Nov 1, 2015

Indikator Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik

Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):

1. RPP yang selaras dengan pendekatan Saintifik
2. LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik
3. Apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik
4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
6. Terdapat variasi interaksi berbasis saintifik (5 sintak langkah Saintifik)
7. Terdapat Diskusi Kelompok
8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
9. Terdapat skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik
10. Terdapat penilaian berbasis pendekatan saintifik
11. Terdapat kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut:

1. Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya.
2. Semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya
3. Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional
4. Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa
5. Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah
6. Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.
7. Semua LKS bersifat tunggal.

Yogyakarta, Nopember 2015

36 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berdasarkan hasil observasi yang pernah saya lakukan pada dua guru matematika di salah satu SMP Negeri di Jambi, saya juga memperoleh temuan bahwa guru sudah mencantumkan sintaks pendekatan saintifik di RPPnya tapi pada prakteknya, pembelajaran secara dominan masih menggunakan pendekatan konvensional. Selain itu, salah satu prinsip pada Kurikulum 2013 adalah dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber. Sumber belajar yang digunakan yaitu guru, buku siswa dan LKS. Guru sangat jarang menggunakan media pembelajaran yang menampilkan video dan gambar. Beberapa guru masih merasa kesulitan dalam membuat media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK, siswa dapat melihat faktanya, gambarnya, videonya, diagramnya, teksnya yang memfasilitasi siswa melihat dan mengamati masalah tersebut.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari bacaan diatas ditemukan bahwa masih ada atau banyak guru yang belum sepenuhnya paham tentang pendekatan saintifik. Masih ada kekurangan-kekurangan yang dimiliki sehingga harusnya sebagai mahasiswa kita harus bisa melihat kekurangan mereka dan mulai menutupi dengan pemahaman yang kita miliki agar kesalahan yang ada bisa dihilangkan dan menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang telah disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA mengenai Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik terdapat permasalahan dari hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK yakni salah satunya yaitu Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa. Pada dasarnya untuk memahami semua indikator pembelajaran haruslah dengan persiapan yang memadai. Tetapi faktanya persiapan guru untuk implementasi Kurikulum 2013 tergesa-gesa dan kurang maksimal. Itu terlihat dari waktu pelatihan guru yang sangat pendek dan dekat dengan waktu implementasi. Artinya, guru tidak memiliki kesempatan untuk mengendapkan materi pelatihan, sekaligus berdiskusi dengan sesama rekan guru yang mengajar mata pelajaran sama.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut saya, indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik dapat membuat siswa lebih memahami materi yang disampaikan. Pentingnya siswa untuk mengkontruksi sangat dipengaruhi oleh indikator yang berorientasi pada pendekatan saintifik tersebut. Terutama pada kesimpulan yang diperoleh oleh siswa, karena tidak mudah supaya siswa dapat menyimpulkan apa yang telah dipelajari dan tugas guru adalah membuat siswa agar dapat menyimpulkan entah dengan pertanyaan pancingan maupun dengan proses pembelajaran yang dilakukan.

    ReplyDelete
  5. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A

    Indikator pembelajaran beorientasi pada pendekatan saintifik memang perlu dikembangkan karena lebih menekankan pada siswa untuk aktif selama pembelajaran. Namun, tidak semua materi dapat dengan mudah diajarkan dengan menerapkan pendekatan saintifik. Sehingga, dibutuhkan waktu bagi guru untuk menerapkan pendekatan saintifik dan juga dibutuhkan hal-hal yang mendukung, seperti yang telah disampaikan Prof Marsigit.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Indikator-indikator di atas dapat digunakan dalam pendekatan saintifik. Tetapi ketika dilakukan monitoring ditemukan bahwa sebagian besar indikator yang ada tidak ditemukan dalam perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru. Jika demikan, lantas orientasi pendekatan saintifik mau dibawah kemana. Kemungkinan sebagian besar guru masih bingung dengan pendekatan ini, sehingga memerlukan pelatihan agar dapat mematangkan guru terhadap pendekatan ini agar guru lebih memahami setiap indikator yang ada.

    ReplyDelete
  7. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Memang bukan perkara mudah memenuhi indikator-indikator pendekatan saintifik tersebut. Namun sudah menjadi konsekuensi guru untuk totalitas dalam melaksanakan pendekatan saintifik karena "mazhab" tersebut yg dianut oleh kebijakan saat ini. Perlu perencanaan yang baik mencakup penyusunan instrumen belajar yang senada dengan saintifik. Perlu pelaksanaan yg baik mulai dr apersepsi hingga di akhir para siswa dapat menyimpulkan sendiri apa yg mereka pelajari. Dan perlu penilaian yang tepat yang senada dengan saintifik. Hal ini menambah panjang rentetan indikator guru ideal di Indonesia.


    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Kusuma Wardani Dyah Sumarni
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendekatan saintifik salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa aktif dalam membangun pengetahuannya, mulai dari membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, membuat Lembar Kerja siswa, memilih variasi metode pembelajaran yang memungkinkan siswanya dapat aktif dalam membangun pengetahuanya berdasarkan pengetahuanya yang telah dimiliki sebelumnya sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna. Selain itu juga diperlukan ketrampilan guru dalam mengelola pelaksanaan pembelajaran seperti ketrampilan dalam menentukan variasi penggunaan media, ketrampilan membimbing siswa ketika mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, ketrampilan dalam mengelola diskusi kelompok sehingga guru tidak hanya “transfer of knpwledge” tetapi juga “tranfer of value”.

    ReplyDelete
  10. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Terimakasih pak atas Indikator yang disampaikan. Saya juga pernah melakukan penelitian berkaitan dengan pendekatan saintifik dan seperti yang bapak tuliskan di atas bahwa pemberian apersepsi yang sesuai memang cukup sulit dan memerlukan kreatifitas. Saya rasa untuk mencapai indikator pembelajaran saintifik yang baik memang memerlukan lebih banyak waktu dan juga pengalaman. Kesulitan lain yang saya kira menjadi permasalahan dalam penerapan pembelajaran saintifik adalah berkaitan dengan penilaian yang dilakukan. Penilaian ini terutama pada aspek sikap dan juga spiritual.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mengaplikasikan pendekatan saintifik seperti yang diharapkan memang butuh waktu dan proses yang cukup panjang. Karena guru dituntut tidak hanya mengerti teorinya saja namun juga prakteknya.Seorang guru yang baik merupakan guru yang tidak pernah puas untuk belajar. Sehingga diharapkan dengan adanya indikator-indikator pendekatan saintifik seperti yang telah disebutkan di atas, guru dapat memahami per indikator dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Berdasarkan informasi yang bapak sampaikan di atas, ijinkan saya mengambil kesimpulan bahwa:
    1. Berdasarkan hasil observasi terhadap praktek peer teaching tersebut sebagian guru sudah memenuhi indikator pendekatan saintifik dalam bentuk fisik tertulis di perangkat pembelajaran.
    2. Pada kenyataanya dari hasil praktek, data menunjukkan bahwa antara harapan yang ada pada indikator pendekatan saintifik dan praktek aplikasi di lapangan, guru belum menerapkan indikator yang ada dalam proses pembelajaran.
    3. Perlu di benahi dari sisi pengerahuan wawasan guru tentang saintifik itu sendiri, ataupun membiasakan dalam aplikasi dlm pengajaran. Mengapa itu kita jadikan PR yang amat berharga? Karena dengan terhambatnya satu sistem, maka akan menghambat kemajuan kurikulum yang dicanangkan untuk selangkah lebih maju dan menuju perbaikan.

    ReplyDelete
  13. Berdasarkan informasi yang bapak sampaikan di atas, ijinkan saya mengambil kesimpulan bahwa:
    1. Berdasarkan hasil observasi terhadap praktek peer teaching tersebut sebagian guru sudah memenuhi indikator pendekatan saintifik dalam bentuk fisik tertulis di perangkat pembelajaran.
    2. Pada kenyataanya dari hasil praktek, data menunjukkan bahwa antara harapan yang ada pada indikator pendekatan saintifik dan praktek aplikasi di lapangan, guru belum menerapkan indikator yang ada dalam proses pembelajaran.
    3. Perlu di benahi dari sisi pengerahuan wawasan guru tentang saintifik itu sendiri, ataupun membiasakan dalam aplikasi dlm pengajaran. Mengapa itu kita jadikan PR yang amat berharga? Karena dengan terhambatnya satu sistem, maka akan menghambat kemajuan kurikulum yang dicanangkan untuk selangkah lebih maju dan menuju perbaikan.

