Nov 1, 2015

Persepsi Guru tentang pendekatan Saintifik

Persepsi tentang pemahaman pendekatan Saintifik, implementasi, faktor pendukung dan kesulitan-kesulitannya, ditanyakan kepada 9 (orang) guru kelompok Peer Teaching Matematika SMA/SMK, Oktober 2015, sebagai berikut:

1. Sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan Saintifik
 Guru menyampaikan informasi bahwa mereka mengetahui tentang metode Saintifik bersumber
dari: Sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti Pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Internet, media masa Koran.

2. Persepsi guru tentang ciri-ciri metode Saintifik adalah sebagai berikut.
Pendekatan Saintifik mempunyai ciri-ciri : berpusat kepada siswa, guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan, murid menentukan konsep dari lingkungan, guru berfungsi sebagai motivator, metode saintifik dapat dipadukan dengan metode yang lain yang selaras.

3. Persepsi guru tentang kecocokan dengan subjek didiknya.
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran baik di SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.

4. Kelebihan/keunggulan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik mempunyai keunggulan diantaranya: siswa lebih kreatif,  siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis,  siswa berperan aktif dalam pembelaaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab.

5. Metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa terdapat beberapa metode yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik yaitu : PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi.

6. Kelemahan dan penghambat dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa kelemahan pendekatan Saintifik meliputi: membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhka persiapan mengajar yang lebih banyak, penilaian siswa menjadi lebih rumit, anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar, pendekatan Saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar, siswa merasa tugasnya (PR) lebih banyak, perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah,

7. Faktor pendukung dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat untuk melaksanakan pendekatan Saintifik, terdapat faktor pendukung antara lain: tersedianya buku pedoman, tersedianya alat peraga, tersedianya fasilitas belajar, kemampuan dan profesionalitas guru, tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya, adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah.

8. Penerapan pendekatan Saintifik pada berbagai macam Mata Pelajaran
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik dapat diterapkan untuk seluruh Mapel dengan alasan: pendekatan Saintifik bersifat luas dan universal, setiap objek belajar dapat diamati.

9. Kesulitan menerapkan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat mereka mengalami kesulitan menerapkan metode Saintifik sebagai berikut: tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik,  kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, kesulitan pada langkah/proses MENANYA, tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik.


46 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam pembelajaran sebenarnya semua pendekatan itu baik. Hal yang menjadikan itu lebih baik atau kurang baik adalah pola piker,perbuatan dan tingkah dari guru dalam menjalankan pendekatan tersebut. Seperti pada pendekatan saintifik ini yang banyak mendapat respon dari semua pihak. Sebagai seorang harus siap dalam menghadapi perubahan yang ada agar tidak terjebak dalam dunia yang tetap tidak ada perubahan.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki tujuan yang bagus dan mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat memfasilitasi peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, masalah atau materi pelajaran melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, materi pelajaran atau penyelesaian masalah yang ditemukan. Guru dapat memadukan pendekatan saintifik dengan beberapa metode pembelajaran seperti PBL, PjBL, Inquiry dan metode lainnya. Hal ini bertujuan agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan, variatif, efektif, efisien dan bermakna.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Secara teori, pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat bagus dan dapat memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Tapi faktanya, beberapa guru mendapatkan hambatan dan kesulitan dalam menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Salah satu kesulitan pada pendekatan saintifik adalah pada kegiatan menanya. Guru harus mampu menunda keinginannya untuk memberikan pertanyaan kepada siswa dan bagaimana mendorong siswa memberikan pertanyaan seperti yang diharapkan tentang masalah atau objek yang diamati. Salah satu hal yang harus diperhatikan guru pada tahap mengamati adalah yang diamati harus menimbulkan pertanyaan di benak siswa. Pertanyaan pada masalah matematika ditunda agar mendorong siswa bertanya. Jika siswa memberikan pertanyaan yang tidak sesuai dengan konteks atau siswa sekedar memberikan komentar, itu bukanlah masalah, yang penting guru harus mengiring anak ke pertanyaan yang diinginkan. Dan pertanyaan yang diharapkan ditulis di RPP.

    ReplyDelete
  4. 14301241024
    Muhammad Nur Fariza
    S1 Pendidikan Matematika kelas A 2014

    M ke dua dalam sintak saintifik (menanya). Menanya atau secara umum bertanya adalah fitrah manusia. Ketika saya kecil (dan seperti pada kebanyakan orang) saya sering bertanya tentang nama hal, barang, dll yang saya jumpai. Pertanyaan-pertanyaan itu menandakan rasa ingin tahu yang tinggi saat saya berusia dini. Bahkan ketika Adam AS diterjunkan ke dunia pun karena tindakannya atas dasar keingintahuannya terhadap khuldi. Sehingga menanya (bertanya) bukan hal yg asing bagi manusia.

