Nov 1, 2015

Politics and Ideology of Education



21 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Paul Ernest, politik dan ideologi pendidikan dibagi menjadi beberapa macam yaitu pertama industrial trainer yang prinsip mengajarnya adalah mentransfer pengetahuan yang dimiliki guru ke siswa dan menuntut siswanya untuk mengingat pengetahuan yang sudah ditransfer oleh guru, mengerjakan latihan soal, dan bekerja keras. Kedua, technological pragmatism yang prinsip mengajarnya adalah memberikan motivasi ke siswa dan menuntut siswanya untuk berpikir dan mempraktekkan. Ketiga, old humanism yang prinsip mengajarnya adalah ekspositori dan menuntut siswanya untuk memahami dan mengaplikasikannya ke kehidupan sehiari-hari. Keempat, progressive educator yang prinsip mengajarnya adalah mengkonstruk pengetahuan siswa dan menuntut siswanya untuk mengeksplorasi segala macam hal yang dapat dieksplor oleh siswa. Kelima, punlic educator yang prinsip mengajarnya adalah berdiskusi dengan siswa dan menuntut siswanya untuk mengkonstruk kehidupan mereka sendiri, menggabungkan dan menjalankan pengetahuan yang telah mereka dapat ke dalam kehidupan sehari-hari dan berlangsung secara terus menerus.

    ReplyDelete
  2. nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2-PMA 2017
    NIM : 17709251008

    saya merasa tertarik dengan tabel di atas, pak. pemetaan yang kompleks dan membutuhkan pendalaman yang intens untuk mendalaminya. namun, perihal pendidikan dan hubungannya dengan ideologi, saya meyakini, praktik/orientasi/rasion d'etre suatu sistem pendidikan adalah perwujudan dari ideologi yang dianut oleh suatu negara tertentu. oleh karena itu, disetiap negara memilliki karakter pendidikannya masing-masing (mengikuti) ideologi yang dianut oleh negara tersebut). namun, yang saya yakini, pada hakikatnya, pendidikan adalah perihal keberpihakan pada kemanusiaan menuju pada masyarakat yang emansipatoris. dalam konteks indonesia, konsep masyarakat emansipatoris diwujudkan dalam pancasila dan UUD 1945.

    ReplyDelete
  3. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika dilihat dari tabel yang bapak berikan, saya memberikan kesimpulan fokus pada Progressive Educator (PrE) dan Public Educator (PE). Jika yang saya lihat antara PrE dan PE, kemungkinan Indonesia memilih konsep Public Educator yang sekarang diterapkan pada pendidikan dengan kurikulum 2013.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  4. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tabel di atas memberikan perbandingan bagaimana karakteristik-karakteristik pendidikan di setiap idiologi yang ada. Menurut saya, dari Industrial Trainer sampai pada Public Educator, karakteristik pendidikannya terus berkembang atau diperbaharui menjadi lebih baik. Seperti pada Theory of Learning, dari Industrial Trainer sampai pada Public Educator, Theory of Learning berubah dari transfer of knowledege, menjadi external motivation, kemudian expository, construct, dan terakhir discussion. Kita ketahui, bahwa pembelajaran di sekolah dulu, guru hanya mentransfer ilmu kepada siswa,kemudian terus berkembang dan sekarang pada akhirnya pembelajaran di sekolah diminta agar siswa yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator, dan bahkan diharapkan siswa sudah mampu mengkomunikasikan serta diskusi dengan teman sejawatnya mengenai pengetahuan yang sudah ia dapatkan. Jadi, menurut saya alangkah baiknya jika pendidikan di Indonesia mengikuti karakteristik-karaktristik pendidikan yang terbaru yakni Public Educator yang sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.

