Nov 4, 2015

Menembus Ruang dan Waktu


Direfleksikan oleh Fitriani, S.Pd, 15709251067
PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015, Sabtu, 31 Oktober 2015
Diperbaiki oleh Marsigit

Assalamualaikum wr.wb
Pada pertemuan ke-7 Perkuliahan Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. di  hari Selasa tanggal 27 Oktober 2015 pukul 11.10 s.d. 12.50 di ruang 305B Gudung lama Pascasarjana. Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya Beliau memulai pertemuannya dengan berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan tes jawab singkat dengan topik “Membangun Filsafat dengan Menembus Dimensi Ruang dan Waktu” adapun bentuk-bentuk dari pertanyaan Beliau seperti berikut:

Pertanyaan 1 dari Azmi Yunianti

Setelah beberapa kali mengikuti ujian filsafat, nilai yang saya dapatkan memprihatinkan. Menjawab dengan berfikir saja salah, apalagi tidak? Sebenarnya apakah sih yang salah dari saya pak, apakah karena fikiran saya atau bagaimana?

Jawaban dari Beliau Bapak Prof. Marsigit M.A

Mendapatkan nilai yang jelek itu adalah benar di dalam filsafat, karena engkau belum membacanya. Nilai yang jelek itu merupakan contoh dari Fallibilisme, singkatnya Salah itu Benar.

Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Istilah ini diambil dari kata latin abad tengah Fallibilis. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ini dikarenakan ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran. Karena itu mereka mengharapkan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin.

 Dengan adanya paham tersebut memberikan pemaham kita sebagai pendidik ketika mendapatkan “ANAK YANG MELAKUKAN KESALAHAN” merupakan “KEBENARAN DALAM FILSAFAT” karena berdasarkan faham Fallibilisme tersebut Beliau Bapak Marsigit menyebutkan bahwa “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT” jadi janganlah tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan. Karena jika dia belum belajar, maka jawabannya yang Salah menjadi Benar dalam keadaannya. Jika engkau belum membaca Elegi-elegi, maka adalah Benar jika nilai anda adalah nol. Maka sebenar-benar Fallibisme adalah aliran filsafat yang sangat berguna untuk melindungi objek dari ketersemena-menaan Subjekya; untuk melindungi siswa SD dari ketersemena-menaanya gurunya. Jikalau seorang guru belum memberi fasilitas belajar, belum memberi pengalaman belajar, belum memberi kesempatan bekerjasama, maka jangan berharap siswanya akan menjawab benar dari setiap pertanyaan-pertanyaannya.

Terkait dengan nilai yang belum meningkat, ini merupakan pertanda bahwa “Anda Masih perlu memperbanyak Bacaan” karena dalam tes yang saya buat ini,  bukan hanya mengukur kemampuan tetapi sebagai pembelajaran bahwa ternyata “MENYADARI BAHWA AKU BELUM FAHAM ITU PENTING”. Oleh karena itu agar nilai dapat meningkat maka tingkatkanlah bacaan sehingga nantinya dapat berfikir isomorfis dengan saya (Beliau Bapak Prof. Marsigit). Jika engkau ingin belajar filsafat kepada saya, maka pelajarilah pikiran-pikiran saya; dan pikiran-pikiran saya semuanya sudah saya tuangkan dalam Elegi-elegi.

Berfikir isomorfis merupakan pemikiran yang sepadan yang menggambarkan pemetaan satu-satu. Misalnya pemikiran seseorang mengatakan bahwa di Indonesia ada Jakarta, di benua Kutub ada beruang merupakan contoh pemikiran Isomorfis. Setiap orang dapat mengatakan apa yang difikirkannya kecuali orang yang mabuk, pikun dan gila. Maka pikiran dua orang bersifat Isomorpis, pikiran banyak orang juga bersifat Isomorpis, bahkan pikiranmu dengan Dunia ini juga Isomorpis. Pertanda bahwa pikiran kita saling berisomorpis adalah sama-sama adanya pengertian Jakarta misalnya, di dala pikiran kita. Aku punya konsep orang tua, orang muda, saudara, anak, adik, keluarga, dst; maka pikiranmu juga mempunyai konsep orang tua, orang muda, saudara, anak, adik, keluarga, dst. Itulah bahwa pikiran kita saling berisomorpis.

Yang menjadi persoalan adalah bahwa ternyata Isomorpisma itu mempunyai derajadnya atau kadarnya, jadi kita mempunyai isomorpisma umum, isomorpisma khusus. Maka diriku dan dirimua yang sedang belajar filsafat kepadaku selalu berusaha meningkatkan saling kesepahaman dengan mengingkatkan kadar isomrpisma masing-asing, sehingga yang ada dalam pikiranku juga ada dalam pikiranmu dan sebaliknya. Namun manusia, karena keterbatasannya, tidak dapat mencapai Isomorpisma absolut; kita hanya berusaha menggapainya. Sebanar-benar sifat Absolut adalah hanya milik Tuhan saja.

Dengan demikian, tujuan diadakannya tes filsafat adalah agar seseorang dapat rendah hati dalam bidang keilmuan. Namun, perlu diketahun bahwa rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Rendah hati maksudnya adalah agar seseorang tidak merasa sombong dalam menuntut ilmu. Ketahuilah bahwa “DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT”. Di dalam tingkatan normatif pemikiran, ketika seseorang yang merasa sombong di dalam dirinya maka seseorang tersebut telah terkena MITOS. Kerena setinggi-tingginya pemikiran maka ancamannya adalah MITOS. Kerena dalam berpikir seseorang mempunyai batas yaitu Spiritual. Ada kalanya seseorang ketika berada dalam tingkatan spiritual maka pikiran seseorang harus  terhenti dan diturunkan ke hati, contohnya ketika proses ibadah. Proses ibadah yang dimaksud terkhususnya adalah do’a. Doa yang diteruskan dari pemikiran yang terhenti akan diteruskan ke hati sehingga akan diambil alih oleh Sang Maha Kuasa.

Sebenar-benar do’a adalah ketika kita hijrah dari kesadaran doa menuju kesadaran hati, di mana pikiran kita tidak mampu lagi memikirkan doa-doa kita, tetapi harapannya doa kita sudah diambil alih oleh Allah SWT. Amin. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi Kesadaran Hati. Jika kita ekstensikan maka kita akan menemukan lagi Kecerdasan Hati, Ilmu Hati, Metode Hati, …dst. Itu hanya dapat dipahami dengan spiritualitas kita masing-masing. Sedangkan terminologi yang dihasilkan semata-mata menunjukkan keterbatasan bahasa atau ungkapan untuk menggambarkan Dunia Hati. Jangankan bahasa atau istilah, sedangkan pikiran kita juga tidak akan tuntas mampu mengetahui relung hati kita masing-masing.

Berdasarkan pengalaman Beliau Bapak Marsigit yang telah itikaf di mesjid dibimbing oleh para SUFI selama beberapa hari hanya untuk memperbaiki ibadah, tata cara sholat, doa dan sebagainya sehingga Beliau dapat mengetahui bahwa ada fase dimana pemikiran berhenti dan diteruskan ke hati. dan doa tersebut diambil alih oleh sang Maha Kuasa. “Doa kok hitung-hitungan” doa merupakan harapan setiap manusia dengan doa maka manusia memiliki harapan, sebenar-benar doa adalah memohon ampun kepadaNya dan memanggil namaNya.

Pertanyaan 2 dari Evvy Lusiana

Bagaimana pandangan filsafat tentang pemimpin yang sesuai ruang dan waktu?

Jawaban dari Beliau Bapak Prof. Marsigit M.A

Mengenai pemimpin berarti ada pemimpin dan ada yang dipimpin termasuk struktur dunia yang lengkap berdimensi. Tingkatan pemimpin lebih tinggi dibandingkan dengan tingkatan orang yang dipimpin.  Pemimpin merupakan dewa bagi orang yang dipimpin. Sehingga Logika Para Dewa berarti Logika Para Pemimpin. Contohnya “KAMU MERUPAKAN DEWA BAGI ADIKMU DAN ADIKMU MERUPAKAN PREDIKAT (DAKSA) BAGI DIRIMU”. Sehingga divisualisasikan dalam bentuk perwayangan atau cerita sehingga berbicara yang berkaitan dengan Para Dewa pun sebenarnya juga berstruktur seperti ada Dewa Raja, ada Dewa Prajurit, ada Dewa Perdana Menteri, ada Dewa Lurah dan seterusnya. Oleh karena itu, masing-masing memiliki logika Para Dewa, kontradiksi Para Dewa, kesalahan Para Dewa dan seterusnya. 

Mengenai pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu yang baik berarti dapat dianalogikan sebagai hubungan antara subyek dan predikat yang mempunya dimensi yang lebih tinggi. Pemimpin adalah subyek, tugasnya sebagai pemimpin para predikat. Maka masing-masing dari kita adalah pemimpin dari sifat-sifat kita masing-masing. Menjadi pemimpin yang baik  harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi maka pikiran lebih luas dan dalam serta pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Baik secara fisik seorang pemimpin harus kuat. Secara formalnya, misalnya dengan melanjutkan pendidikan S2 bagi pemimpin merupakan peningkatan dimensi untuk menjadi pemimpin yang baik yang merupakan indikator titik point peningkatan dimensi.

Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Manusia hidup menuju dimensi yang lebih baik dalam fenomena garis lurus dalam siklik yang berputar. Pada perputaran siklik ada fase dimana manusia menjumpai peristiwa yang sama, misalnya selalu mengalami keadaan Hari Minggi tiap minggunya, manusia lupa ketika telah lanjut usia dan kembali ke sifat kekanak-kanakan. Hal ini berarti dalam hidup anda tidak berarti bahwa Anda akan semakin hebat melainkan ada fase dimana Anda lupa atau menjadi pikun. Fase siklik dari kehidupan yang terluar adalah adalah spiritual. Fase siklik ini bagi dunia timur atau spiritualisme, merupakan wadahnya bagi manusia untuk menyukuri hidup; maka orang bijaksana di timur adalah orang yang pandai bersyukur. Fase siklik inilah yang tidak dimiliki oleh negeri negeri Barat. Fase kehidupan negeri Barat merupakan diagram lurus (open ended) yang memiliki ended yang terbuka sehingga tidak mengerti hidupnya mau kemana ujungnya mau kemana dan tujuannya kemana; dengan filsafat hidup mencari terus dan terus mencari. Maka bijaksana menurut dunia barat adalah manusia yang sedang mencari.

