengan baik sangat diperlukan saat pembelajaran di kelas berlangsung. maka sebagai guru selayaknya harus mempersiapkan secara matang agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai.

    ReplyDelete
  114. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik adalah RPP dengan pendekatan saintifik. RPP berisi skenario atau langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa dan guru dalam suatu pertemuan. RPP yang selaras dengan pendekatan saintifik disusun sesuai dengan tahapan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. RPP tersebut sangat penting bagi guru, hal ini dikarenakan pembelajaran harus dirancang dan disiapkan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dari pembelajaran pada pertemuan tersebut tercapai.

    ReplyDelete
  115. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada keyatannya masih banyak guru yang kesulitan atau kebingungan dalam menerapkan pembelajaran berorientasi pada saintifik. Pemberian apersepsi bagi saya sebagai calon guru pun masih dirasa sulit, karena kadang ada materi yang susah dihubungkan dengan maeri yang siswa telah pelajari terdahulu

    ReplyDelete
  116. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran saintifik jika tidak terlaksana dengan baik akan berkibat gagalnya tujuan utamanya. dengan tujuan agar siswa lebiih aktif sehingga bisa mengembangkan kemampuannya, tetapi jika dalam pelaksaannya guru tida bisa memancing seluruh siswa untuk aktif akan berakibat siswa yang pasif akan tertinggal dengan siswa yang aktif

    ReplyDelete
  117. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terkadang dalam penerapan pendekatan saintifik, terdapat kendala pada penyampaian apersepsi. Sebenarnya apersepsi dapat dilakukan dengan menyebutkan contoh-contoh yang ada di dunia nyata dan mudah dipahami oleh siswa. Hal tersebut siswa dapat membayangkan apa yang akan dipelajari dan manfaatnya sehingga membuat pembelajaran menjadi bermakna. Kemudian kendala sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.

    ReplyDelete
  118. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Andai boleh berpendapat, terdapat tiga kemungkinan, yang pertama adalah guru tidak percaya pada siswa artinya guru menganggap siswa masih belum bisa belajar tanpa dirinya sebagai sumber ilmu, sedangkan yang kedua adalah guru belum memberikan kesempatan karena waktu yang terbatas (waktu jam mata pelajaran habis), yang ketiga guru masih belum terbiasa dengan pendekatan saintifik. Memang sebaiknya guru lebih memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya walaupun tidak semua siswa mempresentasikan hasilnya akan tetapi setidaknya ada perwakilan dari siswa untuk menyampaikan hasil diskusi karena ini menyangkut pada keterampilan berkomunikasi yang harus dikembangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  119. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan saintifik atau pendekatan ilmiah memiliki sintaks pembelajaran yang masih perlu dibiasakan, terutama kepada siswa. Pendekatan saintifik ini berparadigma pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa diharapkan mampu aktif dalam membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  120. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan saat ini. Untuk dapar mengembangkan pembelajaran saintifik yang baik, guru seharusnya memperhatikan indikator-indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Dengan melihat postingan ini, guru dapat mencermati indikator pembelajaran saintifik dan temuan-temuan pada praktik pembelaran saintifik sehingga dapat mengembangkan pembelajaran saintifik yg baik dan benar.

    ReplyDelete
  121. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus melakukan berbagai inovasi untuk menjalankan pembelajaran matematika di kelas. Invoasi pembelajaran tersebut harus memuat interaksi berbasis saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete
  122. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan metode yang bisa diaplikasikan berbasis saintifik salah satunya yaitu pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Pembelajaran berbasis masalah bisa menjadikan siswa mempelajari matematika dari masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Dari masalah tersebut siswa bisa menganalisis dengan langkah-langkah saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete