Nov 1, 2015

Persepsi Guru tentang pendekatan Saintifik

Persepsi tentang pemahaman pendekatan Saintifik, implementasi, faktor pendukung dan kesulitan-kesulitannya, ditanyakan kepada 9 (orang) guru kelompok Peer Teaching Matematika SMA/SMK, Oktober 2015, sebagai berikut:

1. Sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan Saintifik
 Guru menyampaikan informasi bahwa mereka mengetahui tentang metode Saintifik bersumber
dari: Sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti Pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Internet, media masa Koran.

2. Persepsi guru tentang ciri-ciri metode Saintifik adalah sebagai berikut.
Pendekatan Saintifik mempunyai ciri-ciri : berpusat kepada siswa, guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan, murid menentukan konsep dari lingkungan, guru berfungsi sebagai motivator, metode saintifik dapat dipadukan dengan metode yang lain yang selaras.

3. Persepsi guru tentang kecocokan dengan subjek didiknya.
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran baik di SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.

4. Kelebihan/keunggulan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik mempunyai keunggulan diantaranya: siswa lebih kreatif,  siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis,  siswa berperan aktif dalam pembelaaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab.

5. Metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa terdapat beberapa metode yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik yaitu : PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi.

6. Kelemahan dan penghambat dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa kelemahan pendekatan Saintifik meliputi: membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhka persiapan mengajar yang lebih banyak, penilaian siswa menjadi lebih rumit, anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar, pendekatan Saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar, siswa merasa tugasnya (PR) lebih banyak, perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah,

7. Faktor pendukung dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat untuk melaksanakan pendekatan Saintifik, terdapat faktor pendukung antara lain: tersedianya buku pedoman, tersedianya alat peraga, tersedianya fasilitas belajar, kemampuan dan profesionalitas guru, tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya, adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah.

8. Penerapan pendekatan Saintifik pada berbagai macam Mata Pelajaran
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik dapat diterapkan untuk seluruh Mapel dengan alasan: pendekatan Saintifik bersifat luas dan universal, setiap objek belajar dapat diamati.

9. Kesulitan menerapkan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat mereka mengalami kesulitan menerapkan metode Saintifik sebagai berikut: tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik,  kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, kesulitan pada langkah/proses MENANYA, tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik.


28 comments:

  1. Muh Iqbal Wildan M
    13301241047
    P. Matematika A 2013

    Saintifik memang mampu memacu daya kreativitas siswa untuk melihat sesuatu yang lebih luas kemudian menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk mengolahnya sebelum pengambilan keputusan. Tetapi memang tidak semua materi mutlak harus menggunakan metode saintifik, beberapa materi dasar lebih efisien jika menggunakan cara lama, terutama jika itu materi baru yang siswa sama sekali baru pertama kali mendengar kata / materi tersebut.

    ReplyDelete
  2. 1.Perihal sumber informasi metode saintifik, sudah ada banyak sekali sumber yang sekarang bisa digunakan guru. Tentunya memanfaatkan sumber-sumber tersebut semaksimal mungkin dan juga mencari berbagai kemungkinan sumber lain yang belum tercantum sangatlah penting

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  3. 2.Metode saintifik itu fleksibel dalam artian bisa dikombinasikan dengan metode-metode lain. Memfokuskan pembelajaran dengan siswa sebagai subjek dan guru hanya sebagai fasilitator akan sangat membantu perkembangan keilmuan siswa.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  4. 3.Tentu saja metode saintifik sangat cocok untuk diterapkan di berbagai strata pendidikan. Tak terbayangkan misalnya pada level bawah tidak menggunakan metode ini kemudian di level atas sudah menggunakannya. Hal itu akan sedikit menimbulkan ketimpangan yang tentu berpengaruh terhadap suplai keilmuan siswa sendiri.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  5. 4.Salah satu yang paling nampak dari metode ini adalah siswa menjadi lebih mandiri dan kreatif. Hal itu berbeda dengan misalnya ketika posisi guru sangat dominan. siswa akan sepenuhnya tergantung pada guru. Dengan demikian, secara psikologis hal itu sebenarnya akan sangat menghambat perolehan ilmu dan keterampilan siswa itu sendiri.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  6. 5.Fleksibilitas metode santifik adalah keunggulannya untuk dikombinasikan dengan metode lain. Metode pembelajaran kontekstual misalnya. Dengan dikombinasikan antara keduanya, siswa sebagai subjek sepenuhnya akan paham bagaimana ilmu yang bersangkutan secara teoretis dan kontekstual diterapkan. Hal itu akan berpengaruh pula pada semangat siswa yang belajar karena mereka akan mengetahui dan meyakini sepenuhnya bahwa ilmu yang mereka pelajari memang bisa diterapkan juga dalam dunia mereka.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  7. 6.Memang metode saintifik membutuhkan pengorbanan pada sisi guru. Bisa dikatakan bahwa dengan menggunakan metode ini misalnya, seorang guru harus lebih bersusah payah dalam menilai siswa karena dari beragam siswa akan dikembangkan penilaian yang berbeda sesuai dengan kemampuan mereka, tak bisa diseragamkan. Belum lagi guru harus lebih kreatif memancing siswa untuk memunculkan beragam kreatifitas.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  8. 7.Ketika menerapkan metode saintifik, segala dukungan yang ada memang harus digunakan demi hasil yang maksimal. Berbagai peralatan modern sangat dibutuhkan untuk menyelesaikannya dengan baik. Tentu hal itu menambah tuntutan pula untuk guru supaya bisa sekreatif mungkin menggunakan alat-alat itu dalam pembelajaran.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  9. 8.Kelebihan yang lain selain fleksibilitas metode saintifik adalah penerapannya yang dimungkinkan untuk semua mata pelajaran. Demi membangun hasil yang lebih bagus memang ini merupakan satu metode yang bisa dikatakan wajib dikuasai guru.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  10. 9.Dalam penerapannya, metode saintifik bukan berarti tak menemukan rintangan. Kadangkala misalnya guru kesulitan memancing siswa untuk menjadi kreatif, mempertanyakan hal-hal penting. Salah satu solusinya adalah guru mengembangkan diri sekreatif mungkin untuk membuat siswa nyaman bertanya dan mengolah pikiran mereka tanpa merasa takut salah.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  11. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Terdapat lima proses dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, yakni : (1) Mengamati, (2) menanya, (3) mencoba, (4)mengasosiasi, (5) Mengkomunikasikan.