    ReplyDelete
  14. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam RPP kurikulum 2013, sintak pendekatan pembelajaran memang harus disampaikan beserta dengan konten atau isi dari materi yang akan disampaikan oleh guru. akan tetapi, praktik di kelas tidak seluruhnya sama dengan apa yang tertulis di RPP. banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah siswa yang masih perlu diberikan penjelasan oleh guru sehingga pembelajaran yang harusnya berpusat pada siswa jadi berubah. diskusi yang dilakukan di kelas pun kadang menjadi tidak hidup tanpa campur tangan lebih dari guru. serta penggunaan media yang belum optimal.

    ReplyDelete
  15. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran di kelas sungguh akan berjalan dengan sangat baik jika indikator-indikator di atas dapat terpenuhi. Namun, kembali lagi kepada pribadi guru dalam menyikapi setiap indikator tersebut.
    Ketika saya membaca bahwa sebagian besar guru ternyata belum mampu memenuhi indikator di atas, itu berarti perlu adanya pelatihan lebih mendalam kepada para guru dan calon guru, sehingga di kelas dapat benar-benar memfasilitasi siswa dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016


    Dari hasil observasi tersebut, dapat di simpulkan bahwa banyak guru belum begitu memahami mengenai pendekatan saintifik. Mungkin dikarenakan berdasarkan pengalamn yang saya alami, penerapan kurikulum 2013 yang masih banyak belum disosialisasikan kepada sekolah sendiri, dan yang paling utama adalah proses penyusunan perangkat pembelajaran yang banyak memakan waktu, sehingga membuat konsentrasi guru terbagi antara tentang mempersiapkan dan mengontrol kelas selama proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  17. Dari beberapa temuan yang telah teridentifikasi di atas, menunjukkan bahwa dalam praktek pembelajaran masih ada guru yang menggunakan pendekatan konvensional. Dengan demikian maka tidak mudah merubah kebiasaan yang telah lama dipraktekkan. Diperlukan banyak hal untuk dapat merubahnya, karena latar belakang guru yang ada berbeda-beda. Masa kerja dan usia adalah termasuk aspek yang mempengaruhi, guru yang telah bertahun-tahun dengan pendekatan pembelajaran yang kontinu dengan pendekatan yang telah lama dipraktekkan sungguh sangat sulit untuk berubah apalagi guru yang akan mendekati bebas tugas (pensiun). Masih jarang guru yang membuat LKS sendiri, lebih banyak yang menggunakan LKS buatan orang lain (dibeli) sehingga persepsi guru tentang LKS juga perlu mendapat perhatian. Sehingga temuan-temuan di atas juga terjadi di beberapa sekolah.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Berdasarkan hasil observasi yang telah di paparkan Bapak Prof Marsigit di atas, masih banyak temuan indikator-indikator dalam penerapan kurikulum 2013. Mungkin pemerintah harus lebih siap dan mesiapkannya lebih matang dalam menerapkan kurikulum baru, dan karna sudah dilaksanakannya revisi kurikulum 2013, sebaiknya pemerintah juga lebih mempertimbangkan kondisi guru yang nanti akan menjadi pelaksana nyata di lapangan. Dan sebaiknya, pemerintah lebih menyeluruh memberikan pelatihan tentang kurikulum 2013 kepada guru-guru seIndonesia.

    ReplyDelete
  19. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mengawali komentar pada blog ini saya ingin menyampaikan sebuah kata yaitu: "Praktek tidak semudah teori".

    Berdasarkan pengalaman saya dalam menerapkan pendekatan saintifik memang sangat sulit dibutuhkan kerja keras, walaupun secara teori mudah namun prakteknya dilapangan sangat sulit. Apalagi dalam bidang studi matematika tidak semua materi itu kita bisa melakukan saintifik sekalipun bisa maka memakan waktu yang cukup panjang padahal materi yang ingin diajarkan sangat banyak. Walaupun tekadang memang guru itu belum semuanya mengetahui tentag saintifik, bisa disebabkan karena tidak pernah mendapatkan pelatihan atau workshop sehingga buta sama sekali tentang pendekatan saintifik. Bisa jadi sudah tau namun sulit untuk menerapkannnya, karena setiap guru itu bermacam-macam tipenya, ada yang ikhlas untuk mengajar dan ada yang mengajar itu hanya untuk membayar utang.