Siklik terluar di negeri kita adalah Spriritualitasme yang berpengang teguh pada keyakian masing-masing dan berbasis serta dipayungi oleh spriritualisme masing-masing. Sehebat-hebat pikiran dan sepusing-pusing pikiran maka berhentilah dan mulai mengambil air wudhu kemudian sholat bagi umat muslim dan beribadah yang lain sesuai dengan keyakinan agama masing-masing. Siklikkanlah pikiran dan kegiatan anda sehingga mampu menghayati karunia dan kebesaran Tuhan.

Jika fenomena siklik kita ditambah unsur linear maka itulah yang namanya fenomena hidup maju berkelanjutan, ituleh hermenitika hidup yaitu terjemah dan diterjemahkan. Sebenar-benar hermenitika hidup itulah metode hidup yang sesuai dengansunatullah atau kodrat tuhan; wujudnya dalam masyarakat adalah saling bersilaturakhim. Inilah harta karun dunia timur yang belum digali. Jika digali dan dikembangkan maka kita akan mempunyai metode pembelajaran dengan Metode Silaturakhim. Mengapa tidak? Renungkanlah

Sifat pemimpin dianalogikan sebagai hubungan subyek dan predikat. Bagaimana seorang pemimping megeloha sifat-sifatnya. Contohnya memiliki kulit sawo matang, berambut keriting, berbadan kurus, dan seterusnya yang berjumlah semilyar pangkat semilyar lebih sifat yang ada pada diri pemimpin, belum lagi sifat-sifat yang ada di luar diri pemimpin.

Maka sebenar-benar manusia adalah tidak ada yang lengkap dan sempurna memiliki sifat. Misalnya penglihatan manusia yang tidak lengkap merupakan sifat yang mesti disyukuri sebab jika manusia memiliki penglihatan yang lengkap maka   manusia tidak akan hidup dengan tenang bahkan salalu pingsan jika memandang sesama. Sehingga sebenar-benar manusia memiliki sifat determinis yaitu menjatuhkan sifat tertentu kepada suatu sifat tertentu pula. Sipemilik sifat diterminis adalah Subjek, yang dijatuhi sifat diterminis adalah objeknya.  Maka godaan yang paling besar dari seorang pemimpin (sebagai subjek) adalah menggunakan kuasanya terhadap objeknya. Godaan terbesar seorang guru adalah menjatuhkan sifat kepada murid-muridnya, dimana sifat yang dijatuhkan belum tentu cocok dengan keadannya. Itulah maka sebagian dosa-dosa kita adalah dikarenakan sifat diterminis kita.

Secara netral kita bisa determin dengan menyebutnya si A tinggi, si B jangkung dst; tetapi kategori tinggi di Indonesia belum tentu kategori tinggi di negara lain seperti pemain basket Amerika. Maka dalam menjalani hidup ini khususnya pemimpin haruslah berhati-hati tidak boleh semena-mena menjatuhkan sifat orang yang dipimpin, karena sifat yang dijatuhkan jika tidak tepat, maka dampaknya bisa sangat besar bagi objeknya. Jatuhnya sebuah sifat itu merupakan fenomena abstraksi, karena manusia tidak mungkin memikirkan semua sifat, melainkan hanya sedikit sifat sesuai yang mampu dipikirkan sesuai keadaan subjektif dirinya. Sehingga menjadi seorang pemimpin yang ideal perlu mengamalkan ayat-ayat Spiritualitas kepemimpinan yang ada.

Pertanyaan 3 dari Tri Rahma Silviani

Dalam mengolah pikir dalam menembus ruang dan waktu tentang olah pikir yang menembus dunia. Bagaimanakan agar dapat menembus ruang dan waktu itu dengan ikhlas? 

Jawaban Beliau Bapak Prof.Marsigit M.A

Caranya adalah sesuai dengan hukum Tuhan dan SunnatullahNya beserta kondratnya yang dimana ikhlas juga termasuk kodratNya. Maka definisi ikhlas menurut Beliau dimulai dari level bawah dari Spiritual dalam filsafat merupakan keikhlasan itu menembus ruang dan waktu. seperti ikhlasnya batu menembus ruang dan waktu, yang tidak satupun batu yang protes dalam menjalani kehidupannya. Maka sebenar-benar keikhlasan menembus ruang dan waktu adalah KEIKHLASAN ITU SENDIRI. Karena keihlasan merupakan salah satu kodrat Tuhan maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kodratnya. Ketika ada pemaksaan kehendak itulah yang disebut tidak ikhlas dimana keadaan yang salah dalam menembus ruang dan waktu. Misalnya ruangan menjadi gelap disebabkan ada bom merupakan contoh salah ruang dan waktu karena merupakan kejadian yang dipaksa agar gelap. Itulah contoh tidak ikhlas. Ikhlas adalah unsurnya surga dan tidak ikhlas adalah unsurnya neraka.

Secara materialnya, normatifnya, formalnya sampai kepada Spiritualnya dalam menembus ruang dan waktu itu, semua terjadi karena keikhlasan. Jadi saya mendefinisikan keikhlasan secara filsafat adalah keikhlasan perihal atau untuk semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam menembus ruang dan waktunya. Sehingga kejadian seperti hari kiamat pun merupakan keikhlasan jika itu sudah merupaka suratan takdir. Tetapi manusia bisa saja mengalami ketidakikhlasan meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Misal ketika sengaja minum obat overdosis, bisa saja dunia subjektifnya kemudian mempunyai 2(dua) matahari, matahari terbit dari selatan..dst. Itu adalah fenomena tidak ikhlas. Maka sebenar-benar tidak ikhlas adalah perbuatan unsur-unsurnya syaiton. Na’u dzubillah mindalik. Maka bangunlah hidup yang sebenar-benar sesuai dengan ruang dan waktu adalah dengan melakukan silaturahim, komunikasi, kemandirian dan hal lainnya dengan ikhlas agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar. 

Pertanyaan 4 dari Fitriani

Apa bedanya Para Dewa dengan Power Now?

Jawaban Beliau Bapak Prof Marsigit, M.A  

Ayam itu Dewanya Cacing
Cacing itu Dewanya Tanah
Kakak Dewanya Adeknya
Engkau Dewa dari Kendaraamu
Mentri merupakan Dewanya Dosen
Pengulu merupakan Dewa pernikahan

Maka sebenar-benar yang dimaksud para Dewa adalah subjeknya. Sehingga di dunia ini Amerika itu merupakan negara Dewa. Sama halnya dengan Rusia dan Cina merupakan negara para DEWA karena memiliki senjata nuklir yang dimana bisa atau mampu menghancurkan sebuah negara dengan senjata nuklirnya. Sehingga kumpulan ilmu politik, sosio politik, dan seterusnya jadilah istilah  POWER NOW yang dibuat oleh negara-negara dewa tersebut. Tingkatannya dari dimensi yang rendah meliputi Archaic, Tribal, Tradisional, Feudal, Modern, Pos Modern dan Power Now. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tribal adalah dewanya para Archaic, Tradisional adalah dewanya para Tribal, Feudal adalah dewanya para Tradisional, Modern adalah dewanya para Feudal dan Pos Modern adalah dewanya para Modern ..demikian seterusnya.

Dimulai dengan peradaban Archaic yang merupakan kehidupan manusia pada zaman batu kemudian Tribal yang merupakan masyarakat pedalaman dilanjutkan tradisional, modern dan Power Now. Istilah modern yang sebenarnya telah ada pada masa 1700an pada masa Rene Decrates pada masa kontemporer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dewanya adalah Barat Obama sedangkan Power Now adalah kekuasaan dari negara Dewa tersebut. 

Pertanyaan 5 dari Nur Afni R N

Apa bedanya Power Now dengan Super Power?

Jawaban Beliau Bapak Marsigit M.A

Power Now itu digambarkan denga orang yang super maka tidak cukup kalau wajahnya cuma satu. Sehingga yang dilakukan oleh super power dalam perwayangan yaitu Prabu Arwana dengan banyak muka sehingga dikatakan Dasa Muka. Dasa muka meunjukkan hidup yang standar ganda. Jika mukanya satu maka standarnya satu kalau mukanya 10 maka standarnya 10 untuk memanipulasi ruang dan waktu. jangankan mukanya 10, orang yang mukanya 1 saja bisa punya banyak standar. Oleh karena itu, di daerah bergaul dengan negara-negara Super Power dan  sebagainya selalu menerapkan standar ganda. Dasa Muka sebagai lambang keburukan Prabu Rahwana; namun jangan dikira, hanya melalui kajian filsafatlah bahwa kita sebetulnya juga menemukan Prabu Ramawijawa (lambang kebaikan) akan mempunyai Dasa Muka dalam tanda petik. Dikarenakan khasanah kebaikan maka yang demikian tidak perlu diekspos supaya sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Jika Prabu Ramawijaya tidak mempunyai sifat Dasa Muka pula maka dia tidak akan mampu mengalahkan Prabu Rahwana. Maka sebenar-benar sifat Dasa Muka atau Multifacet adalah berdimensi dan berstruktur. Setiap manusia mempunyai fatal (takdir) dan potensi (ikhtiar) untuk bersifat multifacet. Maka multifacet adalah struktur dan dimensinya dunianya manusia masing-masing; tanpa itu maka manusia tidak akan mampu menembus ruang dan waktu.