    Menanya dalam saintifik adalah menyampaikan pertanyaan terkait esensi materi pembelajaran. Bagaimana kalau tidak ada pertanyaan yang diajukan siswa?. Atau tidak muncul pertanyaan (yang diharapkan guru) dari siswa?. Maka guru perlu memancing siswa (bisa dengan pertanyaan, konteks atau yang semisalnya) agar siswa sampai pada rasa ingin tahunya.

    ReplyDelete
  5. 14301241024
    Muhammad Nur Fariza
    S1 pendidikan matematika 2014 A

    Saya pernah baca diposisikan situs ini yang lain dan kalimatnya kira-kira begini "masa nikah saja pakai saintifik, jadian sama pacar pakai saintifik" kemudian saya berpikir bahwa saintifik ini perlu dijelaskan untuk daerah (konteks) mana saja?. Kita perlu memetakan mana yg boleh di-saintifik-kan dan mana yang tidak. Seperti yang Pak Marsigit tulis "tetapkan hati mu sebelum mengembakan akalnya". Sehingga perlu memetakan mana yang bisa di-saintifik-kan dan mana yang tidak. Yang TIDAK tersebut mari dikembalikan pada ketetapan hati kita, sehingga kita tak kehilangan sisi religius kita, seperti tujuan dari situs ini.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Di dalam kurikulum 2013, pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang salah satunya diterapkan dalam pembelajaran matematika. Banyak guru perlu mendapatkan waktu dan kesempatan untuk berlatih menerapkan pendekatan saintifik, dikarenakan banyak guru yang masih kebingungan dalam menerapkan pendekatan saintifik khususnya kebanyakan guru yang usianya sudah tidak muda lagi. Seperti pengalaman saya sewaktu observasi PPL yang mendapatkan beberapa guru masih kebingungan dalam menerapkan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 ini dikarenakan banyak faktor salah satunya kurangnya sosialisasi dan pelatihan mengenai penerapan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  7. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan saintifik, pendekatan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dalam dunia pendidikan. Pendekatan yang saat ini sedang diusahakan untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pendekatan yang beberapa guru masih bingung bagaimana menerapkannya di dalam kelas karena adanya materi yang sulit untuk diajarkan dengan pendekatan ini. Pendekatan saintifik memang bagus untuk menumbuh kembangkan kemampuan siswa untuk dapat berusaha menemukan suatu konsep. Namun, mungkin tidak semua materi harus menggunakan pendekatan saintifik karena masih banyak pendekatan lain yang juga bagus untuk diterapkan di dalam kelas.

    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kurikulum 2013, kebijakan baru yang dibuat pemerintah namun masih banyak guru termasuk saya yang belum dapat merealisasikan dengan tepat. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan hal ini dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Semoga kedepannya guru dan murid dapat bekerja sama merealisasikan kurikulum 2013 dengan tepat sasaran

    ReplyDelete
  9. Kusuma Wardani Dyah S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendekatan saintifik menekankan pembelajaran yang berpusat pada melalui kegiatan 5M (mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan). Dalam penerapannya dibutuhkan ketrampilan guru dalam mengelola dan membimbing siswa untuk melalui kegiatan 5M tadi sehingga benar-benar pembelajarannya aktif pada siswa, siswa bisa membangun pengetahuannya berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilki sebelumnya, siswa bisa megkaitkan antara konsep satu dengan konsep lainya sehingga pembelajaran lebih bermakna dan diharapkan akan bertahan lebih lama di memori siswa jika siswa menemukannnya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam implementasi Kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Langkah-langkah pendekatan saintifik lebih dikenal dengan 5M terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan. Namun dalam prakteknya, guru masih kesulitan dalam mempraktekan pendekatan ini. Guru harus mampu menganalisis langkah-langkah, kelebihan, kelemahan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan aspek lainnya supaya dapat mengaplikasikan pendekatan ini secara maksimal. Apabila pendekatan saintifik dapat secara sempurna diterapkan oleh guru maka produk siswa yang diharapkan dapat berfikir secara saintifik bisa tercapai.

    ReplyDelete
  11. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam perkuliahan saya di Pendidikan Matematika, setiap mata kuliah pendidikan telah merujuk pada pendekatan sainstifik. Mahasiswa diajarkan untuk memahami bagaimana pendekatan sainstifik itu hingga pada saat microteaching mahasiswa diminta untuk menyusun RPP menggunakan pendekatan sainstifik.
    Akan tetapi, ketika saya melakukan observasi pra-PPL, saya berdiskusi dengan guru pembimbing saya bahwa bagi beliau, pendekatan dan metode yang dipelajari di perkuliahan adalah teorinya dan ketika terjun di sekolah nantinya adalah prakteknya yang tentu saja ada perbedaan dalam pelaksanaannya, tidak selalu mulus seperti pada teori, terdapat faktor-faktor seperti keadaan kelas, potensi siswa, dan sebagainya yang harus dijadikan pertimbangan dalam penyusunan RPP.