    Namun sebaiknya pemerintah harus membekali guru dengan ilmu tentang pendekatan saintifik ini dan juga pemerintah harus memberikan sarana dan prasarana yang memadai untuk sekolah sehingga bisa menerapkan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  20. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan temuan saat observasi, masih banyak guru/ calon guru yang belum mampu menerapkan pembelajaran berorientai saintifik seperti idealnya. Butuh banyak pengalaman, butuh banyak kesalahan untuk menjadi baik. Maka dari itu, kita akan mampu melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik jika kita paham tentang pendekatan saintifik, dan menerapkannya dalam pembelajaran. Tentunya tak lepas dari evaluasi dan refleksi setelah pembelajaran berlamngsung, untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

    ReplyDelete
  21. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C
    Assalamu'alaikum.. Guru perlu memahami indikator-inkator apa saja yang mengindikasikan pembelajaran telah berorientasi pada pendekatan saintifik, dengan begitu guru dapat mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik. Hasil observasi, monitoring dan supervisi yang Pak Marsigit sampaikan dapat digunakan sarana refleksi dan acuan untuk memperbaiki pembelajaran agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Terimakasih Pak.
    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  22. Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pendidikan Matematika I 2014

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk membantu guru dalam menyiapkan dan juga melaksanakan pembelajaran, indikator yang sudah ada dapat digunakan sebagai acuan guru, memang bukan hal yang mudah untuk menyusun pembelajaran yang dapat mencakup semua idnikator tersebut. Hasil observasi yang dilakukan Pak Marsigit ditemui kekurangan-kekurangan guru dalam pelaksanaan perencanaan dan pelaksanaan pengajaran, sehingga hasil observasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru. Dalam menanggapi hal tersebut, perlu adanya solusi yang dapat membantu guru dalam perbaikan kinerjanya, solusi untuk hal itu dapat berasal dari guru itu sendiri dan juga berasal dari orang atau pihak lain. Seperti contoh, guru bisa diberikan bimbingan tentang bagaimana menyusun LKS yang sesuai dengan standar, dengan pendampingan pelaksanaan dan evaluasi dari pihak lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada saat ini memang belum semua menggunakan pendekatan saintifik. Seperti yang saya alami ketika melihat beberapa RPP di sebuah sekolah. Pada RPP tertulis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Namun pada pelaksanaannya belum dapat dilakukan pendekatan saintifik tersebut. Hal-hal tersebut seperti kurang kodusifnya siswa, kurang fokusnya siswa dalam pelajaran, dsb. Begitulah suatu idealita dan realita kadang beradu seperti tak dapat menyatunya minyak dengan air.

    Namun, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan bagaimana guru membuat fokus siswa, selain itu MGMP ataupun pemerintah (entah pusat atau daerah) dapat mengadakan sosialisasi tentang bagaimana pendekatan saintifik itu dan bagaimana caranya jika diterapkan di siswa yang seperti A dan seperti B. Semoga pendekatan saintifik dapat diaplikasikan dengan baik di berbagai kondisi.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  24. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Mungkin indikator-indikator yang berorientasi pada pendekatan saintifik tiap poin lebih dijabarkan lagi penjelasannya bagaimana. Karena mungkin kebanyakan guru juga masih bingung menyusun RPP dengan pendekatan saintifik. Karena saya sebagai mahasiswa yang pernah menyusun RPP dengan pendekatan saintifik juga mengalami kesulitan. Yang saya tau dibagian kegiatan inti terdapat kegiatan 5M nya. Tetapi dalam penyampaian, penyusunan LKS, kegiatan apersepsi dan lain-lain saya juga belum tau yang tepat seperti apa.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan Saintifik tidak mudah untuk dilaksanakan dalam kelas, karena guru perlu benar-benar paham tentang tahap-tahap Saintif serta indikator keberhasilan pembelajaran Saintifik. Saya sendiri sebagai calon guru (amiin) masih merasa kesulitan dalam memahami dan menerapkan pendekatan saintifik. Terutama pada bagian Mengamati dan Menanya, padahal bagian tersebut merupakan bagian terpenting dalam memulai pembelajaran. Guru harus kreatif dalam membuat suatu permasalahan ataupun suatu keadaan yang akan diamati oleh siswa, khususnya yang nanti akan dapat menimbulkan pertanyaan oleh siswa. Karena memancing siswa untuk bertanya sesuai yang guru harapkan itu tidak mudah. Siswa yang cenderung pasif juga akan kesulitan pada tahap ini.