Standar ganda merupakan dua sisi yang berlainan seperti disisi lain ingin membantu namun di sisi lain ingin mengambil keuntungan. Sehingga sebenarnya menggambarkan standar ganda dengan menggunakan kata ganda pun tidak cukup sehingga diganti Multi Standar. Di dalam dunia perwayangan, Dunia jahat dikalahkan oleh kebaikan diibaratkan dengan Prabu Wijaya yang dibantu oleh Hanoman. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidk boleh hanya berperan satu atau dua saja dalam hidup ini. Misanya mulfaset mimik wajah yeng bisa sedih dan gembira, cemberut, sendara dan sebagainya. Maka sifat multifacet atau sifat ganda atau standar ganda atau standar multiple sekalipun itu dapat negatif dapat positif. Standar ganda yang negatif seperti sifat Prabu Rahwana atau negeri Superpower; standar ganda positif adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Sebenar-benar standar ganda adalah kontradiktifnya filsafat; itulah sifat dunia.

Pertanyaan 6 dari Retno Kusuma Dewi

Bagaimanakah filsafat memandang perbedaan agama? 

Jawaban Beliau Prof Marsigit M.A

Perbedaan agama merupakan suatu hal yang berdimensi dan berlevel. Sesuai dengan tingkatannya yaitu Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Masing-masing mempunyai dimensi dan level yang sesuai dengan ruang dan waktu. Seperti halnya ibadah, seorang muslim tidak dapat mengajak seseorang yang beragama lain untuk mengikuti ibadah ke masjid, begitu juga sebaliknya. Ibadah jika diturunkan akan menjadi Ilmu-ilmu bidang seperti politik, tata negara. Dalam falsafah Pancasila terdapat monodualisme yaitu HABLUMMINALLAH yang merupakan hubungan antara makhluk denga makhluknya dan HABLUMMINANNAS meupakan hubungan dengan sesama manusia. Sehingga dalam Pancasila relevan mencerminkan bangsa Indonesia yaitu toleran yang meghargai perbedaan. 

Sebenar-benar manusia di bumi ini adalah tidak ada yang sama. Semua memiliki skope masing-masing yang membedakan antara yang satudengan yang lainya baik skope agama, keluarga, kuliah, tugas, fungsi dan sifat-sifat yang ADA dan MUNGKIN ADA. Semua memiliki budaya tersendiri. Budaya dapat menambah pengetahuan. Budaya yang satu dengan budaya yang lain dapat membentuk chemistri, dapat dipikirkan, dapat diinginkan dan dapat dilakukan. Maka kontradiksi itu hanya dipikiran saja namun tetaplah damai dalam hati.

Filsafat adalah dirimu sendiri, maka bangunlah dirimu sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih.

Wassalamualaikum wr.wb
         



119 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Memang benar kalau berbicara dalam konteks filsafat bahwa mendapat nilai jelek itu adalah benar, elegi ini menceritakan bahwa dalam filsafat matematika itu ada dua pandangan fallibilis dan absolut. Dimana fallibilis mengatakan bahwa matematika itu bisa saja salah, karena dalam matematika keberanaran harus perlu di buktikan. Dalam eligi tersebut juga menceritakan abhwa saat kita berfilsafat maka kiyta akan tahu maksud dan tujuan kita di dunia itu untuk apa. Ruang dan waktu adalah dimana bahwa kita berada disana di abatsi ruang waktu. Apabila kita tidak ada dalam ruang dan waktu maka secara logika kita berada di luar ruang dan waktu. Jika kita inign mengerti filsafat maka kita harus berada diruang dan waktu filsafat itu sendiri, begitupan sebaliknya dalam emamahami kehidupan. Filsafat adalah dirimu sendiri, maka bangunlah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Sebagai makhluk yang terdiri dari jasad (materi) dan jiwa, manusia pada saat hidup berada pada ruang dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia berproses mencari eksistensi dirinya sebagai manifesitasi dari kesadaran tentang waktu. Sedangkan waktu adalah masa tak terbatas, yang di dalamnya manusia berproses mendialogkan kesadaran diri dengan ruang atau tempat di mana orang tersebut ada.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Waktu melampui ruang, sebab ia adalah esensi dari kehidupan. Artinya, meski ruang telah tiada, tetapi jika waktu masih dimiliki oleh manusia, maka sejatinya mereka masih eksis. Tetapi kenyataan ini tidak mungkin. Sebagai materi manusia tetap butuh pada ruang. Makna bahwa waktu melampaui ruang pada konteks kehidupan dunia. Meski ruang kehidupan dunia masih ada, tetapi jika jatah waktu hidup sudah habis, manusia tidak bisa mengelak. Sebab manusia tidak akan mampu melawan waktu. Setiap gerakan manusia, selalu memperhatikan waktu. Dengan demikian, waktu adalah esensi dari kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aliran Falibilisme menyatakan bahwa manusia tentu saja memiliki kesalahan, dari kesalahan ini dilakukan revisi dan diperbaiki lagi. Sehingga guru yang memiliki pemahaman tentang ini tidak akan mudah menyalahkan pekerjaan siswa. Guru akan lebih menghargai pekerjaan siswa. Kemudian seseorang baik guru dan siswa tidak mudah berpuas diri tentang ilmu yang ia kuasai karena dalam dirinya memiliki peluang kekeliruan ataupun kekurangan.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Manusia yang baik akan berusaha untuk memperbaiki dirinya sehingga menjadi lebih baik lagi setiap pergantian waktu. Sering kita dengar semboyan berikut ini “Hari ini harus lebih baik dari kemarin” supaya tidak menjadi orang yang merugi. Seseorang harus memikirkan apa yang telah ia lakukan, apakah hal itu bermanfaat bagi dirinya bahkan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Elli Susilawati
    16709251073
    PPS P.Mat KelasD 2016

    Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. manusia sebaiknya selalu berusaha menuju kehidupan yang lebih baik, memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan di masa lalu, tidak mengulangi kesalahan, selalu berusaha memperbaiki diri. beruntungnya kita hidup di dunia Timur, kehidupan kita bersifat siklik, dengan begitu kita senantiasa mengingat Allah SWT, mengingat bahwa Tuhan selalu bersama kita, membuat kita tidak takabur (sombong) karena dibalik semua yang ada pada kita ada kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  7. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menyadari bahwa aku belum paham itu penting dengan begitu kita tidak akan sombong dengan apa yang kita ketahui. Dengan merasa bahwa diri sendiri belum tahu maka seseorang akan senantiasa belajar. Hakekat manusia itu belajar, ketika lahir belajar bernafas sampai nanti ketika ajal menjemput. Ilmu itu selalu berkembang dan pasti akan ada hal baru yang bisa dipelajari, maka sebagai manusia tidak boleh sombong. Manusia tidak tahu apa yang terjadi dibelahan bumi lain sampai ia mempelajarinya.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam filsafat dewa itu memiliki banyak penafsiran, seperti yang di kemukakan di atas, ayam adalah dewa para cacing, menteri adalah dewanya para guru, dll. Ini berarti yang dianggap dewa itu sesuai dengan penafsiran masing-masing individunya. Satu individu dengan individu lain pun bisa berbeda atau tdak sama, semua itu bisa dalam filsafat. Keagungan yang ku anggap pun belum tentu keagungan yang kau anggap, kesenangan yang ku anggpa pun belum tentun kesenangan yang kau anggap, seperti layaknya manusia yang diciptakan berbeda oleh Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  9. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam filsafat ini pula menganggap perbedaan dalam beragama itu suatu hal yang berdimensi dan berlevel sesuai dengan ruang dan waktunya. Layaknya Indonesia yang berdasarkan Pancasila, yang enggambarkan penduduk Indonesia dalam beroleransi antar umat beragam, dan mengakui berbagai macam perbedaan yang ada di dalamnya. Semua saling bertoleransi dan menghormati satu sama lain, dan memag sebaiknya seperti itu, karena semua agama selalu mengajarkan kebaikan, dan jika ada yang tidak baik itu bukan agamanya, namun orangnya. Karena setiap manusia itu adalah tempatnya kesalahan dan ketidaksempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan YME