    ReplyDelete
  12. Sebelumnya apresiasi buat semua pihak yg telah berusaha semaksimal mungkin dalam menerapkan metode saintifik pada k-13. Namun demikian tidak ada metode manapun yang tidak memiliki kelemahan. Oleh karenanya, tugas kita sebagai pendidik adalah bagaiman bisa mengambil setiap kelemahan untuk dicarikan solusi sehinģga bisa dikombonasikan dengan metode lain guna saling melengkapi. Sehingga harapanya hasilnya terhadap kontribusi pendidkan semakin nyata. Aamìin

    ReplyDelete
  13. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang terdiri atas kegiatan 5M yaitu mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), menanya, mencoba/mengumpulkan data (informasi), mengasosiasi/mengolah data (informasi), dan mengkomunikasikan (untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap). Kemudian dapat dilanjutkan dengan mencipta. Pendekatan saintifik merupakan implementasi dari tujuan Kurikulum 2013. Inti dari pendekatan ini adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, karena selama ini pembelajaran yang terjadi masih banyak yang menggunakan metode ceramah dimana guru justru lebih aktif dari siswa. Pendekatan ini memang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap siswa dalam pembelajaran. Namun, masih banyak kendala yang dirasa guru maupun siswa untuk menerapkan betul isi dari pendekatan saintifik ini. Hal ini sering saya dengar dari siswa dan guru yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Kesulitan ini sesuai dengan pembahasan dalam postingan ini (nomer 9).

    ReplyDelete
  14. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan pembelajaran saintifik merupakan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013. pendekatan pembelajaran ini dimaksudkan agar peserta didik mampu berpikir kreatif, mampu berkolaborasi, dan mampu berkomunikasi dalam arti matematis. Dalam pembelajarannya, peserta didik lah yang menjadi pusat pembelajaran atau student center dimana siswa dituntut untuk aktif dan proaktif dalam mencari apa yang mereka butuhkan agar tujuan pembelajaran tercapai. Akan tetapi, guru harus memiliki berbagai cara untuk memfasilitasi siswa terlibat aktif saat pembelajaran berlangsung sehingga tujuan utama dari pendekatan saintifik dapat tercapai dengan maksimal.

    ReplyDelete
  15. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika
    Pendekatan Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang pada saat ini sedang marak diterapkan di berbagai tingkatan pendidikan dengan Kurikulum 2013. Pendekatan Saintifik terdiri dari 5 tahapan, yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar/mengasosiasi,dan Mengomunikasikan. Dengan menerapkan pendekatan ini, diharapkan proses pembelajaran di kelas difokuskan pada peserta didiknya. Para peserta didik dituntut untuk aktif, kreatif, berpikir kritis,mampu mengonstruksi sendiri pengetahuan yang ingin diketahui, dan juga mampu mengomunikasikannya kepada teman-temannya.Dalam hal ini peran guru hanya sebagai fasilitator dan motivator bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan Saintifik sangat ditekankan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat mengeksplor kemampuan siswa secara lebih mendalam, karena dalam pendekatan ini pembelajaran tidaklah berpusat sepenuhnya kepada guru. Namun, dalam keseharian yang saya temui, memang implementasi pendekatan ini di dalam kelas belumlah serapi yang ada di dalam teori. Dalam pandangan siswa, saya melihat bahwa tidak setiap siswa siap mempelajari suatu materi tertentu dengan sintaks 5M. Kebiasaan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran teramat membekas sehingga menjadi kebiasaan yang susah untuk dirubah. Di samping itu, kesiapan guru dan sekolah dalam menyambut kurikulum 2013 juga teramat menentukan eksekusi dari pendekatan saintifik di dalam kelas.
    Guru dituntut menjadi kreatif dalam mengolah materi pembelajaran, sehingga materi pembelajaran dapat disampaikan tepat sasaran, terlebih bagi siswa-siswa dengan kemampuan berpikir yang rendah.
    Pada intinya, pergantian ke kurikulum 2013 memang tidak dapat dilakukan secara serta merta. Butuh peyesuaian untuk guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.MAT D

    Dalam kurikulum 2013, diharapkannya pada guru itu agar guru menjadi lebih kreatif dalam pembuatan media-media pembelajaran, kalo pada siswa itu siswa akan semakin aktif dan terampil dalam proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya, kalo pada guru itu guru-guru masih belum siap dengan perubahan kurikulum 2013 ini karna untuk KTSP saja belum semuanya dimengerti dan dipraktekkan tapi sudah diubah lagi kurikulumnya. Belum lagi masalah rendahnya kualitas guru. Untuk menerapkan kurikulum baru ini, guru dituntut supaya lebih kreatif, berkompeten, dan berkualitas. Untuk menghasilkan guru-guru yang berkualitas itu seharusnya pemerintah memberikan pelatihan-pelatihan untuk guru yang mampu meningkatkan kualitas para guru. Sedangkan, pelatihan-pelatihan yang ada saat ini belum sepenuhnya merata diterapkan.