    ReplyDelete
  26. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik dikatakan berhasil jika indikator-indikator dari pendekatan tersebut telah berhasil terpenuhi. Kebanyakan guru di sekolah sudah paham mengenai indikator dari pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik, hanya saja masih sulit dalam mempraktekkannya ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran, meliputi pembuatan RPP, pembuatan LKS, cara mengajar, dan sintaks dari awal hingga akhir pembelajaran yang secara konsisten menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  27. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    indikator-indikator pendekatan saintifik yang ideal, yang disampaikan Prof Marsigit sangat bermanfaat bagi guru maupun bagi yang sedang berproses menjadi calon guru untuk mengevaluasi apa yang selama ini dianggap benar mengenai pendekatan saintifik yang telah diterapkan maupun yang sedang dipelajari penerapannya.

    Tentunya menerapkannya tidaklah mudah, tidak cukup sekedar tahu, semua pasti butuh proses belajar dan belajar. Guru sebagaimana perannya sebagai fasilitator, harus benar-benar terus belajar dan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi siswa dengan pendekatan saintifik seperti seharusnya (yang disebutkan sebagai indikator), sebagaimana siswa yang ditunutut aktif dan mengkonstruksi pengetahuannya. Antara siswa dan guru, keduanya harus seimbang. Dengan begitu pendekatan saintifik yang ideal dapat terlaksana dan memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.

    ReplyDelete
  28. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan indikator-indikator yang telah Bapak Prof. Marsigit sampaikan dengan hasil observasi, monitoring, dan supervisi dari sembilan guru tersebut menurut saya memperlihatkan bahwa masih kurangnya penguasan guru terhadap pendekatan saintifik yang diterapkan pada pembelajaran. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan bermacam faktor. Salah satu faktornya menurut saya adalah pendekatan saintifik yang dirasa masih ‘asing’ dalam pembelajaran karena memang pembelajaran di Indonesia sebelum diterapkan Kurikulum 2013 adalah menggunakan pembelajaran langsung atau ceramah. Sedangkan, saat ini dengan K13 guru dituntut untuk menerapkan pendekatan saintifik pada pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, guru juga perlu proses untuk belajar mengenai pendekatan saintifik agar lebih menguasai dan memahami tahapan-tahapannya dan bagaimana memfasilitasi atau mendesain masalah yang tepat untuk bermacam-macam karakteristik siswa baik itu ditinjau dari kemampuan kognitif atau sosial siswa. Dengan begitu diharapkan siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya dan tujuan pembelajaran tercapai.

    ReplyDelete
  29. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Pendekatan saintifik yang ditekankan pada kurikulum 2013 memang belum seluruhnya diterapkan pada pembelajaran, seperti yang Prof. Marsigit sampaikan pada tulisan di atas. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan kurangnya waktu yang dibutuhkan guru dalam mempersiapkan pembelajaran saintifik dalam kelas. Guru-guru yang masih belum akrab dengan pendekatan saintifik diharapkan dapat dengan segera menyesuaikan pembelajaran yang mengarah pada pencapaian indikator, sehingga implementasi kurikulum 2013 menjadi maksimal dan menghasilkan pembelajaran aktif dan konstruktif

    ReplyDelete
  30. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada bapak Prof. Marsigit atas gambaran tentang indikator-indikator pembelajaran yang harus dipenuhi pada pendekatan saintifik. Dan dari informasi di atas memberikan gambaran bahwa untuk mengaplikasikan pendekatan saintifik seperti yang diharapkan, seorang guru harus mengetahui secara matang tentang pendekatan saintifik, mulai dari pembuatan perangkat pembelajaran yang selaras sampai dengan penerapannya dalam pengajaran.

    ReplyDelete
  31. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menilik dari beberapa indikator beserta temuan-temuan yang biasa dijumpai dalam paparan artikel ini, tampak adanya hal yang perlu diperhatikan oleh guru dan calon guru secara khusus, yaitu apersepsi. Mengapa apersepsi itu penting dilakukan? Apersepsi merupakan salah satu tahapan pembelajaran saintifik dimana guru harus yakin bahwa siswanya telah memiliki cukup 'prior knowledge' atau pengetahuan/pengalaman sebelumnya yang terkait dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Seperti yang kita ketahui bahwa antara satu ilmu dengan yang lain memiliki keterkaitan, khususnya dalam matematika. Itulah mengapa apersepsi menjadi penting, yaitu untuk mengingatkan siswa kembali materi tertentu agar penyampaian materi/konsep baru dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Adapun cara guru melakukan apersepsi dapat bervariasi, bisa menggunakan quiz pretest, tanya jawab, atau lainnya. Diharapkan, apersepsi yang diberikan oleh guru itu tidak sekedar guru menjelaskan, tapi diberi pancingan-pancingan kepada siswa sehingga siswa yang mengingat atau menyebutkan konsep/pengetahuan sebelumnya yang terkait.