    ReplyDelete
  5. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selamat pagi menjelang siang. Melihat tabel tersebut, saya sepakat jika antara politik dan pendidikan memiliki hubungan yang erat. Keduanya akan mempengaruhi kebijakan serta pelaksanaan pendidikan. Ideologi public educatior saya pikir merupakan ideology yang tepat untuk ideology pendidikan kita karena ideologi publik educator sesuai dengan falsafat hidup kita, yaitu Demokrasi Pancasila. Semestinya pendidikan kita mengimplementasikan kedua belas aspek di dalam ideologi public educator tersebut. Namun, jika ditelisik lebih jauh. Implemetasi pendidikan kita justru seperti tidak memiliki ideologi yang menentu. Praktik pembelajaran kita lebih pada ketiga ideologi yang lain, yaitu industrial trainer, tecnological pragmatism, dan old humanism. Hal ini menunjukkan bahwa kita telah kehilangan jati diri bangsa kita

    ReplyDelete
  6. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari tabel yang bapak sajikan dipostingan ini, saya beranggapan bahwa di zaman yang sekarang, Indonesia lebih memilih ke Public Educator. Dengan aspek di bidang politik berdemokrasi, dibidang pengetahuan akan menjadi aktivitas sosial, dibidang moral harus ada keadilan dan kebebasan, untuk masyarakat butuh reformasi, untuk pelajar konstruktif, teori kemampuan hermeneutik, tujuan berpengetahuan untuk membangun hidup mereka sendiri, Teori belajar dan mengajar menggunakan hermeneutik, sumber daya lingkungan sosial, untuk evaluasi menggunakan portofolio, dan perbedaan secara heterogen.

    ReplyDelete
  7. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dari tabel yang telah Bapak paparkan, saya tertarik untuk membahas baris tentang Theory of Teaching.Bahwa pada Industrial Trainer, pengetahuan itu hanya ditransfer dari "atas" ke "bawah" seperti mengisi wadah yang kosong tanpa memberikan kesempatan kepada kaum "bawah" atau diibaratkan siswa mengetahui proses memperoleh pengetahuan tersebut. Selanjutnya pada Technological Pragmatism, pengetahuan diberikan dalam bentuk motivasi eksternal. Nah, kebetulan dalam bagian ini, saya sendiri belum begitu memahaminya.
    Pada kaum Old Humanism, pengetahuan diberikan menggunakan metode ekspositori seperti guru menjelaskan dan siswa menerima. Bagi Progressive Educator, pengetahuan diberikan melalui kemandirian siswa, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuan itu sendiri dengan bimbingan guru.
    Yang terakhir yaitu Public Educator, menurut saya ini yang paling baik dalam memberikan pengetahuan, yaitu melalui diskusi dimana siswa akan mampu membangun pengetahuannya sendiri, mengomunikasikan kepada orang lain serat belajar untuk menghargai pendapat, cara mengomunikasikan, dan menyimpulkan.
    Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Eksternal motivation pada Technological Pragmatism. Itu maksudnya bagaimana? terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Ideologi pendidikan, idealisme pendidikan yang tidak lepas dari subjek pendidikan, yaitu siswa. Pada tabel, theory of student, siswa dipandang sbagai wadah kosong. Wadah kosong tersebut haruslah di isi dengan pengetahuan maupunn ketrampilan yang berguna.Itu dari sudut pandang industri dan teknologi. Dari aspek kedepannya, siswa adalah subjek belajar yang melakukan kegiatan belajar, tentu siswa sudah punya pengetahuan dan tidak kosong. Selain itu, mereka juga mampu mengkonstruksi pengetahuannya menjadi pengetahuan baru dengan difasilitasi oleh pendidik.

    ReplyDelete
  9. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPS PM C

    Menelaah dari sudut pandang kelima kelompok terhadap siswa, dua kelompok pertama memandang bahwa siswa adalah wadah kosong, sehingga itu merupakan kewenangan guru untuk mengisi apapun yang diinginkan. yang membedakan pandangan Industrial trainer dan technological pragmatism adalah di teori pembelajaran yang dianut. Jika Industrial trainer menganut pembelajaran dengan "kerja keras", drill dan menghafalk, maka kelompok technological pragmatism telah beralih menjadi pemebelajaran dengan mengedepankan olah pikir dan praktik. Sedangkan pada kelompok pendidik progresif telah mengubah paradigmanya menjadi orientasi penuh ke siswa, dan pada kelompok terahir telah mengadaptasi prinsip konstruktivisme.