    ReplyDelete
  19. Ketika berbicara mengenai pendekatan saintifik tentu sangat erat kaitannya dengan Kurikulum 2013. Penerapan pendekatan saintifik bertujuan menghasilkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Harapan diterapkannya pendekatan saintifik adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sebelum Kurikulum 2013 diberlakukan, pemerintah tentu saja telah melakukan banyak persiapan, diantaranya adalah mengadakan pelatihan bagi guru-guru yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Ketika dalam penerapannya terjadi beberapa kendala, mungkin disebabkan adanya perubahan mindset. Adanya kendala-kendala tersebut tentu saja sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah.

    ReplyDelete
  20. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pengalaman saya ketika mengajar dengan pendekatan saintifik siswa antusias, lebih kreatif, berani mengemukakan idenya. Dalam PBM guru lebih santai karena guru hanya sebagai fasilitator. Namun untuk mempersiapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini guru harus kreatif dan di luar jam mengajar guru harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mengjarkan materi dengan pendekatan saintifik sehingga membutuhkan banyak waktu. Tidak semua materi bisa kita gunakan pendekatan saintifik dan juga dalam PBM kekurangan jam, karena dengan pendekatan saintifik memerlukan jam pelajaran yang lama. Dalam pendekatan saintifik memang sarana dan prasarana harus memadai tapi tidak semua sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana yang cukup apalagi di daerah yang jauh dari perkotaan.

    Menurut saya pendekatan saintifik memang bagus untuk memunculkan rasa ingin tahu siswa, namun sarana dan prasara harus mendukung untuk terciptanya PBM yang lebih efektif dan efisien dan memperoleh apa yang ingin dicapai

    ReplyDelete
  21. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sesuatu akan bermakna jika dipandang dari berbagai sisi, tidak hanya satu sisi. Dari situ kita mampu dan paham untuk menerapkannya, khususnya di sini pendekatan saintifik. Sebelum menerapkannya, harus digali informasinya sehingga kita kenal dan paham tentang pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  22. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C
    Assalamu'alaikum.. Perubahan dilakukan dengan tujuan yang baik. Seperti halnya perubahan kurikulum, dari KTSP ke kurikulum 2013. Diperlukan waktu untuk berproses membiasakan diri, baik guru, siswa juga orang tua murid. Menurut saya, jika pendekatan saintifik dapat diaplikasikan dalam pembelajaran matematika secara maksimal maka akan didapatkan hasil yang memuaskan.
    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  23. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Assalamualaikum wr..wb...
    Masih terdapat berbagai kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013, misalnya: kurangnya sosialisasi Kurikulum 2013 terhadap guru, kurangnya respon yang baik dari siswa dalam proses pembelajaran, kurangnya respon yang baik dari masyarakat, dan terkadang kurangnya dukungan sekolah terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 sehingga banyak sekolah masih banyak yang menerapkan kurikulum KTSP. Selain itu, masih kurang tersedianya buku pegangan guru menjadikan kendala dalam penyampaian materi pembelajaran, serta minimnya peralatan praktik yang tersedia di sekolah.
    Sepengetahuan kami pribadi juga terkadang terdapat perbedaan antara Kompetensi Dasar yang dikeluarkan Permendikbud dengan buku pegangan guru ataupun siswa yang beredar, baik secara online maupun manual di toko-toko. Sehingga hal ini dapat membuat guru menjadi kebingunan dalam memilih materi apa yang akan diajarkan di sekolah.

    Demikian sekiranya tanggapan kami, wassalam... terimakasih.

    ReplyDelete
  24. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 P. Matematika A 2014

    Menjadi seorang guru adalah menjadi seorang pahlawan. Menjadi seorang yang siap dengan segara perubahan pendidikan yang ada. Perubahan bahwa setiap tahun dihadapkan dengan karakter siswa yang berbeda-beda, sehingga guru harus tetap bisa memberikan pengajaran agar mencerdaskan siswanya. Perubahan yang sering menjadi momok para guru adalah perubahan tentang Kurikulum. dilansir dari kemendikbud.go.id ternyata selama ini Indonesia telah berganti kurikulum sebanyak 11 kali.
    Kurikulum 2013 yang berjalan saat ini, menimbulkan berbagai persepsi guru. Salah satu pendekatan yang mendukung pembelajaran di kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik. Akan tetapi, masih sulit pendekatan saintifik diterapkan seutuhnya di sekolah, karena tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik, guru kesulitan dalam melakukan apresepsi, sulit dalam menerapkan 5M dan alasan-alasan lainnya.
    Akan tetapi, jika pendekatan saitifik ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan siswa akan memiliki pemikiran yang ilmiah, aktif dan kritis.