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pemimpin merupakan dewa bagi orang yang dipimpin. Sehingga Logika Para Dewa berarti Logika Para Pemimpin. Begitu juga halnya dalam perkara jodoh. Kamu adalah cerminan dirimu. Artinya kamu ingin mendapatkan pemimpin keluarga yang seperti apa itu tergantung seperti apa dirimu.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat dengan Prof. bahwa sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Layaknya pemimpin, dimensi nya pun harus lebih baik dari orang yang dipimpin. Layaknya dewa, ayam yang dimensinya lebih dari cacing. Begitu pula dengan perbedaan agama. Mengapa ada beda? Karena beda dimensi. Oleh karena nya, jika kita ingin 'nyambung' dengan lawan komunikasi, maka haruslah berdimensi sama. Begitu menurut hemat saya.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan ini saya belajar tentang ajaran falibilis. Seperti yang tertulis di atas bahwa falibilis penting untuk melindungi siswa dari kesemena-menaan subjeknya. Ketika siswa salah karena belum siap atau belum belajar maka nilai nol adalah kebenaran atau dibenarkan keberadaannya.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam memahami ilmu filsafat memang membutuhkan lebih banyak usaha untuk membaca. dengan membaca kita akan bisa untuk memahami apa yang sedang kita baca.
    jika memang masih mengalami kesulitan dalam memahami, kita bisa berdiskusi dengan teman, dengan demikian akan terjadi proses bertukar pikiran yang mampu membuat kita paham dari segi mana kita bisa mengerti akan filsafat. yang terpenting adalah kita tetap berusaha untuk belajar memahami.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    sebagaimana yang disampaikan dalam pertanyaan yang ke6 oleh saudari retno kusuma dewi, tentang bagaimanakah filsafat memandang perbedaan agama?.
    filsafat dalam memandang perbedaan agama berada pada bagaimana cara kita untuk lebih toleransi dengan agama yang lain, saling menghargai. karena dalam Islam terkhusus nya ada hukum yang mengatur bagaimana cara umatnya bersikap dengan agama lain, bahwasanya islam tidak ikut mencampuri agama orang lain. karena untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Salah itu benar. Sungguh hanya tiga kata namun memiliki makna yang luas, tergantung bagaimana memikirkan dan mengambil sudut pandangnya. Dalam hal mendidik perlu menerapkan makna tiga kata ini. Sering saya temui ibu yang membentak anaknya dimuka umum dikarenakan keaktifan sang anak yang membuat risih sang ibu. Sehingga dimarahi dan diomeli si anak. Padahal anak tidak tahu bagaimana harus bersikap, bagaimana ia harus menyalurkan keaktifan yang ia miliki tiap menit tak peduli ruang dan waktu karena ia masih belum mengetahui dan belum diberitahu. Oleh karena itu si anak salah, namun benar karena ia belum mengetahui apa yang seharusnya ia tahu dan ia mengerti.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu kunci dalam membangun pengetahuan ialah dengan membaca. Seperti yang diungkapkan oleh Kant, aku berpikir maka aku ada. Dalam memperoleh pengetahuan janganlah kita menggunakan kesombongan kita, akan tetapi lakukan dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati serta rasa ingin tahu yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam lagi. Kehidupan manusia selalu bertujuan untuk dapay menuju dimensi yang lebih baik dalam fenomena garis lurus dalam siklik yang terus berputar. Fase siklik ialah fase yang berhubungan dengan spiritual manusia. Kehidupan di dunia ini sejatinya untuk mencari ridho Allah dan melaksanakan yang menjadi kewajiban manusia di dunia ini dan meninggalkan segala larangan Allah.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Orientasi dunia yang terpuasat oleh releksi kritiuas serta kemapuan pemikiran adalah proses mengetahui dan memahami. Dari sini manusia sebagai suatu proses dan ia adalah mahluk sejarah yang terikat dalam ruang dan waktu. Manusia memiliki kemapuan dan harus bangkit dan terlibat dalam proses sejarah dengan cara untuk menjadi lebih.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sebetulnya fisik manusia tidak pernah mampu menembus ruang dan waktu. Manusia hanya bisa menembus ruang dan waktu melalu metafisiknya. Sehingga manusia dikatakan menembus ruang dan waktu apabila dia berpikir. Dalam alam pikir, waktu berjalan relatif dengan kemampuan pikir individu tersebut. Saya bisa memikirkan pembangunan sebuah rumah lengkap bertingkat dalam waktu 10 detik, namun di dunia nyata, saya tidak dapat membuat rumah yang sama dengan yang saya pikirkan dengan waktu 10 detik. Ini lah menembus ruang dan waktu melalui pikiran. Ketika saya tidur, saya mengalami kejadian yang menyedihkan. Setelah terbangun, saya jadi teringat, ternyata mimpi tadi adalah mimpi kejadian di masa lalu. Namun ada pula kejadian yang belum pernah terjadi. Kejadian mimpi tersebut, juga merupakan kejadian menembus ruang dan waktu.
    Itu saja yang dapat saya komentari pak, mohon maaf tidak dapat mengomentari semua isi tulisan ini, karena saya ingin beranjak ke tulisan bapak yang lain lagi.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya ingin menanggapi pertanyaan dari Azmi Yunianti "Setelah beberapa kali mengikuti ujian filsafat, nilai yang saya dapatkan memprihatinkan. Menjawab dengan berfikir saja salah, apalagi tidak? Sebenarnya apakah sih yang salah dari saya pak, apakah karena fikiran saya atau bagaimana?".
    pertanyaan yang diungkapkan si penanya diatas sama seperti pengalaman saya sewaktu ujian singkat atau bisa disebut kuis pertama pada saat pembelajaran etnomatematika. Banyak dikelas saya yang mendapat nilai sangat rendah, bahkan ada juga yang tidak mendapat poin satupun. Hal ini terjadi dikarenakan mungkin kami belum paham dan belum mempunyai fikiran isomorpis dengan Prof. Marsigit, oleh karena itu wajib bagi kami untuk membaca blog Prof. Marsigit sehingga kami akan mempunyai fikiran yang isomorpis dengan Prof. dan pada akhirnya kami dapat mengikuti pembelajaran dengan faham.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Segala sesuatu di dunia ini harus didefinisikan sesuai ruang dan waktu agar bernilai benar. Bisa jadi suatu hal bernilai benar detik ini namun belum tentu benar detik berikutnya. Karena hidup linier, cenderung manusia kehilangan barokah setiap harinya karena tidak menyadarinya. Godaan dan perjuangan semakin besar. Sifat dan karakteristik sampai dengan komponen apabila mau di jalankan haruslah berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Fallibilisme. Manusia bisa salah. Begitu pun siswa. Dalam proses belajarnya, siswa seringkali menemui kesulitan maupun kesalahan ketika mengerjakan soal yang kemudian membuat siswa mendapatkan nilai yang kurang baik. paham falliabilis memberikan pemahaman bagi siswa bahwa ketika dia melakukan kesalahan atau mendapatkan nilai kurang baik, itu adalah pertanda bila dia belum banyak belajar. Dengan paham ini, siswa juga dijak untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak sombong. Siswa perlu menyadari bahwa dia masih belum banyak tahu sehingga dia perlu banyak belajar. Salah satu hal yang perlu dimiliki siswa dalam melaksanakan kegiatan belajarnya adalah keikhlasan agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik untuk berkomentar tentang dewa pada pertanyaan nomor 4. Seperti yang pernah Pak Marsigit sampaikan pada perkuliahan bahwa antara dewa dengan daksa, tak selamanya dewa adalah dewa. Siswa kelas 6 adalah dewa bagi siswa kelas 4. Tapi siswa kelas 6 bukanlah dewa lagi bagi gurunya, melainkan guru yang menjadi dewa bagi siswa kelas 6 itu. Sehingga tergantung berhadapan dengan siapa baru dapat ditentukan kedudukannya sebagai dewa ataukah daksa.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat termenung dengan kalimat Bapak yang mengatakan "Maka sebenar-benar keikhlasan menembus ruang dan waktu adalah KEIKHLASAN ITU SENDIRI. Karena keihlasan merupakan salah satu kodrat Tuhan maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kodratnya." Saat mendapatkan banyak cobaan dan ujian, kata-kata dari dalam diri untuk bisa lebih ikhlas akan bisa menjadikan kita lebih nyaman dalam menjalani berbagai hal.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    menembus ruang dan waktu mengajarkan kita arti keikhlasan, karna menerima keadaan yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan. maka dengan terus berdoa melawan segala sesuatu yang menjadi mitos terhadap ruang dan waktunya. Sebenar-benar do’a adalah ketika kita hijrah dari kesadaran doa menuju kesadaran hati, di mana pikiran kita tidak mampu lagi memikirkan doa-doa kita, tetapi harapannya doa kita sudah diambil alih oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari bacaan di atas, saya mendapatkan ilmu baru yaitu tentang fallibilisme. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Maksudnya dalam filsafat, salah itu benar. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi para calon pendidik bahkan bagi para pendidik. Karena pada zaman sekarang masih banyak yang menyalangkan siswa apabila mendapatkan nilai yang jelek. Padahal alasan siswa mendapatkan nilai jelek itu berbagai macam. Alangkah lebih baik ketika pendidik dapat memaklumi itu, karena bisa saja itu merupakan suatu proses untuk mendapatkan nilai yang baik. Sehingga pendidik tidak semena – mena terhadap siswanya. Bagi saya sendiri, istilah baru ini sangat bermanfaat, membuka wawasan baru saya untuk lebih mengenal dunia pendidikan, khususnya pada saat proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selain ilmu baru, setelah membaca bacaan di atas saya mendapatkan banyak pelajaran. Pertama, dimensi kita akan selalu meningkat apabila kita terus menambah ilmu kita, terus, terus, dan terus. Hal itu dapat dilakukan dengan memperbanyak membaca bacaan yang bermanfaat. Kedua, kita harus ikhlas menjalani hidup, karena semuanya sudah diatur dalam skenario terbaik-Nya. Ketiga adalah kita tidak bisa semena – mena terhadap orang lain, kita tidak bisa memaksakan apa yang kita inginkan. Di dunia ini sebenar – benarnya manusia itu berbeda satu dnegan yang lainnya. Sehingga kita harus memaklumi itu semua.

    ReplyDelete
  27. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam meberikan penilaian, entah benar atau salah, hendaknya dapat disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Karena sesungguhnya yang diberi penilaian adalah terkait dengan proses bukan langsung pada hasilnya. Yang bernilai benar bisa saja salah, dan yang bernilai salah belum tentu salah. Hal ini disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  28. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    "Pemimpin adalah subyek, tugasnya sebagai pemimpin para predikat." kalimat ini sangat saya ingat, pemimpin adalah seseorang yang memimpin predikat. Maka dari itu pilihan-pilihan yang ditentukan pemimpin pun akan dilakukan oleh predikat. Maka dari itu, pemimpin lebih baik berhati-hati dalam membuat keputusan.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Musuh terbesar dalam setiap jati diri manusia yang dituangkan dalam elegi elegi adalah kesombongan, seorang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain, bersifat kejumawaan.
    Tatkala seorang mendapati dihadapannya kebenaran baru tak perlu memunculkan mitos baru yang menutupi peluang hatinya menerima kebenaran tersebut.kaitannya dengan pemimpin dan ruang dan waktu maka masing- masing pribadi adalah pemimpin dalam ruang dan waktunya. Sehingga tidak ada alasan untuk menghindar dari tugas memimpin.

    ReplyDelete
  30. Berfilsafat adalah mencari kebijaksanaan dengan mendayagunakan olah pikir. Belajar filsafat bukan secara formal dengan mendefinisikannya secara teoritis. Karena jika kita belajar filsafat secara formal kita kehilangan makna dari berfilsafat. Filsafat dibangun dan dibentuk dari dalam diri manusia yang melakukan pencarian kebenaran, mencari pencerahan atau penjelasan Kita tidak mampu mendefinisikan filsafat secara pasti karena filsafat adalah diri kita sendiri yang relatif terhadap ruang dan waktu. Bahwa ucapan tidak apat dijelaskan dengan tulisan dan pikiran belum mampu dijelaskan oleh ucapan secara sempurna apalagi untuk menjelaskan perasaan dan hati. Sesuatu yang dapat dirasakan tetapi tidak dapat dijelaskan dan bila dijelaskan kadang berbeda dengan yang awal. Dengan meningkatkan dimensi dengan berfilsafat maka diharapkan hal-hal tersebut dapat dijelaskan.