    ReplyDelete
  10. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Demi terciptanya pendidikan yang lebih baik perlu dilakukan perbaikan di setiap aspek dalam setiap jangka waktu tertentu. jika dilihat dari sumber belajar yang digunakan, dari waktu ke waktu sudah berkembang dengan baik. Mulai dari penggunaan buku dan kapur sebagai sumber belajar dan media belajar siswa, kemudian meningkat menjadi alat bantu pembelajaran, kemudian disempurnakan menjadi alat bantu visual, kemudian penggunaan media-media yang mungkin di sekitar siswa, hingga penggunaan lingkungan sosial sebagai sumber belajar. Terlepas dari hal itu, apapun sumber belajar yang tersedia sebagai pendidik yang baik guru harus mampu mengeksplor materi dengan baik. Namun semakin majunya sumber dan media pembelajaran akan menambah kemudahan akses siswa dan transfer materi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  11. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya tertarik dengan bagian Theory of student. Dimana jika dilihat dari kiri ke kanan terdapat proses menuju yang lebih baik. Pada Industrial Trainer dan Technogical Pragmatism, pada saat itu siswa hanya dianggap sebagai empty vesset atau wadah kosong. Dimana tugas sebagai pendidik adalah mengisi wadah tersebut hingga penuh. Seperti menuangkan air dari botol A ke botol B, tanpa alat apapun hanya dituangkan saja. Pada kejadian ini bisa saja, ilmu yang dituangkan itu tumpah dan hanya bisa mengisi wadah dengan beberapa ilmu saja. Selanjutnya, pada Old Humanism sudah diterapkan building character. Hal ini lebih baik daripada memandang siswa sebagai wadah yang ksoong. Building character memiliki arti membangun sebuah karakter. Membangun dapat bersifat meperbaiki ataupun membina. Sedangkan karakter disini adalah akhlak atau budi pekerti. Kemudian Progressive Educator dimana guru memperkenalkan pengetahuan kepada muridnya. Yang terakhir Publiic Educator, menerapkan pendidikan yang constructive. Ini merupakan yang terbaik dari keempat diatas, karena siswa dipersilahkan untuk membangun pengetahuannya dari pengalaman yang didapatkan. Guru hanya sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  12. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan tabel politics and ideology of education di atas, saya tertarik dengan bagian theory of student. Pada tabel dapat dilihat masyarakat industrial trainer memandang siswa sebagai empty vessel atau tong kosong. Begitu juga pada masyarakat technological pragmatism, mereka juga memandang siswa sebagai empty vessel. Dalam pembelajaran yang seperti ini, proses belajar mengajar berlangsung dengan cara memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa.
    Selanjutnya pada masyarakat old humanism, pendidikan siswa diberikan melalui character building atau membangun karakter siswa. Bagi kaum progressive educator pembelajaran melalui students oreintation. Hal ini berarti pembelajaran berpusat kepada siswa. Dan yang terakhir adalah masyarakat public educator, dimana melaksanakan pembelajaran dengan cara constructive atau mengkonstruksi pengetahuan siswa.
    Menurut saya sebaiknya dalam proses pembelajaran siswa hendaklah sebagai aktornya, dan guru sebagai fasilitatornya. Guru memberi ruang gerak kepada siswanya untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya sehingga mereka benar-benar memahami materi pelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Berbicara masalah pendidikan di indonesia memang adalah topik yang tidak akan ada habisnya, banyak kajian, penelitian, dan pendapat ilmiah yang diutarakan oleh para pakar pendidikan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam memajukan sistem pendidikan di negera ini, namun yang perlu menjadi perhatian penting sampai saat ini adalah bagaimana pelaku pendidikan (guru) bisa sejahtera terutama guru-guru yang telah mengabdikan dirinya dalam waktu yang sudah berjalan dalam puluhan tahun yang telah banyak mempelopori lahirnya para akademisi dan politisi sukses di negera ini yang sampai saat ini masih miris kalau ditinjau dari aspek kesejahteraan hidupnya.

    Wassalamu'alaikum wr.wb .