    Termakasih

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan Saintifik baik jika diterapkan. Siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Berbeda dengan pembelajaran yang biasa dulu didapat yang menjadikan guru sebagai pemeran utama sekaligus sutradara dalam kegiatan belajar mengajar, pendekatan saintifik menjadikan guru sebagai seorang sutradara dan yang akan berperan adalah siswa-siswanya. Namun perlu diingat, pendekatan saintifik tidak semerta-merta membuat guru "membiarkan" siswa untuk mandiri, tetapi guru adalah fasilitator dalam pembelajaran.

    Namun, penerapan pendekatan saintifik belum begitu optimal. Seperti yang saya temui di salah satu SMA di kota Jogja, beberapa guru mengeluhkan tentang proses penilaian siswa menjadi rumit. Guru tersebut mengatakan bahwa waktunya untuk belajar mengingat materi menjadi sedikit. Selain itu juga beberapa siswa yang memiliki prestasi rendah menjadi kesulitan belajar.

    Pendekatan Saintifik memang baik bagi pendidikan di Indonesia. Namun, tak serta merta membuat kita semua memuja pendekatan Saintifik adalah Pendekatan yang "sempurna" dan "tak ada salah" di dalamnya. Pendekatan juga hasil buah pikir anak Adam,tak mungkin sempurna. Namun, jika Pendekatan saintifik kita aplikasikan dengan baik dan dengan objek yang baik, maka dapat mengoptimalkan hasil belajar siswa.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  26. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang terdiri dari sintak mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan (5M). Pendekatan ini tergolong baru untuk diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia, sebab pendekatan ini barulah populer setelah digantinya kurikulum pendidikan di Indonesia dari KTSP ke K13.

    Dalam pelaksanaannya tentulah terdapat keunggulan dan juga kelemahan dalam berbagai hal baik dari sisi guru maupun siswa. Pendekatan ini nyatanya sulit untuk diterapkan pada semua materi, terutama dalam penyajian materi yang dapat menumbuhkan sintak menanya pada siswa selain itu pendekatan ini juga membutuhkan waktu yang lama serta persiapan mengajar yang lama pula, namun di sisi lain pendekatan ini sangat baik jika diterapkan dalam pembelajaran karena dapat membuat siswa lebih kreatif, belajar mandiri, berpikir kritis, dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa mengalami kegiatan belajar yang bermakna dan mengonstruk pengetahuannya sendiri melalui kegiatan 5M tersebut.

    Agar pendekatan ini dapat diterapkan dengan baik maka perlu adanya pembekalan dan panduan bagi guru serta perlunya waktu penyesuain bagi terlaksananya pembelajaran di kelas, sehingga dapat tercipta kegiatan pembelajaran yang optimal dan sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam K13.

    ReplyDelete
  27. Aditya Raenda Ananta
    14301241036
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pendekatan saintifik merupakan perkemangan dari KTSP dan isi dari pendekatan saintifik lebih baik dibandingkan dengan KTSP. Namun di kenyataanya banyak guru yang mengalami kesulitan mulai dari cara penyusunan rpp, cara menerapkan pembelajaran dikelas sampai dengan penilaian. Kurikulum 13 dengan pendekatan saintifik juga menuntut sekolah memiliki alat pelengkap dalam pembelajaran seperti proyektor namun kenyataanya belum setiap sekolah memilikinya.
    Namun sebenarnya kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik sangatlah baik, karena didalamnya guru hanya dituntun sebagai fasilitator dan siswa yang lebih dituntut untuk lebih aktif. Konsep saintifik memiliki aspek 5M : Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar dan Mengkomunikasikan. Perlu diadakannya sosialisasi yang berlanjut agar setiap guru bisa melaksanakan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik agar kurikulum tersebut dapat berjalan dan merubah dunia pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendekatan saintifik adalah salah satu pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013. Pendekatan saintifik mulai terkenal sejak adanya kurikulum 2013 (setahu saya. Hehe). Pendekatan saintifik itu sendiri terkenal dengan adanya kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengomunikasikan. Tentu dengan kegiatan tersebut siswa akan menjadi lebih dapat berperan aktif dalam pembelajaran apabila dibandingkan dengan guru yang sepanjang pelajaran hanya ceramah. Oleh karenanya banyak guru yang sudah menggunakan pendekatan saintifik agar siswanya menjadi lebih aktif. Namun tidak sedikit juga guru yang masih menggunakan metode ceramah di dalam kelas. mungkin karena ada nya keterbatasan dalam suatu hal. Oleh karenanya sebaiknya dilakukan sosialisasi tentang pendekatan ini agar guru menjadi lebih paham. Walaupun sebenarnya semua pendekatan itu baik tergantung kebutuhan siswanya.