    ReplyDelete
  31. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam menembus dimensi ruang dan waktu tentunya tidak akan terlepas dari 4 dimensi kehidupan yaitu material, normatif, formal dan spiritual. Penggambaran batu sebagai objek yang mampu menembus ruang dan waktu sebagai contoh pembelajaran kepada kita berata IKHLASNYA batu dalam menembus ruang dan waktu. Bagaimanapun ruang dan waktu sebagai unsur yang bermain dalam dunia ini tetaplah batu tersebut mengikuti ruang dan waktu tidak protes, bahkan batu mengikuti apa yang menjadi ketentuan ruang dan waktu. maka marilah kita belajar dari batu dengan ikhlasnya menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  32. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Banyak manusia yang malas dan tidak menggunakan sebaik mungkin waktu yang dimilikinya dan malah bersantai santai sekan akan memiliki waktu yang masih panjang dikemudian hari. padahal belum tentu kita masih mempunyai watu luang besok. karena ingatlah bahwa gunakan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu. jangan bersantai santai sekan akan masih ada waktu banyak tetapi lakukan apa yang bisa dilakukan saat ini.

    ReplyDelete
  33. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    “MENYADARI BAHWA AKU BELUM FAHAM ITU PENTING” dari kalimat itu saya menyadari bahwa untuk mendapatkan suatu kebenaran atau suatu nilai harus mengetahui seberapa besar usaha kita untuk bisa paham. Sering kali kita menuntut nilai yang bagus tetapi tidak sesuai dengan pemahaman yang kita punya. Dalam filsafat agar nilai dapat meningkat maka tingkatkanlah bacaan sehingga nantinya dapat berfikir seperti yang diinginkan dosen atau di sini beliau Bapak Prof. Marsigit M.A. kita harus bisa memahami pikiran-pikiran yang ada dalam pikiran beliau dengan banyak membaca elegy-elegi agar kita bisa memahami filsafat dengan benar.

    ReplyDelete
  34. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    jawaban Pak marsigit untuk penanya pertama, mengajarkan bahwa belajar filsafat tidak selalu tentang nilai bagus dan nilai jelek. lebih dari itu, belajar filsafat dapat mendeteksi seberapa jauh kita memahami dan mendalami filsafat itu sendiri. jika nilai masih buruk, mungkin belajar kita masih kurang. inti dari belajar dan tes filsafat bukanlah nilai, namun kerendahan hati dalam bidang keilmuan.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    komentar saya secara keseluruhan postingan ini adalah pentingnya menyadari ruang dan waktu. semua yang ada dan yang mungkin ada mempunyai porsi sendiri-sendiri pada ruang dan waktu. dan filsafat adalah diri sendiri. semakin banyak kita belajar filsafat, maka seharusnya kita semakin mengerti diri sendiri, akan kelebihan dan kekurangan, perihal kerendahan hati dan kejernihan olah pikir.

    ReplyDelete
  36. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Orang yang menembus batas ruang dan waktu adalah
    Orang yang bisa melewati waktu dan ruang (tempat) yang tidak bisa dilewati oleh manusia biasa di zamannya.
    Orang yang mampu bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa dilakukan oleh manusia lain di zamannya sehingga jarak yang jauh terasa singkat, waktu pun terasa lebih lambat baginya dibandingkan manusia lainnya.
    Orang yang berada di tempat (ruang) yang mana waktu di sana berjalan lebih lambat daripada waktu yang dijalani manusia di muka bumi sehingga di sana ia menjadi awet muda.

    ReplyDelete
  37. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Kita bisa mengambil contoh kisah ashabul kahfi yang di ceritakan dalam al quran. Di masa sekarang pun banyak orang yang bisa menembus batas ruang dan waktu. Menurut saya kekuatan perasaan menjadi pemacu kemampua tersebu. Cinta dengan makhluk sudah bisa mampu membuat orang memiliki kemampuan menembus ruang dan waktu, walaupun tidak semua orang bisa. Lebih lebih cinta kepada Allah, hal ini lah yang membuat para kekasih Allah memiliki kemampuan khusus termasuk kemampuan mengunjungi dimensi dimensi yang tinggi dan orang awam sering tidak percaya dengan ini karena perbedaan pengalaman dan ilmu.

    ReplyDelete
  38. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam filsafat kesalahan dapat di pandang menjadi suatu yang benar. Paham ini dinamakan suatu Fallibisme. Dalam tulisannya salah itu masih wajar karena belum belajar. Dalam praktik pendidikannya pak Prof mengilustrasikannya kedalam proses belajar, ketika guru belum maksimal dalam memfasilitasi siswa ketika belajar maka kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa itu wajar.

    ReplyDelete
  39. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memahami belum faham itu penting sebagai tolak ukur posisi kita dimana. Dengan begitu kita dapat termotivasi untuk mengupgrade diri kita menjadi lebih baik lagi. Salah satu cara terbaik yang di bahas disini adalah dengan membaca. Ada istilah bahwa “Membaca merupakan jendela dunia” yang artinya ketika kita membaca kita mampu melihat keluar apa yang tak nampak dalam pikiran kita sehingga pikiran kita dapat terbuka dan dinamis.

    ReplyDelete
  40. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pada jawaban pertama pak Prof. Marsigit ditekankan bahwa untuk belajar filsafat ke beliau maka kita perlu membaca pola berfikir beliau yakni salah satunya dengan membaca tulisan-tulisan beliau. Proses menyamakan ini diistilahkan sebagai isomorpis. Dan dengan cara membaca dan mengomentari ini juga merupakan suatu proses saya meng-isomorpiskan persepsi saya agar sefrekuensi dengan beliau .

    ReplyDelete
  41. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Tidak dapat dipungkiri saat melakukan tes mungkin nilai kita tak sesuai harapan atau bahkan jauh dari harapan. Menuut jawaban pak Prof. Marsigit saya menyimpulkan bahwasannya hal tadi itu merupakan salah satu teguran dari Allah SWT agar kita tidak sombong. Bisa saja sebelum tes kita menguasai materi yang akan diujikan lantas kita sombong lalu kemudian ketika tes tiba Allah berikan kita lupa sehingga kita tidak mampu mengerjakan tes secara maksimal.

    ReplyDelete
  42. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sebagai manusia kita tidak boleh menjadi sombong. Seberapapun kaya , pandai serta cantik kita hanyalah makhluk ciptaan Allah. Hakikat kita hidup adalah untuk beribadah kepada Allah jadi merugilah mereka orang-orang yang sombong . Tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pemimpin memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding lainnya. Hakikatnya menajdi pemimpin disini diartikan merupakan seseorang yang memiliki kemampuan (dimensi) diatas rata-rata yang lainnya. Seperti yang disebutkan pada jawaban pak Prof. Marsigit bahwa kakak dapat menjadi pemimpin bagi adik-adiknya bahkan kita sendiripun merupakan pemimpin bagi diri kita sendiri

    ReplyDelete
  44. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Indikator menjadi seorang pemimpin yang baik dan bijak yakni memiliki keterbukaan dalam pemikiran dan tentunya pengalaman luas dan mendalam. Tidak dapat dipungkiri indikator tersebut dibutuhkan karena nanti seorang pemimpin harus mampu membuat suatu keputusan bijak yang meminimalkan resiko untuk keseluruhan rakyat yang dipimpin.

    ReplyDelete
  45. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    “Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik” hal ini linear dengan perintah Allah bahwasannya hari ini haruslah lebih baik dari hari sebelumnya. Merugi dan celakalah orang-orang yang hari ini sama ataupun tidak lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  46. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kehidupan manusia itu seperti roda yang berputar (siklik). Ada suatu masa kejayaan ada pula masa keterpurukan. Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi masa-masa tersebut. Masa kejayaan ataupun terpuruk merupakan suatu ujian dari Allah semua masa akan selalu dipertanggung jawabkan pada akhirnya.

    ReplyDelete
  47. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Setiap fase kehidupan merupakan suatu pembelajaran. Entah ketika kita berada pada fase tertinggi ataupun terendah. Ketika berada dalam fase tertinggi maka jangan lupa untuk memandang ke bawah agar kita selalu bersyukur atas karunia yang telah dilimpahkan-Nya. Begitu pula ketika berada pada fase terendah janganlah bersedih hati, tengoklah ke atas ada Dzat yang Maha Kuasa minta, berdoa kepada yang Kuasa untuk dinaikan derajat dan tingkatannya.

    ReplyDelete
  48. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dalam jawaban dari pertanyaan kedua ini pak Prof. Marsigit menyinggunga bahwa tidak ada seorang manusia di bumi ini yang sempurna karena hakikat kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Jadi meskipun nantinya sebagian orang menjadi pemimpin mereka tidak boleh semena-mena dan zalim terhadap yang dipimpin.

    ReplyDelete
  49. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menjadi seorang pemimpin artinya berani berkorban , berlaku adil tidak semena-mena terhadap apa yang dipimpin.Pemimpin yang baik juga harus mamu menempatkan prioritas bersama di atas dirinya.

    ReplyDelete
  50. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Keikhlasan itu diibaratkan tidak ada paksaan. Ketika dalam melakukan suatu hal ada keterpaksaan maka tidak ada keikhlasan dalam hal tersebut. Ikhlas disini dijaawab merupakan salah satu unsur surga begitu sebaliknya ketidak ikhlasan disini merupakan unsur neraka. Maka dari itu ketidak ikhlasan dalam diri itu merupakan suatu perbuatan hasutan dari syaiton.

    ReplyDelete
  51. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sebaik-baik melakukan sesuatu harus dilandasi rasa ikhlas. Karena ketika melakukan suatu tanpa ikhlas (ada indikasi tidak ikhlas) maka hal yang kita kerjakan hanya mendapat ganjaran lelah saja. Berbeda halnya dengan dilandasi ikhlas meskipun lelah apa yang kita lakukan juga dihitung sebagai ibadah Insya Allah.