    ReplyDelete
  14. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Tabel diatas menunjukan berbagai pendapat ataupun acuan berdasarkan sudut pandang masing-masing. Namun kesemua hal tersebut saling terkait dan saling melengkapi, jadi meski terdapat berbagai perbedaan namun tetap dapat ditemukan titik temu jika dipahami dan ditelusuri secara lebih mendalam. Baik itu dalam ranah polik, pengetahuan, moral dan lain sebagainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  15. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Setelah membaca pemetaan yang sudah begitu kompleks, menurut saya penting sekali melihat dan berfokus pada tujuan pendidikan itu sendiri. Adanya tujuan yang jelas dan terperinci mampu mengarahkan proses pendidikan dengan lebih baik. Kemudian, para educator diharapkan untuk kreatif dalam mendidik. Hal tersebut membuat para educator untuk terus mengasah dan mengembangkan kapasitas dalam mengajar dan mendidik. Keuntungan yang diperoleh bagi siswa adalah mampu membangun sendiri kehidupannya, ini dapat pula dikatakan siswa dapat mandiri dalam belajar dan untuk kehidupannya sendiri. Proses pada tujuan pendidikan ini dapat mengarahkan pelaksanaan dan evaluasi suatu program serta solusi terhadap permasalahan yang ada. Hal ini dikarenakan tujuan merupakan suatu hal yang paling mendasar dan mengarah pada target yang akan dicapai dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  16. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perbandingan karakteristik-karakteristik pendidikan terhadap berbagai ideologi diterapkan dalam tabel yang dipost oleh bapak di atas. Dengan menampilkan perbandingan karakteristik pendidikan dalam tabel mempermudah untuk melihat perbedaannya dan keunggulan setiapkarakteristik dalm ideologi tersebut. Dilihat dari tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya untuk memperbaiki pendidikan sellau dilakukan agar dapat memperbaiki dan menyempurnakan pendidikan sebelumnya serta dapat diterima sesuai dengan tuntutan zaman.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pendidikan dan politik merupakan aspek-aspek yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk membuka wawasan masyarakat. Selain dari pendidikan, politik yang ada dalam masyarakat perlu kiranya dibedah selebar-lebarnya agar masyarakat paham akan pentingnya pendidikan yang ada di Indonesia dan memanfaatkan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  18. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Masyarakat Indonesia harus paham betul pentingnya politik pendidikan karena muara politik pendidikan menuju kepada kebijakan pendidikan, bukan semata-mata politisasi pendidikan. Politik dan pendidikan adalah dua hal yang beriringan dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  19. Junianto
    17709251065
    PM C

    Sebagai public educator tentunya harus mendukung teori Constructive yang dipaparkan oleh Paul Ernest dalam postingan ini. Teori Constructive menjelaskan bahwa siswa sebenarnya mampu mengkonstruk sendiri pengetahuan mereka dan tugas guru hanyalah memfasilitasi siswa. Maka dari itu, siswa difasilitasi untuk aktif dalam kegiatan belajar di kelas dan siswa adalah subjek belajar. Dengan cara seperti ini, maka siswa mampu membangun sendiri pengetahuan mereka sehingga mereka lebih paham akan apa yang mereka dapatkan sendiri bukan diberi oleh guru. Tentunya ini masih menjadi PR bagi guru dan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  20. Junianto
    17709251065
    PM C

    Demokrasi dalam belajar juga harus diterapkan dalam kegiatan belajar bersama siswa. Dengan demikian, siswa akan bebas dalam mengeksplore pengetahuan mereka, bebas dalam mencari sumber belajar, dan bebas menemukan pengetahuan yang mereka sukai. Tidak bisa dipungkiri bahwa siswa tidak bisa dipaksa untuk menyukai mata pelajaran tertentu karena siswa adalah unik dan memiliki kesukaaan beragam. Siswa juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

    ReplyDelete
  21. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Nampaknya publikasi yang menggunakan tema pedidikan dan politik belum tampak ke permukaan. Kalaupun ada, fokus bahasannya belum begitu menyentuh aspek-aspek substantif hubungan politik dan pendidikan. Namun, masih di seputar aspek-aspek ideologis politik pendidikan. Saya rasa perlu agar masyarakat mengetahui apa hal substantif mengenai hubungan politik dengan ideologi dalam pendidikan.

    ReplyDelete