    ReplyDelete
  29. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, pendekatan Saintifik adalah suatu pendekatan yang meliputi 5 kegiatan pokok yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengomunikasikan. Pendekatan ini sebenarnya sudah cukup ideal diterapkan pada siswa jika diterapkan pada materi yang sesuai. Karena model pembelajaran saintifik merupakan perpaduan antara keaktifan siswa dan kekreatifan guru dalam men-setting kelas sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  30. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pendidikan Matematika I 2014
    Dengan membaca tulisan ini, bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pendekatan saintifik, seperti apa itu pendekatan saintifik dan bagaimana pendekatan saintifik yang baik. Selain menjadi referensi, dapat pula dijadikan sebagai bahan evaluasi tentang pembelajaran dengan metode saintifik yang telah dilakukan. Kajian tentang permasalahan yang biasa dialami juga dapat dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan tindakan pencegahan, misalnya dengan membaca tulisan tersebut seorang guru dapat melakukan persiapan lebih matang tentang bagaimana mengelola pembelajaran agar waktu yang diperlukan tidak terlalu lama. Terima Kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  31. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mendengar kata "Pendekatan Saintifik" tentu pikiran kita akan langsung tertuju pada Kurikulum 2013. Ya, kurikulum terbaru yang berlaku di Indonesia menggantikan KTSP 2006. Pergantian kurikulum ini memang belum bisa serentak dilakukan. Beberapa sekolah masih ada yang belum menerapkan kurikulum ini secara utuh, karena belum semua sekolah siap baik dari sisi guru atau pun siswa.

    Dan lagi, pada awal diberlakukannya kurikulum ini sudah menciptakan beberapa pembicaraan yang cukup menarik perhatian. Keluhan demi keluhan muncul dari beberapa pihak. Seperti yang kita ketahui, pendekatan ini adalah pendekatan pembelajaran ideal yang menonjolkan ciri khasnya yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan guru yang berperan sebagai fasilitator.

    Tidak mudah menerapkan pendekatan ini di lapangan, terutama pada siswa yang memiliki keinginan belajar rendah serta terbiasa pasif dan mengandalkan guru, perlu dilakukan pembiasaan dan adaptasi karena semua hal baru tentu butuh proses. Seperti misalnya sekolah-sekolah yang saya dan teman-teman saya observasi , sekolah yang telah menerapkan pendekatan ini pun tidak lantas menerapkannya sepenuhnya, beberapa tetap menyisipkan sedikit ceramah dari guru.

    Tentu harapannya semoga pendekatan yang dikemas dengan manis ini akan dapat terlaksana dengan lancar sepenuhnya seperti teori yg ada. Karena apabila benar-benar dapat terlaksana dengan baik, dapat tercetak generasi yang lebih aktif, kritis, kreatif, prestatif untuk Indonesia tentunya.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang perlu atau bahkan wajib untuk diterapkan di semua mata pelajaran di dalam Kurikulum 2013. Pendekatan saintifik terdiri dari 5M (Mengamati, Menanya, Menggali Informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan), dan lebih mengedepankan. Padahal, kebanyakan guru membelajarkan matematika dengan pendekatan deduktif (definisi, contoh, dan latihan). Hal ini membuat guru-guru mengalami hambatan dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik di Kurikulum 2013 ini, baik hambatan secara psikologis maupun hambatan secara teknis ketika melaksanakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mengubah gaya mengajar guru matematika yang semula mengedepankan penalaran deduktif ke penalaran induktif, dibutuhkan banyak waktu dan kesempatan. Guru matematika di sekolah perlu memperoleh pendampingan yang cukup banyak untuk bisa melaksanakan pendekatan saintifik dengan baik dalam pembelajaran. Guru perlu mendapatkan bimbingan secara teknis tentang (1) bagaimana mengembangkan tugas yang mendorong anak untuk melakukan pengamatan yang sungguh-sungguh, tekun, jujur, obyektif, dan tajam, serta bermanfaat; (2) bagaimana membuat siswa mau dan mampu menanya; serta (3) bagaimana guru mendampingi siswanya belajar (mulai dari memantau kemajuan belajarnya, mempertanyakan apa yang dipikirkan dan diperoleh siswa, memberikan umpan balik yang baik, dan mendorong siswa untuk mengembangkan ide kreatifnya secara optimal).

    ReplyDelete
  34. Isna Nur Hasanah H
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sekarang ini, pendekatan saintifik sedang ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan. Itu terjadi karena pendekatan saintifik sangat erat hubungannya dengan kurikulum 2013 yang sekarang ini sedang dilaksanakan oleh sebagian besar sekolah. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang didalamnya terdapat kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Selain terdapat kegiatan 5M, ciri khas lain pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran tersebut berpusat pada siswa dan guru hanya berperan sebagai fasilitator sehingga nantinya akan menghasilkan siswa yang aktif, kritis, kreatif, dan mandiri.

    Namun, pendekatan saintifik ini kadang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Kendala itu berasal dari siswa yang motivasi belajarnya rendah dan siswa yang sudah terbiasa pasif. Selain dari siswa, guru yang kurang siap terhadap pembelajaran dengan pendekatan saintifik juga merupakan salah satu kendala yang ada di lapangan.