    ReplyDelete
  52. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dewa dan Power Now dipandang berbeda. Pak Prof. Marsigit menekankan bahwa yang dianggap dewa lebih ke subjek (pelakunya) sedangkan power now tatanan kekuasaan (alat) yang digunakan dewa itu sendiri.

    ReplyDelete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Agama adalah sesuatu yang tidak dapat dipaksakan hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an untukku agamaku dan untukmu agamamu. Di Indonesia sendiri prinsip tersebut telah dijadikan sebagai landasan negara yang tertuang dalam Pancasila kemudian dijabarkan dalam UUD 1945 pasal 29 dimana masyarakat diberikan kebebasan dalam emilih agama sendiri.

    ReplyDelete
  55. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menembus ruang dan waktu. sebagai manusia kita hanya dapat menjalani waktu yang kita miliki dengan sebaik baiknya jangan sampai terbuang sis sia begitu saja, gunakan untuk mencari ilmu beribadah kepada Tuhan YME bukannya melakukan hal hal yang dilarang.

    ReplyDelete
  56. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan MAtematika I 2014

    Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Inilah tujuan kehidupan yang sesungguhnya. Bukan hanya menikmati kehidupan, tetapi menikmati kehidupan yang membawa kita ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  57. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Cara menembus ruang dan waktu adalah dengan keikhlasan. Ikhlas ada dua yaitu ikhlas hati dan ikhlas pikir. Ikhlas hati adalah jika kita melakukan sesuatu tanpa paksaan dan tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan ikhlas pikir yakni ketika kita mempelajari sebuah ilmu yang baru maka kita dapat memahaminya dengan cara mengungkapkannya kembali atau membuat sintesis-sintesis. Ingat bahwa hidup itu hanya sekali. Jangan sampai kita merugi dengan membuang-buang waktu melakukan sesuatu hal dengan terpaksa. Segala sesuatu harus diniatkan dengan ikhlas. agar kita mampu memetik pelajaran darinya.

    ReplyDelete
  58. Dheanisa Prachma Maharani
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari postingan ini, saya belajar tentang paham falibilisme.
    Falibilisme adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Beberapa fasibilis bahkan berkata bahwa kepastian mutlak pengetahuan itu tidak mungkin. Kepastian mutlak atau absolut hanya milik Tuhan.
    Oleh sebab itu, pemikiran bahwa kita "aku belum paham" utu penting adanya agar kita tak cepat puas akan sesuatu dan menyadari bahwa diatas langit masih ada langit
    Terimakasih

    ReplyDelete
  59. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dalam postingan ini saya juga berpikir tentang pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu. Pemimpin dan yang dipimpin dianalogikan sebagai subyek dan predikat. Pemimpin adalah subyek yang bertugas memimpin predikatnya. Oleh karena itu, pemimpin yang baik harus memenuhi dimensi pengetahuan yang lebih tinggi. Pemimpin haruslah meningkatkan dimensi pengetahuan mereka.
    Disisi lain, sejatinya kita semua adalah pemimpin. Kita adalah pemimpin dari sifat kita masing masing. Kita semua harus bisa mengelola sifat masing-masing

    Terimakasih

    ReplyDelete
  60. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dalam postingan ini saya juga belajar tentang menembus ruang dan waktu dengan keikhlasan. Keihlasan merupakan salah satu kodrat Tuhan maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kodratnya. Ketika ada pemaksaan kehendak atau penentangan kodrat itulah yang disebut tidak ikhlas dimana keadaan yang salah dalam menembus ruang dan waktu.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  61. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Selain itu, saya juga belajar tentang perbedaan dewa dan power now. Pemimpin itu diibaratkan para dewa. Pemimpin dan yang dipimpin diibaratkan sebagai predikat dan subjeknya. Dimana pemimpin atau dewa tadi memimpin subjeknya.
    Sedankan Power Now adalah kumpulan ilmu politik, sosio politik yang dibuat oleh negara-negara yang dianggap dewa oleh negara yang lain.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dalam postingan ini juga saya memaknai bahwa memiliki "wajah banyak" itu tak selamanya buruk jika dimaknai dengan positif. Memiliki wajah yang banyak berarti kita memiliki standar ganda. dengan memiliki "wajah banyak" ini berarti kita belajar agar bisa menjawab seluruh tantangan jaman.
    Namun, istilah "wajah banyak" ini harus dimaknai dengan positif agar tercipta kehidupan yang harmoni dengan standar ganda.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  63. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Perbedaan agama adalah hal yang lumrah terjadi mengingat negara kita adalah negera bhineka. Namun harus kita ingat bahwa kebhinekaan itu disatukan oleh Pancasila. Maka sebaik-baik kita sebagai bangsa ini adalah bertoleransi antar agama agar terjadi kerukunan antar umat beragama tanpa terjadi sesuatu yang tidak stabil.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  64. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan tersebut saya mendapatkan pelajaran salah satunya tentang fallibilisme yaitu prinsip bahwa manusia bisa salah. Yang menyadarkan kita calon guru bahwa kesalahan yang dilakukan siswa adalah kebenaran, maka janganlah sekali-kali menyalahkan anak atau siswa yang salah dalam menjawab pertanyaan, karena bisa jadi justru hal itu karena gurunya yang kurang memfailitasi si anak. Fallibisme inilah aliran filsafat yang melindungi si anak (objek) dari kesemena-menaan gutu (subjeknya).

    ReplyDelete
  65. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah tujuan diadakannya tes filsafat, yaitu agar seseorang dapat rendah hati dalam bidang keilmuan. Seseorang yang rendah hati dalam bidang keilmuwan dia tidak akan sombong dalam menuntut ilmu, justru dia akan sadar dan hijrah untuk lebih giat lagi dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  66. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakekat manusia memiliki sifat determinis yaitu menjatuhkan sifat tertentu kepada suatu sifat tertentu pula. Maka sebagai guru, godaan terbesar adalah menjatuhkan sifat kepada siswa-siswanya, padahal sifat itu belum tentu cocok. Oleh karena itu, refleksi tersebut menyadarkan saya sebagai seorang calon guru untuk berhati-hati dan tidak semena-mena menjatuhkan sifat kepada siswa atau tidak menjudge siswa A benar dan siswa B salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Ya, saya setuju dengan pendapat saudari Syafa. semoga kelak kita dapat menjadi guru yang ideal :-)

      Delete
  67. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pernyataan terakhir yang paling menarik adalah “Filsafat adalah dirimu sendiri, maka bangunlah dirimu sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih. “Jadi, bagaimana kita berpikir dan bertindak itulah filsafat seusai aliran kita, dan apa yang dapat kita pikirkan berasal dari bacaan yang kita masukkan kedalam pikiran kita yang menghasilkan sikap dan tindakan kita. Maka bacaan yang kita pilih sangat menentukan kualitas diri kita.

    ReplyDelete
  68. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari pertanyaan pertama, saya sangat setuju dengan kutipan "SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT", karena salah itu wajar apabila seseorang belum mempelajari hal yang dimaksud. kutipan ini dapat saya jadikan jadikan sebagai pedoman saya pada saat mengajar kelak, sehingga, saya tidak akan cepat menghakimi siswa yang menjawab soal dengan salah. karena, bisa jadi, siswa itu belum belajar atau belum belajar, bukan menghakimi bahwa siswa itu tidak pintar. dengan begitu, guru harus selalu berupaya untuk membuat siswanya paham tentang materi yang ia berikan

    ReplyDelete
  69. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari pertanyaan kedua, saya dapat menyimpulkan bahwa kita hidup sebaiknya menuju dimensi yang lebih baik dlam fenomena garis lurus dalam siklik yang berputar. adanya fase siklik dalam kehidupan manusia khususnya bangsa timur karena kita bersifat spiritualisme, yaitu orang yang mensyukuri hidup, yang berpegang teguh pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing. sedangkan fase kehidupan bangsa barat adalah dagram lurus yang open ended sehingga dalam hidup mereka terus mencari dan terus mencari.

    ReplyDelete
  70. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    sifat pemimpin memang sebaiknya adalah sifat kita (spiritualisme) ditambah dengan unsur linear, yang disebut fenomena hidup maju berkelanjutan, yang sesuai dengan kodrat Tuhan. tidak ada seorangpun yang memeliki sifat yang lengkap dan sempurna, termasuk seorang pemimpin. oleh karena itu, pemimpin harus menghargai pendapat pengikutnya dan tidak boleh semena-mena dalam bertindak. hal ini juga bisa dianalogikan terhadap guru dan siswa. oleh karena itu, sebagai pemimpin maupun sebagai guru yang baik, haruslah bersifat adil dan perlu mengamalkan ayat-ayat spiritual kepemimpinan yang ada.

    ReplyDelete
  71. Novi Indah Lestari
    14301244001
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    keikhlasan memang adalah kunci utama dalam menjalani hidup. hal ini juga selalu ditegaskan oleh orang tua saya sejak saya kecil. semua kegiatan kita harus didasari dengan keikhlasan agara dapat berjalan dengan lancar. saya juga setuju bahwa dengan keikhlasan, kita bisa menembus runag dan waktu, bukan bagaimana menembus ruang dan waktu dengan ikhlas. oleh karena itu, untuk dapat menembus ruang dan waktu dengan benar kita harus melakukan silaturahmi, komunikasi, dan kegiatan positif lainnya dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  72. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia mempunyai ruang dan waktunya masing – masing. Yang dilalui dalam ruang dan waktunya tentu berbeda dengan yang dilalui ruang dan waktu orang lain. Maka sesama manusia harus saling menghargai dan menghormati agar dapat hidup dengan rukun. Dalam belajar filsafat, saya mengalami banyak kebingungan. Namun saya mencoba terus membaca dalam ruang dan waktu saya agar saya semakin memahami tentang filsafat. Namun semakin memahami justru semakin banyak kebingungan. Semoga dengan membaca elegi – elegi ini dapat membantu saya dalam belajar.