    ReplyDelete
  32. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang berorientasi pada Pendekatan Saintifik merupakan pembelajaran yang ideal yang sekarang ini sedang didengung-dengungkan. Pembelajaran berorientasi saintifik sangat tepat untuk menjadikan siswa kreatif, dan itulah yang diharapkan oleh Kurikulum 2013. Akan tetapi, karena pendekatan ini dapat dikatakan baru-baru ini diperkenalkan di Indonesia, tentulah guru-guru di Indonesia masih merasa kesulitan dalam pelaksanaannya di kelas, guru-guru kesulitan bergeser dari yang semula pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran berorientasi saintifik. Maka dari itu, masih banyak guru yang kesulitan melakukan apersepsi yang tepat, masih banyak guru bahkan semua guru yang kesulitan dalam mengembangkan LKS yang sesuai dengan saintifik, dan sebagainya yang telah diuraikan oleh Prof. Marsigit dalam tulisannya.

    ReplyDelete
  33. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 P.Matematika_D 2016


    Berdasarkan temuan tersebut terlihat bahwa masih terdapat guru yang memang belum memahami secara benar bagaimana pendekatan saintifik itu diterapkan dalam pembelajaran. Praktik pembelajaran memang terkadang tidak sesuai dengan indikator keberhasilannya. Kekonsistenan dalam pendekatan yang digunakan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu sebaiknya dalam penyusunan RPP, LKS, dan sampai dengan cara mengajar pun harus konsisten menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  34. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Di tulisan ini, saya akan menyoroti tentang LKS dan RPP. Saya pernah melakukan penelitian sewaktu S1 di salah satu kabupaten, berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru matematika sumber belajar berupa LKS masih membeli dari penerbit atau internet. akan tetapi LKS yang dibeli belum tentu sesuai dengan RPP yang dibuat oleh guru dan sintaks Saintifik. LKS yang diproduksi oleh penerbitcenderung berisi rangkuman materi-materi dan latihan-latihan soal sehingga fungsi LKS yang sebenarnya sebagai lembar kerja siswa di mana LKS digunakan untuk melatih siswa agar dapat lebih terampil dalam memecahkan soal yang diberikan beralih menjadi rangkuman materi secara singkat.

    ReplyDelete
  35. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya setuju dengan 11 indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik yang bapak sampaikan. Dari perkuliahan microteaching bersama bu Endang dan bu Djamilah, saya mendapatkan sesuatu yang harus dilakukan dalam pendekatan saintifik, yaitu dengan memberikan motivasi terhadap materi yang disampaikan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan realistis. Hal ini bertujuan agar siswa tau apa manfaat dari belajar materi tersebut sehingga diharapkan siswa antusias dalam pembelajaran. Dalam praktiknya, ada beberapa materi yang sulit untuk dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan realistis.

    ReplyDelete
  36. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 P. Matematika A 2014

    Assalamu'alaykum Wr. Wb.
    Salah satu pendekatan dalam menunjang kesuksesan pembelajaran dengan kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik. Berdasarkan penjelasan bapak diatas, saya setuju dengan indikator-indikator yang bapak jabarkan sesuai dengan penelitian yang bapak lakukan. Dengan pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik, dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan dan proses pembelajaran benar-benar berpusat pada siswa. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik seperti yang dipaparkan bapak diatas, diantaranya dalam melaksanakan apresepsi, penyusunan RPP dan LKS. Sebagian besar guru masih menerapkan pendekatan konvensional dalam proses pembelajarannya meskipun RPP telah mengacu pada sintak pendekatan saintifik.
    Selain dari pemaparan diatas, berdasarkan materi perkuliahan yang pernah saya tempuh, beberapa hal penting yang harus termuat dalam mencapai keberhasilan pedekatan saintifik adalah pertama, saat guru memberikan motivasi kepada siswa sebelum mengakhiri pertemuan pembeljaran dan yang kedua dalam memberikan penilaian afektif kepada siswa, baik penilian sikap maupun spiritual.

    ReplyDelete