    Untuk itu, harapannya baik dari guru maupun siswa sama-sama tergerak untuk belajar dan berusaha agar pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Sehingga nantinya akan menghasilkan siswa yang aktif, kritis, kreatif, dan mandiri serta guru yang berkualitas unggul.

    ReplyDelete
  35. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Setiap pendekatan dalam pembelajaran mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Dan dari setiap pendekatan tersebut bisa maksimal tergantung bagaimana guru mendesain pembelajaran dengan pendekatan tersebut, kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran, kreativitas, semangat belajar dan mengajar, dan tentunya kompetensi yang dimiliki seorang guru baik di bidang mata pelajaran yang diampuh maupun posisi sebagai pengajar dan pendidik.
    Adanya perubahan kurikulum yang diusun oleh pembuat kebijakan pendidikan, tentunya tidak lepas dari banyaknya pertimbangan termasuk pertimbangan perkembangan zaman modern yang mana dunia peserta didik bukan sebatas lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, namun bertambah ke dunia maya yaitu media sosial online.

    ReplyDelete
  36. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS.MAT-D 2016
    Kemampuan dan pengetahuan guru dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan
    informasi yang sangat baik dapat mempengaruhi pemahaman guru mengenai
    pendekatan saintifik, baik informasi melalui internet, sosialisasi, dan lain-lain.
    penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran pun mendapat respon yang positif dari para guru.
    Pemahaman dan respon yang sangat baik tersebut, dipengaruhi oleh beberapa
    faktor, yaitu tingkat pendidikan, latar belakang keilmuan, lama dan beban
    mengajar, keikutsertaan dalam pelatihan, penguasaan metode dan media,
    intensitas membaca, dan etos kerja guru. Faktor-faktor tersebut memberikan
    pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman guru mengenai pendekatan
    saintifik dalam pembelajaran dengan korelasi yang cukup tinggi.

    ReplyDelete
  37. 2. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kurikulum terbaru kita, yaitu Kurikulum 2013, memaparkan adanya sintaks pendekatakan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar. Secara teori, pendekatan pembelajaran yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan ini adalah sintaks yang akan menghasilkan pembelajaran efektif dan bermakna. Namun, melihat kenyataan, penerapan pendekatan saintifik ini dalam pembelajaran dianggap kurang efektif karena beberapa faktor, mulai dari siswa yang belum terbiasa bekerja mandiri (terbiasa hanya mendapatkan pelajaran dengan metode ceramah dari guru), belum adanya kesiapan dari guru untuk menghadirkan apersepsi dan motivasi yang sesuai dengan materi yang hendak diajarkan, materi yang lebih kompleks dari sebelumnya, dan masih banyak faktor lainnya. Di sisi lain, apabila pembelajaran ini terus diusahakan dan berhasil, maka tidak menutup kemungkinan bahwa pembelajaran bermakna akan diperoleh oleh siswa. ini berarti, pendekatan saintfik memang baik untuk diterapkan, namun perlu adanya kesiapan yang lebih matang dari berbagai sisi.

    ReplyDelete
  38. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Pada abad 21 ini kita dituntut untuk menguasai keterampilan Creative, Critical Thingking, Collaborative dan Communication atau yang biasa di singkat keterampilan 4C. Salah satu cara pemerintah untuk menumbuhkan keterampilan 4C adalah dengan mengembangkan kurikulum 2013 yang menekankan pada pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik terdiri dari 5 tahapan (5M) yakni Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengomunikasikan. Menurut saya pendekatan ini efektif untuk menumbuhkan keterampilan 4C siswa karena dalam tahapan 5M keterampilan tersebut dibutuhkan sejalan dengan tuntutan abad 21. Harapannya dengan diterapkannya pendekatan ini dapat meningkatan kemampuan keterampilan siswa siswi di Indonesia meskipun dalam implementasinya masih terdapat beberapa kekurangan.

    ReplyDelete
  39. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 P.Matematika_D


    Pendekatan saintifik jika diimplementasikan dengan benar maka akan mengarahkan dan melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Untuk mendukung implementasi pendekatan saintifik juga diperlukan fasilitas yang mendukung siswa misalnya laboratorium, pusat sumber belajar, dan perpustakaan harus dipelihara dan dioptimalkan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  40. Suci Renita Sari
    Pendidikan Matematika 1 2014
    14301241052

    Pendekatan saintifik adalah pendekatan dengan pembelajaran yang mengikutsertakan 5M dalam prosesnya yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan bahkan sampai mencipta. Pendekatan saintifik ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013, yang mengembangkan pengetahuan, sikap sosial, dan spiritual serta ketrampilan. Pendekatan saintifik ini masih dirasa sulit diterapkan dalam sekolah dikarenakan kurangnya pemahaman guru tentang bagaimana pendekatan saintifik diterapkan, serta faktor lainnya. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut adalah adanya sosialisasi dari pemerintah terhadap guru-gurur disekolah dan menggencarkan publikasi tentang pembelajaran dengan pendekatan saintifik disekolah-sekolah.