    ReplyDelete
  12. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Mengamati; Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak.

    ReplyDelete
  13. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Menanya;
    Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan diskusi kelas.

    ReplyDelete
  14. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Mencoba;
    Mengeksplor/mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar.

    ReplyDelete
  15. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Mengasosiasi;
    Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi.

    ReplyDelete
  16. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Mengkomunikasikan;
    Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja.

    ReplyDelete
  17. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Menurut M. Hosnan, Dipl., M. Pd bahwa implementasi K-13 dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan-tahan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

    ReplyDelete
  18. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, dan tidak bergantung pada informasi searah dari gur. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberi tahu.

    ReplyDelete
  19. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan ketrampilan prses, seperti mengamati, mengklisifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan dan menyimpulkan. Dalam proses tersebut bantun guru diperluka, akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang seiring dengan semakin bertambah dewasanya peserta didik atau semakin tingginya kelas peserta didik.

    ReplyDelete
  20. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Penerapan Pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan ketrampilan proses, seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses tersebut, bantuan guru diperlukan, akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia kedewasaan peserta didik atau semakin tinggi kelas peserta didik.

    ReplyDelete
  21. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Metode saintifik sangat relevan dengan tiga teori belajar, yaitu teori Bruner, teori piaget, teori Vyogstky. Teori belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan.

    ReplyDelete
  22. Ada empat hal pokok berkaitan dengan teori belajar Bruner. (1) Individu hanya belajar dengan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. (2) dengan melakukan prose-prose kognitif dalam proses penemuan, siswa akan memperoleh sensasi dan kepuasanintelektual yang merupakan suatu penghargaan intrinsik. (3) satu-satunya cara agar seorang dapat mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan. (4) dengan melakukan penemuan maka akan memperkuat retensi ingatan. Keempat hal tersebut diatas adalah sesuai dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode saintifik.

    ReplyDelete
  23. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Teori Peaget menyatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan skema. Skema adalah suatu struktur mentall atau struktur kognitif yang dengannya seseorang secara intelektual beradapptasi dan berkoordinasi lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  24. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Vygostky, dalam teorinya menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang beluim dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan.

    ReplyDelete
  25. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Karakteristik pembelajaran dengan metode saintifik : (1) Berpusat pada siswa, (2) melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengkonstruksikonsep, hukum atau prinsip. (3) melibatkan proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya ketrampilan berfikir tingkat tinggi siswa. (4) Dapat mengembangkan karakter siswa.

    ReplyDelete
  26. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Prinsip-prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik; (1) Pembelajaran berpusat pada siswa, (2) pembelajaran membentuk student self consept, (3) pembelajarn terhindar dari verbalisme, (4) pembelajarn memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip. (5) pembelajaran mendorong terjadinya peningkatankemampuan berfikir siswa, (6) pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru, (7) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi, (8) adanya proses validasi tterhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitif.

    ReplyDelete
  27. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013
    Pembelajaran pada implementasi kurikulum 2013 diharapkan diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak bertanya), bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja

    ReplyDelete
  28. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Menurut saya, kurikulum 2013 sudah baik dan mengarahkan guru untuk melakukan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Siswa dituntut untuk memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dengan kegiatan bertanya. Selain itu, kurikulum ini juga membantu siswa dalam mengembangkan berbagai aspek, bukan hanya aspek kognitif saja melainkan aspek psikomotor dan aspek afektif yang dinilai dengan penilaian otentik.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.