    ReplyDelete
  73. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Setelah saya membaca penjelasan tersebut saya menjadi paham bahwa salah itu sebenarnya benar dalam filsafat jika siswa belum belajar. Faham tersebut disebut faham Fallibilisme. Jadi kita tidak boleh menyalahkan siswa karan adakalanya kesalahan siswa itu menjadi benar jika siswa belum melakukan kegiatan belajar. Sebenar-benar fallibisme adlaah aliran filsafat yang sangat berguna untuk melindungi objek dari ketersemena menaan. Dalam kenyataannya, jika guru belum memberikan fasilitas belajar, guru tidak memberi pengalaman kepada siswa, guru tidak meberi kesempatan siswa untuk berkembang maka jangan berharap siswa akan menjawab benar atas setiap pertnayaan-pertanyaannya.

    ReplyDelete
  74. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Macam-macam filsafat dapat bergantung pada obyeknya yang ada dan mungkin ada. Kemudian kita melihat macam-macam filsafat itu jika obyeknya mungkin bisa dipersempit. Orang-orang jaman dulu berpikir bahwa sesuatu itu terbuat dari apa, contohnya bumi terbuat dari apa, sehingga filsafat orang dulu adalah filsafat alam. Jika obyeknya tentang diri manusia maka filsafatnya adalah filsafat manusia, yang kemudian kita memikirkan lokasi dari manusia tersebut. Contohnya manusia itu di pulau Jawa maka filsafatnya adalah filsafat manusia Jawa. Macam filsafat yang lain adalah jika obyeknya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan spiritual maka filsafat spiritual atau teologi.

    ReplyDelete
  75. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Macam – macam filsafat dapat dilihat dari lokasi obyek tersebut, dimana yang kita pikirkan, maka berfilsafat menurut obyeknya dapat dibagi menjadi dua macam yaitu obyek yang dalam pikiran dan obyek di luar pikiran. Obyek yang di luar pikiran itu merupakan hal yang dapat dilihat, didengar ataupun diraba. Obyek yang di dalam pikiran juga memiliki sifat-sifat tersendiri. Misalnya: ketika kita memejamkan mata, maka kita memasukkan obyek ke dalam pikiran. Contoh : handphone. Ketika kita dapat melihat handphone maka obyek tersebut ada di luar pikiran, sedangkan ketika memejamkan mata dan masih mengingat handphone maka obyek tersebut berubah ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  76. ‘Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    Dari beberapa pertanyaan yang ada dan penjelasan dari Prof. Marsigit, saya bisa sedikit mengambil pelajaran bahwa sejatinya semua itu tergantung dari diri kita sendiri. Iklhas itu juga berasal dari diri kita sendiri karena ikhlas memang tidak bisa dipaksakan. Intinya apa pun yang akan terjadi itu tergantung dari apa yang kita lakukan, seperti halnya nilai tes kita jelek ya karena memang kita belum pernah membaca akan hal-hal itu.

    ReplyDelete
  77. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar merupakan suatu hal yang penting. Dari belajar kita memahami perbedaan yang memang ada dalam hidup ini serta bagaimana cara kita menyingkapi suatu permasalahan tersebut dengan bijak sesuai dengan kapasitas kita masing-masing

    ReplyDelete
  78. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Kita hidup di dunia ini hanya menjalankan apa yang sudah di takdirkan, dan tentunya juga dengan usaha. tidak hanya berpasrah tanpa berusaha. usahalah yang keras karena Tuhan akan melihat seberapa keras usaha kita bukan seberapa malasnya kita. waktu yang telah diberikan Tuhan kepada kita sebaiknya kita pergunakan sebaik mungkin. Tuhan telah memberikan kepada kita waktu luang sebelum datang waktu sempit pergunakan lah waktu luang tersebut dengan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  79. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan ini, berisi pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa terkait filsafat yang telah dijawab oleh Bapak Prof Marsigit. Ada satu pertanyaan yang sesuai dengan apa yang saya rasakan pada awal perkuliahan etnomatematika, yaitu saya mendapatkan nilai yang jelek pada saat kuis yang dilaksanakan oleh Bapak Marsigit dan saya bertanya-tanya. Ternyata, berdasarkan postingan ini saya tau bahwa mendapatkan nilai yang jelek dalam filsafat bukanlah sesuatu yang salah, tetatpi justru benar secara filsafat, hal itu disebut Fallibilisme. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Sehingga, jika manusia melakukan kesalahan itu adalah sesuatu yang benar. Konsep ini ternyata sangat penting bagi ilmu pengetahuan, karena dari kesalahan itulah dapat digunakan untuk mencari validitas kebenaran.

    ReplyDelete
  80. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Memang masih banyak yang menggap bahwa mendapat nilai jelek adalah suatu kesalahan? Banyak orang tua yang masih menyalahkan dan memarahi anaknya hanya karena anak mendapat nilai jelek dalam suatu ujian. Padahal dalam sebuah pembelajaran ketika seseorang mendapati masalah itu adalah hal yang wajar.

    ReplyDelete
  81. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Anggapan nilai jelek itu salah, juga sangat membebani mental dan psikis anak. Apalagi jika masih di usia sd-smp. Pikiran mereka masih belum bisa menalar, dan hal ini justru akan menimbulkan stres pada anak yang menggap nilai jelek itu sebuah kesalahan. Harusnya orang tua tidak memaksa anaknya untuk selalu mendapat nilai yang baik.

    ReplyDelete
  82. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam setiap prosesnya sesorang pasti mendapat masalah, dalam masalah tersebut pasti ada sebuah kesalahan. Dengan mengerti dirinya menemukan ada yang salah, umunya sesorang akan mencari sebuah kebenaran dalam permasalahannya tersebut. Dan memang begitulah dalam sesorang menemukan suatu kebenaran.

    ReplyDelete
  83. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam proses mencari kebenaran setelah orang mendapati suatu kesalahan dalam dirinya. Maka ia memerlukan berbagai hal agar dapat menemukan kebenaran tersebut. Salah satunya dengan membaca, dengan membaca pengetahuan sesorang akan bertambah. Dari hal ini perlulah kita perbanyak membaca untuk mencari atau mendapatkan ilmu yang baru. Yang berguna dalam kita mencari solusi dari suatu masalah.

    ReplyDelete
  84. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika seseorang memiliki pandangan yang sama dengan orang lain, disitulah pikiran orang tersebut saling berisomorpis. Banyak sekali manusia yang pikirannya saling berisomorpis. Ketika mereka membedakan mana yang muda, mana yang tua, mana yang anak-anak disitulah pikiran mereka berisomorpis

    ReplyDelete
  85. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu dari contoh nyata dari pikiran yang berisomorpis adalah terbentuknya suatu kelompok dalam masyarakat. Seperti halnya kelompok suatu partai , mereka memiliki pemahaman dan konsep yang sama tentang bagaimana cara berpolitik sehiingga mereka tuangkan dalam sebuah wadah yang bernama partai.

    ReplyDelete
  86. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Perlulah manusia untuk selalu rendah rendah hati, hal ini agar ada kenyamanan dalam hidupnya. Agar ia tak selalu merasa sombong dan hanya dirinyalah yang paling bisa di dunia ini. Maka pepatah “diatas langit masih ada langit” harus diterapkan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Agar dirinya terhindar dari kesombongan yang akan membuat hidupnya merasa berat.


    ReplyDelete
  87. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan seseorang meminta bantuan terhadapa orang lain disitulah ia telah menerapkan sikap rendah hati. Bahwasanya ia tak dapat hidup seorang diri dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Dan dengan saling bekerja sama inilah kehidupan seseorang akan lebih mudah.

    ReplyDelete
  88. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    Pendidikan Matematika I 2014

    Doa yang dipanjatkan manusia kepada Tuhannya menunjukkan dirinya mempunyai batas dalam kemampuannya, dan batas ini lah yang menunjukkan bahwa manusia mmembutuhkan bantuan. Hal ini penerapan dari sikap rendah hati seorang manusia terhadap Tuhan.

    ReplyDelete
  89. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan dari jawaban Prof. Marsigit pada pertanyaan pertama, saya menyimpulkan bahwa jika anak menjawab salah pada suatu pertanyaan yang diajukan oleh guru adalah BENAR menurut filsafat. Dalam keadaan ini siswa akan BENAR jika salah dalam menjawab pertanyaan ketika siswa belum mengetahui, belum mempelajari, dan belum membaca pengetahuan yang ditanyakan oleh guru. Peran guru dalam hal ini sangat penting, guru harus dapat menjadi seorang fasilitator dan motivator yang dapat mengarahkan muridnya sehingga dapat membangun sendiri pengetahuannya yang pada akhirnya siswa tersebut dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh guru.

    ReplyDelete
  90. Dwi Kawuryani
    S1 Pendidikan Matematika 2014 (14301241049)
    Dalam elegi ini saya belajar bahwa salah adalah benar. Sebuah jawaban yang salah adalah hal yang benar dalam dimensi ruang dan waktu yang lain. Oleh karena itu kita tidak bisa memandang sesuatu secara mutlak, tetapi melihatnya dengan sudut pandang yang lain. Tergantung dari dimensi ruang dan waktu yang kit hadapi.

    ReplyDelete
  91. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mendapatkan nilai jelek bukan berarti dunia akan berakhir. Nilai jelek bukan selalu salah. Jika kita telah berusaha belajar dengan maksimal dan setelah itu kita berserah diri kepada Tuhan, hasil yang kita peroleh merupakan hasil yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  92. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yang dapat saya pelajari dari kutipan tersebut adalah jangan takut untuk salah, mari perbaiki apa yang jadi kesalahan tersebut. Dan contoh peristiwa yang bapak Ilustrasikan mengingatkan kepada saya sebagaimana manusia yang pintar bukan dipandang dari apa yang kita lihat semata, tetapi dari apa yang dirasakan dan selalu memberikan dampak positif kepada orang-orang yang dipengaruhnya.

    ReplyDelete
  93. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya masih bingung mengenai jawaban pertanyaan ke-5 pak Prof.Marsigit. “Power Now digambarkan dengan orang super maka tidak cukup kalau wajahnya cuma satu. Sehingga yang dilakukan oleh super power dalam perwayangan yaitu Prabu Arwana dengan banyak muka sehingga dikatakan Dasa Muka.” Jadi power now itu dapat digambarkan dalam super power? Ataukah memang Power now ada dalam super power itu sendiri?