    ReplyDelete
  41. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    Pendidikan Matematika A 2014
    14301241010

    Pendidikan saintifik merupakan suatu hal yang menonjol dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pada pendekatan ini menerapkan beberapa tahapan yang dikenal sebagi 5M, yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, Mengomunikasi. Dalam pendekatan ini guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Jadi siswa yang aktif, tugas guru disini juga memancing siswa dan mengarahkan siswa untuk lebih aktif bertanya. Pada kegiatan observasi yang saya lakukan di suatu sekolah di daerak Kalasan, Sleman, disana guru matematika sudah berusaha menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Tetapi beliau merasa masih kesulitan dalam memancing siswa bertanya, kata beliau “siswa yang bertanya hanya siswa yang “pintar” dan yang nggak ya hanya diam saja”.

    ReplyDelete
  42. Tahtalia/14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Upaya penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran menurut saya bukanlah hal yang aneh dan mengada-ada karena memang seperti itulah yang seharusnya terjadi dalam proses pembelajaran dimana siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan sekedar beropini dalam melihat suatu fenomena, mereka dilatih untuk berpikir logis dan sistematis. Jika pendekatan saintifik ini berhasil diterapkan dalam pembelajaran, tujuan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan antara kemampuan siswa untuk menjadi manusia yang baik dan memiliki kecakapan serta pengetahuan untuk hidup secara layak dapat tercapai. Sayangnya, penerapan pendekatan saintifik ini kurang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, selain itu guru juga dirasa kurang siap dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Guru seharusnya melakukan perubahan mindset dan persiapan diantaranya persiapan pengetahuan, fisik, mental serta persiapan hati untuk dapat menjalankan tugas dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  43. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya rasa semua pendekatan pembelajaran itu baik karena seluruh pendekatan pada dasarnya dibuat untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Akan tetapi, berhasil atau tidaknya penerapan suatu pendekatan pembelajaran sangat tergantung pada kesiapan semua pihak, baik guru, siswa, sekolah, maupun kurikulum itu sendiri. Pendekatan saintifik yang menekankan pembelajaran melalui kegiatan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi/menalar, dan Mengkomunikasikan) juga bertujuan baik bagi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan yang bermakna. Walau dalam kenyataannya sebagian guru masih bingung dengan pendekatan saintifik yang berbeda dari pendekatan konvensional dengan metode ekspositori yang sudah menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan dari guru dan siswa dalam menghadapi perubahan dengan diterapkannya pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pendekatan pembelajaran saintifik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaboasi, dan kreatif. Menilik tuntutan pendidikan di abad 21, pendekatan saintifik sangatlah cocok untuk diterapkan dalam menggeser pola pikir siswa maupun guru tentang pendidikan. pendidikan merupakan wadah untuk membuat siswa menjadi sosok yang memiliki karakter yang bagus dari sisi mental maupun kognitif. Oleh sebab itu, penggunaan pendekatan saintifik menjadi wajib disamping hal tersebut merupakan aturan di dalam kurikulum 2013. hendaknya semua pihak bersama-sama bersinergi dalam membentuk kualitas siswa Indonesia.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Tidak ada pendekatan yang betul-betul efektif dalam memfasilitasi berbagai karakter siswa dan berbagai macam materi pelajaran. hanya saja, pendekatan yang digunakan haruslah dapat memfasilitasi siswa dan memberikan bekal yang cukup bagus untuk siswa dalam kehidupan di masa depan. setiap pendekatan pembelajaran pastilah memiliki kekurangan yang bermacam-macam. seperti halnya pendektan saintifik. perencanaan yang matang dan agak sulit memang terkadang menjadi kendala, akan tetapi guru dapat mengatasinya dengan fasilitas dari pemerintah, misalnya buku. penilaian memang menjadi rumit karena aspek yang dinilai bukan hanya aspek kognitif saja. untuk siswa dengan kemampuan yang rendah, dapat diatasi dengan pemberian kelas remidial oleh guru agar tetap dapat mengikuti kelas biasa dengan cukup bagus. untuk awal penerapan, kemungkinan besar memang akan banyak terjadi kesulitan dari guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  46. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendekatan saintifik memang dirancang dengan menuntut peran aktif siswa sedangkan guru sebagai fasilitator di kelas, dimaksudkan agar siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya, dengan demikian siswa menjadi lebih paham dengan materi karena dia mempelajarinya sendiri. Namun, bagi guru yang terbiasa dengan metode konvensional atau menjelaskan di kelas, mengalami kesulitan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Siswa yang dominan pasif di kelas pun masih takut-takut untuk menanya maupun menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Proses 5M dalam K13 juga belum optimal terlaksana. Hal ini merupakan tugas guru bagaimana membangkitkan kesadaran siswa akan pentingnya mempelajari suatu materi dan membangun mental siswa agar menjadi aktif di kelas .

    ReplyDelete