    ReplyDelete
  94. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam artikel ini dijelaskan mengenai paham Fallibilisme yang merupakan prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Selain itu, dijelaskan pula bahwa “di atas langit masih ada langit”. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus rendah hati, tidak boleh sombong. Walaupun kita merasa bahwa ilmu yang telah kita miliki sudah banyak, namun sejatinya ilmu yang kita miliki masihlah sangat sedikit.

    ReplyDelete
  95. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sadar diri bahwa kita belum paham itu penting. Dengan hal ini kita akan lebih mengutamakan pemahaman disetiap melakukan sesutau karena dengan pemahaman tersebut kita akan menjadi lebih paham dan mengerti letak kesalahan kita tanpa menyalahkan diri kita terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  96. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan diatas saya mengetahui tentang fallibilisme yaitu prinsip yang menyatakan bahwa manusia bisa salah. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia jangan merasa sombong. sama halnya sebagai guru, sebagai guru di dalam kelas jangan merasa paling benar dan jangan pernah menjudge bahwa siswa salah,

    ReplyDelete
  97. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia bisa saja tak sadar bahwa dirinya sedang sombong, dan merasa di atas langit. Kuis cepat yang diadakan oleh Pak Marsigit menyadarkan saya bahwa saya tidak benar – benar tahu dan sombong merasa tahu bisa menjawabnya dengan mudah. Karena kebenaran belum tentu benar dan salah belum selalu salah. Namun, yang perlu kita sadari adalah masih ada langit di atas langit.

    ReplyDelete
  98. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep fallibisme dalam filsafat ini cukup menarik. Jawaban dari Bapak membuka wawasan baru, dimana salah menjadi sesuatu yang benar dalam kondisi tertentu. Berdasarkan contoh di atas, konsep ini berlaku ketika siswa mendapat nilai yang kurang memuaskan karena kesalahannya, sedangkan guru pun tidak menyampaikan secara maksimal.

    ReplyDelete
  99. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, penyampaian dan sudut pandang seseorang menjadi penting dalam hal ini. Jika guru merasa telah menyampaikan materi dengan benar, tentu mereka akan merasa bahwa kesalahan murid adalah benar-benar kesalahan yang mutlak. Oleh karena itu, berlakulah konsep yang kedua, yaitu isomorfis. Peran kedua belah pihak sangat diperlukan dalam proses ini agar terjadi tingkat pemahaman yang sepadan/berada pada level yang sama. Interaksi yang intensif diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman masing-masing pihak.

    ReplyDelete
  100. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Interaksi antara guru dan siswa akan membuka sudut pandang baru yang dimiliki masing-masing pihak dan mungkin akan semakin memperlebar kemungkinan 'salah' tersebut. Jika terjadi demikian, maka peran seseorang sebagai orang yang mengetahui 'batasan' tentang kebenaran tersebut sangat penting. Hal ini terkait bagaimana mereka meluruskan yang telah salah dan membimbing agar tetap dalam batasan tertentu sehingga tercapailah tingkat kesepahaman setidaknya pada level yang hampir sama.

    ReplyDelete
  101. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Dari tulisan ini, saya dapat belajar bahwa sesuatu yang salah itu belum tentu salah. Kita harus mengetahui kondisi segala sesuatunya yaitu ruang dan waktunya. Seperti halnya dalam belajar, kita jangan semata-mata terfokuskan dengan pencapaian suatu nilai, tapi yang terpenting adalah kita itu paham dengan apa yang sedang kita pelajari.

    ReplyDelete
  102. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika saya kaitkan apa yang saya dapat dengan pendidikan. Maka seharusnya guru itu tidak akan menyalahkan siswa. Karena semua pertanyaan pasti ada jawabnya, dalam konteks ini dengan Fallibilisme semua jawaban itu benar adanya. Sehingga dalam menyikapi jawaban yang siswa yang salah bukan malah memberikan hukuman namun memberikan siswa menjelaskan pemikirannya kemudian guru memfasilitasinya untuk lebih bereksplorasi untuk mendapatkan kebenaran hakiki.

    ReplyDelete
  103. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Para guru lebih mempertimbangkan hasil daripada proses dengan memberikan cara cepat dalam penyelesaian matematika. Padahal Kant sendiri berpendapat bahwa konsep matematika pertama-tama diperoleh secara a priori melalui pengalaman dengan intuisi penginderaan. Proses ini merupakan langkah pertama dalam mempelajari konsep-konsep matematika. Proses berikutnya adalah proses intuisi akal yang memungkinkan dikonstruksikanyya pendidikan matematikadalam ruang dan waktu. Sebelum diambil keputusan atau solusi masalah matematika menggunakan intuisi budi terlebih dahulu obyek-obyek matematika disintesiskan kedalam beberapa kategori seperti kuantitas, kualitas, contoh, bukan contoh. Sehingga intuisi menjadi landasan bagi matematika dan kebenaran matematika. Intuisi-intuisi ini diterapkan guru sebagai sebuah proses mengkonstruk pemahaman siswa, melalui penginderaan, akal dan budi.

    ReplyDelete
  104. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebenaran dalam belajar dan mengejar nilai itu adalah absolut. Jika tidak sesuai dengan maksud yg diinginkan, maka itu adalah salah. Tetapi jika ditinjau dari segi filsafat, kesalahan tersebut bisa berarti kebenaran tergantung keadaannya. Menjawab salah karena ketidak pahaman itu merubapakn benar dalam segi filsafat, karena keaddannya memang dia tidak paham dgn materinya

    ReplyDelete
  105. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berfikir sebagai guru jangan lah hanya menyalahkan muridnya, tetapi selidiki dulu kesalahan murid tersebut berasal dari mana. Apakah karena muridnya sendiri atau karena dari guru yang belum atau kurang dalam memberika pengalaman belajar bagi muridnya

    ReplyDelete
  106. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Benar berfikir isomorfis itu ada kadarnya masing-masing. Tidak mungkin seorang anak SD bisa memiliki pendangan seluas gurunya. Karena itu berfikir isomorfis itu berdasarkan pengalaman, baik pengalaan sendiri maupun berbagi pandangan dari orang lain

    ReplyDelete
  107. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada tngkat spiritual, ada kalanya pemikiran berhenti dan diteruskan oleh hati. Doa yang tulus adalah doa yang berasal dari ketulusan hati, bukan hanya dari pikiran yg menginginkan sesuatu lalu disampaikan dalam kata-kata doa

    ReplyDelete
  108. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap manusia pastilah melakukan kesalahan, tetapi kesalahan itu haruslah selalu diperbaiki untuk mendapatkan pengalaman yang baik. Kesalahan yang dibuat oleh siswa, seorang guru sebaiknya tidak seperti menyalahkan siswanya. Tetapi haruslah memperbaiki kesalahan siswanya tersebut, agar siswanya mendapat suau pengalaman belajar yang positif

    ReplyDelete
  109. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia adalah pemimpin, paling tidak sebagai pemimpin akan sikap-sikapnya sendiri. Menjadi pemimpin haruslah memiliki dimensi dan pengalaman yang lebih luas. Sikap-sikap buruk dalam diri kita harus kita pimpin agar tidak selalu muncul, dan sebaiknya kita munculkan sikap-sikap postif kita. Kita tau mana yang positif mana yang buruk ya berdasar dari pengalaman dalam berkehidupan sehari hari

    ReplyDelete
  110. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hidup didunia harus lah ikhlas, jangan memaksakan sesuatuu yang bukan kodratnya. Misal kita terlahir sebagai laki-laki atau pun wanita, kita harus ikhlas menerima itu. Selain itu ketidak ikhlasan merupakan ciri dari syaiton yang sebaiknya kita jauhi

    ReplyDelete
  111. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Perbedaan agama dalam kehidupan bermasayakat haruslah dipandang sedewasa mungkin. Filsafat mengajarkan bahwa itu mempunyai dimensi dan level masing masing sesuai ruang dan waktu. Kita tidak bisa memaksakan suatu keyakinan pada orang lain, dan sebaliknya orang lain juga tidak bisa memaksakan keyakinan pada kita. Maka kunci dari perbedaan agama adalah toleransi, itu pun tertuang dalam nilai-nilai pancasila

    ReplyDelete
  112. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    dalam dunia pendidikan. ketika anak melakukan ketika anak salah dalam menerima konsep dalam pembelajaran sehingga salah mengerjakan suatu soal. itu bukanlah kesalahan. itu juga merupakan kebenaran dalam filsafat. benar dalam sudut pandang anak tersebut.

    ReplyDelete
  113. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam mengajar. Guru harus mampu memposisikan sebagai pelajar juga karena bagaimanapun manusia akan selalu belajar. dan yang tidak dipelajari tidak melulu soal pendidikan. bisa belajar tentang lingkungan. bagaimana siswa belajar dan memahami pelajaran, itu juga belajar bagi seorang guru.

    ReplyDelete
  114. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    belajar dan berspiritual itu penting. karena seccara tidak sadar membantu pikiran kita menghadapi masalah duniawi. menyeimbangankan segala masalah. merefreshkan pikiran dan menenangkan hati.

    ReplyDelete
  115. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    Godaan terbesar seorang pemimpin adalah bagaimana ia menggunakan kekuasaannya. karena hal itu sangat rawan dan memiliki jarak yang tipis dengan penyelewengan kekuasaan serta rasa sombong diri

    ReplyDelete
  116. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebenar-benarnya Iklhas adalah dalam hal dan perbuatan. tidak memiliki dendam serta rasa iri hati yang dapat menimbulkan perbuatan negatif

    ReplyDelete
  117. M Iqbal Wildan M
    13301241047
    Pendidikan Matematika A 2013

    manusia tidak akan lepas dengan yang namanya Standart ganda. Lebih tepatnya sulit untuk melepaskan dari hal tersebut karena setiap keputusan yang diambil maka akan selalu terbesit pikiran "apa keuntungan yang bisa kuambil dari ini?"

    ReplyDelete